I said, “BIG NO 4 instant and frozen food”

Beberapa tahun lalu (lupa tepatnya kapan), saya dan Rey melakukan percobaan sederhana di rumah yaitu menggoreng french fries instan dan sosis lalu mendiamkannya dalam suhu kamar. Waktu berlalu hingga memasuki minggu kedua gorengan kentang dan sosis tersebut tidak juga basi malah berubah tekstur menjadi keras. Padahal logika sederhana otak saya mengatakan bahwa makanan tersebut harusnya basi pada hari kedua karena seperti info yang sering saya baca dari berbagai sumber yang ditulis oleh para ahli gizi atau praktisi kesehatan. Temuan sederhana ini akhirnya meyakinkan saya dan Rey untuk berhenti mengonsumsi makanan instan atau makanan beku baik nugget, sosis, french fries, juga makanan instant lainnya yang dijual di pasaran seperti pizza, burger, fried chicken, dll. Toleransi saya berikan pada Rey hanya sesekali saja menyantapnya bila dirasa keadaan “amat sangat terpaksa”.

Temuan sederhana tersebut membuktikan bahwa begitu banyaknya kandungan zat pengawet dalam makanan instan selain kandungan lainnya yang pasti berbahaya bagi tubuh (silakan baca hasil penelitian para ahli tentang hal ini). Saya tentu tidak ingin menjadi ibu yang sembrono lalu malas menyajikan makanan asal jadi dengan menumpuk frozen food di frezeer agar memudahkan proses menyajikan hidangan sehari-hari di rumah. Saya memilih dan menikmati kerepotan proses demi proses mengolah bahan mentah yang segar hingga disajikan dengan cantik diatas meja. Belajar tentang karakteristik bahan makanan hingga proses masak yang tepat merupakan sesuatu yang menyenangkan karena menjaga kesehatan adalah salah satu tindakan nyata rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

image

menghadirkan cita rasa dan performa fine dinning resto di rumah. All dish are made by me : french fries, grill salmon and salad with fresh dressing

image

proses pembuatan french fries dg 2x goreng untuk mendapatkan tekstur yang renyah saya dapat ilmunya saat berada di gallery masterchef indonesia 2

image

jamur crispy, tepung yang saya gunakan bukan tepung bumbu instan tapi menggunakan campuran bbrp macam tepung yaitu : terigu, tapioka dan tepung beras lalu diberi garam, merica dan gula (tanpa penyedap rasa)

image

tim ikan gurame, menggunakan rempah alami (tanpa bumbu instan)

image

membuat sendiri makanan yang sering dijual di pasaran

image

saya menggunakan food processor untuk menghancurkan bumbu lalu menghaluskannya secara manual setelah itu

image

anti menggunakan bumbu instan

Traditional Food From My Pantry

Memasak makanan tradisional bukan berarti tanpa trik dan upaya agar tetap baik untuk kesehatan. Siapa yang tidak mengenal bakwan (jawa), bala-bala (sunda), otek-otek (kalimantan)?…. Nama- nama tersebut menunjukkan makanan yang sama yaitu campuran sayuran dan terigu yang digoreng. Panganan ini kerap dijumpai dipinggir jalan hingga cafe maupun resto.

Rey saya larang membeli makanan ini bila diketahui minyak untuk menggorengnya berwarna hitam apalagi yang dijajakan dengan pembauran asap maupun debu jalanan selain itu dikhawatirkan adonannya menggunakan penyedap rasa. Konsekuensi larangan tersebut maka saya membuat sendiri di rumah, dan setelah beberapa kali gagal karena tekstur yang tidak renyah sesuai harapan Rey akhirnya saya bisa juga membuat bakwan renyah tanpa penyedap rasa, digoreng dengan minyak baru, ditiriskan minyaknya diatas tisu sebelum di konsumsi dan yang pasti dimasak dengan penuh cinta :) .

Selain bakwan, makanan tradisional lainnya juga saya coba memasaknya di dapur rumah. Rempah alami tentu yang saya pilih dibanding bumbu instan. Aroma dan cita rasa rempah alami tak tergantikan oleh bumbu instan, selain itu rempah bermanfaat untuk tubuh sedangkan bumbu instan yang mengandung bahan kimia sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain pemilihan bahan yang baik, proses memasak yang tepat, alat masak juga berpengaruh terhadap nutrisi makanan yang dihasilkan. Untuk alat masak yang aman bagi kesehatan insyaAllaah akan saya tulis secara terpisah.

image

vegetables tempura (bala-bala) ala emaknya Rey

image

Untuk mendapatkan jantung pisang ini aku butuh waktu yang lama krn di pasar udah langka dijual

image

kacang merah masak santan

image

sambal ijo dan sambal merah selalu ready di frezeer. bawang putih cincang goreng untuk taburan tumis sayuran

image

salah satu minuman fav kami. markisa yg dipetik dari halaman rumah mixed with tea and honey

image

pohon markisa di halaman rumah

image

terong masak sambal ijo ditaburi teri dan bawang putih goreng

image

tumis kangkung "ala kadarnya"

image

udang saus padang

image

udang bakar ini kesukaan Rey. Kami juga setiap hari mengonsumsi fresh milk, tidak membiasakan minuman bergula

image

tempe penyet ala emaknya rey

image

cireng saus kacang

Belajar Bersih Dari Jepang

Bagi saya tolok ukur jorok atau tidaknya seseorang dilihat dari tempat sampah, dapur dan kamar mandi (toilet). Ketiga hal yang kerap diabaikan orang ini justru sebaliknya bagi saya. Bila banyak orang begitu ‘serius’ ngurusi teras agar tampak cantik dari luar rumah, saya justru memilih serius ngurusi dapur agar senantiasa bersih dan rapi. Ketika sering saya lihat tempat sampah kotor dan berantakan, sebaliknya tempat sampah di rumah saya selalu tertutup rapat dan bersih sehingga aroma sampah didalamnya tidak menguak keluar. Jika saya selalu deg-degan saat memasuki toilet diluar rumah, tentu tidak begitu ketika masuk toilet di rumah sendiri karena kebersihan dan kerapihan toilet ‘hukumnya’ wajib.

image

awalnya aku bingung juga dg berbagai tombol yg ada di toilet jepang ini, lama-lama sih faham :)

Travel ke Jepang makin membuka mata dan membuat saya banyak belajar. Ngga mau kalah bersih dengan mereka.Toilet-toilet di Jepang selain bersih juga berteknologi tinggi, berikut saya kutip dari website japan talk :

Electronic Japanese toilets are designed to enhance comfort, privacy and cleanliness. They range in price from 40,000 yen to 400,000 yen (roughly USD $500 ~ $5000). There’s a big difference from one model to the next. These are the most common features.

image

tombol2 di dalam public toilet jepang

1. Posterior Wash
A nozzle (often referred to as a cleaning wand) makes an appearance below the toilet seat and sprays your bottom. Most people who’ve tried it consider it a superior level of cleanliness (as compared with paper alone).

2. Front Wash (Bidet)
For the ladies. Every electronic Japanese toilet has this feature.

3. Adjustable Water Temperature
Most models cleanse with warm water. The temperature is often adjustable. Cheaper models heat a tank of water — when the tank runs dry the spray suddenly becomes cold. High end models heat the water in realtime.

4. Nozzle Sterilization
It’s the first question people ask about Japanese toilets — what about the cleanliness of the spray nozzle? The nozzle is held in a protected compartment. It only makes an appearance for the cleansing phase. Even then the nozzle is well back (safe from splash back). Most toilets have self cleansing (or self sterilizing) nozzles.

5. Air Deodorizer
Many toilets deodorize by default. Some have a special button called “power deodorize” that pushes the electronic deodorizer to its limits.

6. Adjustable Water Pressure
The ability to adjust the water pressure of the cleansing spray. By default the posterior wash is more powerful than front wash. They often have separate pressure controls.

7. Heated Seats
In most regions of Japan, homes lack central heating. Such homes are designed to heat one room at a time (as opposed to the entire house). This saves a great deal of energy but means that many Japanese houses (especially bathrooms) are cold in winter. Not to fear — the toilet seats are often heated.

8. Noisemaker
Some toilets feature a noisemaker that can emit a white noise that drowns out other sounds. This is intended to enhance privacy. The sound is either triggered by sitting on the seat or pressing a button.
image

In the past, noise makers sounded like a continuously flushing toilet. These days, more pleasant sounds are available. Some toilets play classical music mixed with white noise.

9. Massage Cleaning
Some models of toilet have a pulsating and/or vibrating spray. This is often marketed as “massage cleaning”. The pulsing spray may have a number of selectable modes (each with a mysterious name).

10. Auto Lid and Seat
Toilet lids and seats may feature powered open and close. For example, if you leave the seat up and go away it may automatically return to the down position.

11. Soapy Spray
Some models of toilet allow a soap to be added to the cleaning spray. The soap is mixed in for the first few seconds of the cleanse.

12. Timer
Toilets often have a timer that’s used to save power. For example, you can set your toilet seat to be nice and warm in the morning but cold while you’re at work.

Advanced toilets automatically record usage patterns and power systems up at times the toilet is most likely to be used.

image

13. Self Washing Bowl
Push a button and the toilet cleans itself.

14. Turbo Wash
A high powered wash intended to push water into the rectum.

15. Remote Control
Configuring your electronic Japanese toilet can be a major ordeal. Toilets either have a wall mounted control panel or a remote control.

Toilet configuration preferences vary greatly from person to person. If you live in Japan, you may find that your coworkers or spouse are always setting the toilet seat too hot or too cold. As with television remote controls, there’s often a battle for the toilet remote.

image

16. Night Light
Residential toilets may have a nightlight.

17. Warm Air Dry
Like a hair dryer for your behind.

18. Air Conditioning
Directs cooled air at your bottom on hot days.

19. Travel Washlets
Travel Washlets are used to cleanse on a regular toilet with a powerful jet of water. Such devices are usually handheld.

20. Experimental Features
Japanese manufactures are experimenting with toilets that can run medical tests. Such toilets are internet connected to deliver results to you (or perhaps your doctor).

Namun hasil sebuah studi di tahun 2003 yang melakukan percobaan pada 28 sukarelawan sehat. Mereka diminta buang air besar dengan tiga posisi yang berbeda, yaitu duduk di toilet duduk biasa, duduk di toilet duduk yang dimodifikasi menjadi lebih rendah, dan jongkok.

Kemudian para peneliti mencatat berapa lama waktu yang diperlukan, serta usaha yang dilakukan para peserta untuk buang air. Hasilnya, buang air di toilet jongkok paling minim membutuhkan waktu dan usaha.

Pakar sistem pencernaan Anish Sheth, salah satu penulis dari buku “What’s Your Poo Telling You?” dan “What’s My Pee Telling Me” mengatakan, ada alasan fisiologis mengapa diperlukan pose jongkok saat buang air.

“Sederhananya, pose jongkok meluruskan usus besar,” ujarnya.

Kolon, tempat penyimpanan feses, menekan otot puborectalis yang menjaga feses tidak keluar sebelum kita mencapai toilet. Buang air sambil duduk hanya merileksasi sebagian otot. Sementara buang air sambil jongkok merileksasi otot secara keseluruhan, sekaligus meluruskan posisi kolon. Sehingga memudahkan proses buang air.

Para ahli berpendapat, beberapa jenis penyakit pencernaan seperti radang usus, konstipasi ataupun wasir dapat dipicu oleh kebiasaan terlalu lama duduk di toilet. Studi menunjukkan, semakin lama duduk di toilet, maka semakin besar risiko mengalami wasir.

Hal ini erat hubungannya dengan kegiatan mengejan saat terlalu lama duduk untuk buang air besar. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian dubur bengkak, sementara tekanan saat mengejan akan menyebabkan pembuluh darah semakin membesar.

Saat ini, toilet jongkok digunakan di seluruh dunia. Bahkan ada beberapa tempat yang menyediakan dua jenis toilet sekaligus di dalam satu bilik.

Menurut Sheth, saat ini belum ada cara yang lebih baik dari jongkok untuk buang air besar. (sumber : kompas health)

image

next, salah satu dari 3 closet duduk yang ada dirumahku akan ganti dengan closet jongkok

Sedangkan adab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Buang Hajat, Aisyah berkata, “Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam buang air kecil sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah buang air kecil kecuali sambil duduk.” (HR. at-Tirmidzi).

“Sambil Duduk,” maksudnya yaitu dengan jongkok. Jongkoknya nabi ketika buang air kecil ini, tidak terlepas dari kondisi zaman itu dan dari pakaian yang beliau pakai. Pada zaman nabi, WC terletak di dalam tanah yang ditutup dengan besi berlubang. Meskipun buang air kecil dengan jongkok lebih baik, namun pada prinsipnya adalah bagaimana cara agar tidak terkena najis.Kita diperbolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencing dan aman dari pandangan orang lain kepada. Terutama kalau hal tersebut (berdiri) sangat dibutuhkan karena sempitnya pakaian atau karena ada penyakit di tubuh kita, namun hukumnya makruh kalau tidak ada kebutuhan.

Manfaat Buang Air Besar Sambil Jongkok

Secara medis, buang air besar (BAB) dengan posisi jongkok dapat mencegah terjadinya kanker usus besar. Saat posisi duduk, usus bagian bawah akan tertekuk sehingga proses pembuangan tidak dapat berlangsung efektif tanpa bantuan mengejan. Padahal, mengejan sambil menahan napas akan meningkatkan tekanan dalam usus bagian bawah serta menyebabkan regangan dan pembengkakan pembuluh darah balik membentuk wasir, terutama jika kebiasaan ini dilakukan secara kontinu dalam jangka lama. (sumber : facebook islam itu indah)

Walau toilet di rumah saya tidak berteknologi canggih seperti di Jepang, tidak pula menggunakan toilet jongkok seperti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam namun diupayakan senantiasa dalam kondisi bersih dan tidak berbau. Untuk itu secara berkala saya memanggil jasa pembersih toilet (mutiara cleaner hp 081320620792) untuk pembersihan total dalam kurun waktu tertentu dan membersihkan sendiri setiap selesai digunakan. Ke depannya dari ketiga toilet yang ada di rumah saya, salah satunya akan diganti closet jongkok.

image

memanggil jasa pembersih toilet dalam kurun waktu tertentu

image

berusaha membuat kuman tidak nyaman berkembang biak di toiletku dg menjaga kebersihan dan kerapihan

image

mendidik Rey agar care dg kebersihan toilet pribadinya

Sepulang dari Jepang, saya makin bertekad untuk senantiasa menjaga kebersihan kamar mandi dan toilet karena tempat ini adalah lokasi dimana kuman berkembang biak dengan sangat baik. Pembersihan rutin dilakukan setiap habis digunakan seperti :

– Dinding keramik dan bathup dilap hingga kering agar tidak meninggalkan noda, wastafel dan closet juga mendapat perlakuan sama karena air yang dibiarkan mengering akan menjadi noda membandel

– Tutup closet bila tidak digunakan

– Shower curtain atau tirai kamar mandi harus dibersihkan dalam kurun waktu tertentu

– Lantai/saya menggunakan batu alam yang batu tersebut memiliki jadwal pencucian

– Sudut-sudut dinding seringkali luput dari perhatian sehingga menjadi sarang kuman

– Bahan kimia pembersih keramik terpaksa digunakan hanya jika noda membandel tidak hilang dilap biasa

Kebersihan adalah sebagian dari iman, mengupayakan kebersihan bukan hanya yang tampak oleh orang lain karena sejatinya bersih bukan untuk mendapat pujian tapi untuk kesehatan.

Faktor kebersihan juga menjadi salah satu kriteria tujuan destinasi kami saat perencanaan traveling, ada beberapa negara yang sangat ingin dijelajahi tapi akhirnya kami coret dari daftar pilihan karena kabar buruknya kebersihan di negara tersebut. Bersih itu menyenangkan, menenangkan dan insyaallah menyehatkan.

Jepang Juli 2014 (Kyoto)

Mata kami rasanya tidak ingin berkedip ketika langkah kaki keluar shinkansen. Arsitektur futuristik dengan rambu yang sangat lengkap dan informatif membuat saya berkata dalam hati, “Inilah Jepang…semua sarana umum dikelola dengan baik”. Belum selesai kekaguman pada kecantikan stasiun Kyoto, lagi-lagi saya harus acungi jempol dengan sistem transportasi di kota kecil ini. Bus umum yang membawa kami ke ryokan dimana kami hendak menginap memiliki fasilitas yang tidak saya temukan dinegara lain yaitu mesin penukaran uang logam yang letaknya di samping supir, sehingga kami tidak dirugikan ketika membayar dengan uang kertas. Tidak hanya egois menerapkan aturan membayar dengan uang pas seperti bus umum di negara maju lainnya yang pernah kami naiki misal : Singapura, Malaysia, Hongkong, Paris, Belanda, Milan, London, dll. Di negara-negara tersebut kami harus rela membayar lebih bila tidak sempat menukar uang logam.

image

selain arsiteksturnya, antrian di eskalator juga menarik perhatianku @Kyoto Station

image

Mesin penukaran uang logam berada di samping sopir

Kyoto adalah kota pusat budaya di Jepang. Rumah-rumah penduduk disini masih mempertahankan keasliannya sehingga kami tidak kesulitan mencari penginapan bergaya rumah khas Jepang (ryokan). Ryokan yang kami inapi berada di pemukiman penduduk lokal sehingga nuansa Jepun dapat kami rasakan begitu kental.

tidur di atas tatami tentu tdk senyaman tidur di atas kasur :)

tidur di atas tatami tentu tdk senyaman tidur di atas kasur :)

living room ala Jepun

living room ala Jepun

Gion menjadi pilihan lokasi kami untuk menyewa salah satu kamar dengan alas tidur alaminya (tatami), kap lampu kayu, dan taman mungil berada di dalam kamar. Ruang keluarga dengan lubang ditengahnya sebagai tempat kaki kita diletakkan, dapur mungil yang rapi dengan alat masak serba otomatis, kamar mandi tentunya berteknologi Jepang dengan closet yang jauh dari kesan jorok.

lokasi fav wisatawan saat berkunjung ke Kyoto

lokasi fav wisatawan saat berkunjung ke Kyoto

Rumah-rumah tinggal para geisha di Gion selalu ramai

Rumah-rumah tinggal para geisha di Gion selalu ramai

ga sulit menemukan lokasi tujuan karena Jepang memfasilitasi wisatawan dengan sangat baik

ga sulit menemukan lokasi tujuan karena Jepang memfasilitasi wisatawan dengan informasi yang sangat akurat

Kami hanya cukup berjalan kaki menuju Gion corner dan Kiyomizudera. Sepanjang perjalanan kami temukan banyak turis berjalan-jalan menggunakan busana khas negri ini. Rey saya tawari menjawab dengan gelengan. Pesona Kyoto memang begitu kuat, terlebih keberadaan geisha dan maiko yang kerap berjalan di kawasan gion corner. Tak mudah memang menemukan mereka tapi kami secara tak sengaja atau awalnya tidak menyadari melihat geisha dan maiko. Ciri paling mudah membedakan geisha dan maiko adalah :

– geisha berusia cukup lanjut, warna baju gelap, langkah kaki sangat cepat, tidak bersahabat dengan kamera, tatanan rambut tidak terdapat bunga, sandal kayunya berhak rendah, obi (ikat pinggang) tidak menjuntai

– maiko berusia muda, warna baju cerah, langkah kaki tidak terlalu cepat, cukup bersahabat dengan kamera, ada hiasan bunga pada tatanan rambutnya, sandal kayu berhak cukup tinggi, obi panjang menjuntai

image

seorang geisha berjalan dihadapan kami

image

Nah kalo ini maiko, awalnya ga nyadar dia berada di samping kami

selain rumah geisha di Gion juga banyak resto yg menawarkan berbagai menu baik japanesse maupun western food

selain rumah tinggal para geisha, di Gion juga banyak resto yg menawarkan berbagai menu baik japanese maupun western food. saya akan menulis tentang kuliner dalam catatan khusus

Geisha (bahasa Jepang:芸者 “seniman”) adalah seniman-penghibur (entertainer) tradisional Jepang. Kata geiko digunakan di Kyoto untuk mengacu kepada individu tersebut. Geisha sangat umum pada abad ke-18 dan abad ke-19, dan masih ada sampai sekarang ini, walaupun jumlahnya tidak banyak. “Geisha” dilafalkan dalam bahasa Inggris:/ˈgeɪ ʃa/ (“gei-” – “may”). Di Kansai, istilah “geiko” (芸妓) dan geisha pemula “maiko” (舞妓) digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah “maiko” hanya digunakan di distrik Kyoto. Pengucapan ˈgi ʃa (“gei-” – “key”) atau “gadis geisha” umum digunakan pada masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, mengandung konotasi prostitusi. Di Republik Rakyat Tiongkok, kata yang digunakan adalah “yi ji,” yang pengucapannya mirip dengan “ji” dalam bahasa Mandarin yang berarti prostitusi.

Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. Rumah-rumah geisha (“Okiya”) membawa gadis-gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin dan kemudian melatih mereka. Semasa kanak-kanak, geisha seringkali bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai geisha pemula (maiko) selama masa pelatihan. (sumber : wikipedia)

image

kiyomizudera

 

Jepang Juli 2014 (Hiroshima)

Di kota ini kami tidak menginap karena hanya akan mengunjungi Peace Memorial Museum yang sangat berkaitan erat dengan bangsa kita pada masa penjajahan dulu. Belajar sejarah dengan cara traveling membuat Rey lebih cepat faham dibanding dia harus berkutat dengan buku katanya. Perjalanan ke Hiroshima dari Tokyo menggunakan shinkansen dengan 1x transfer. Tokyo-Osaka lanjut Osaka Hiroshima. Tokyo-Osaka saya memilih jadwal pagi hari pukul 07.33-10.26 (sekitar 3 jam) menggunakan shinkansen Hikari. Selanjutnya Osaka-Hiroshima pukul 10.59-12.26 (sekitar 1,5 jam) menggunakan shinkansen Sakura. Harga JRP sama dengan harga tiket Tokyo-Hiroshima bila membeli tiket shinkansen point to point. Dengan begitu sangat terasa efektifnya pembelian JRP karena artinya perjalanan kami selanjutnya naik shinkansen dan kereta JR bisa dikatakan gratis (ga rugi beli JRP).

image

tiket shinkansen ini didapat setelah reservasi di kantor JR

image

jangan pernah berharap shinkansen jadwalnya ‘jam karet’

Note : Japan Rail Pass tidak berlaku untuk semua kursi, baik yang sudah maupun yang belum dipesan untuk kereta NOZOMI pada jalur Tokaido dan Sanyo Shinkansen. (Pemegang JR PASS harus menggunakan kereta HIKARI atau KODAMA) Jika Anda menggunakan NOZOMI, Anda harus membayar basic fare dan harga kereta limited express, dan Green Car surcharge jika anda menggunakan Green Car. Perhatikan juga bahwa penumpang yang menggunakan kereta JR di jalur non-JR harus membayar biaya tambahan dan charge untuk masing – masing jalur yang digunakan

shinkansen cabin, comfy banget

shinkansen cabin, comfy banget

ini tempat berdiri nunggu shin datang. cocokkan dg data yg ada di tiket.

ini tempat berdiri nunggu shin datang. cocokkan dg data yg ada di tiket.

Periode Masa Berlaku Japan Rail PASS
Jasa transportasi The Japan Rail Pass berlaku untuk kereta api, bus, dan kapal feri seperti yang tertera di bawah ini

-Masa berlaku JAPAN RAIL PASS berlaku berturut-turut 7, 14, 21 hari terhitung dari pertama kali digunakan
-Dalam waktu tiga bulan dari tanggal pada saat voucher dicetak, Anda harus menukarkannya. Setelah itu, Anda harus memutuskan kapan JR PASS akan mulai digunakan. Dapat ditentukan dalam jangka satu bulan setelah ditukarkan
-Setelah tanggal ingin digunakan sudah ditulis dalam JR PASS, tidak dapat diganti ke tanggal lain.

Cara Menggunakan JR Pass

Pembelian JR PASS secara online. Anda akan mendapat voucher yang nanti akan ditukarkan menjadi tiket fisik ketika sudah sampai di Jepang (NOTE: Anda tidak dapat membelinya ketika sudah sampai di Jepang. Silahkan membeli sebelum Anda berangkat ke Jepang.)
TUKARKAN Setelah sampai di Jepang, Anda dapat menukarkan voucher tersebut di kantor penukaran di Jepang . Harap menunjukkan voucher dan paspor Anda untuk mendapatkan JR PASS. (Harap dicatat jam operasional dan hari libur kantor penukaran JR PASS).
GUNAKAN Waktunya menggunakan JR PASS! JR PASS dapat digunakan untuk kereta-Shinkansen “bullet train” yang dioperasikan oleh JR Group seperti: limited express trais, express trains, TokyoMonorail, kereta lokal, termasuk Feri dan Bus. (sumber website resmi JRP)

monorail dari stasiun ke museum

monorail dari stasiun ke museum

turun dari monorail langsung disambut dg ini

turun dari monorail langsung disambut dg ini

Siang hari setiba di stasiun Hiroshima kami langsung naik monorail menuju museum, setelah sampai tampak Kubah Bom Atom (atomic bomb dome). Berjalan kaki selama 15 menit kami akhirnya menemukan sebuah bangunan bersejarah yg dibiarkan seperti sejak dibom dan diresmikan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada 1996. Sebelum Hiroshima dibom, bangunan yg berada di tepi sungai Aioi ini berfungsi sbg ruang pameran produk-produk lokal. Dirancang oleh arsitek berkebangsaan Ceko, gedung ini mulai digunakan sejak tahun 1915. Boleh disebut bangunan ini adalah pintu selamat datang menuju ke museum bom atom yg berada tidak jauh dari sini.

terdaftar di UNESCO

terdaftar di UNESCO

Hiroshima bangkit setelah di bom AS

Hiroshima bangkit setelah di bom AS

Dalam perjalanan menuju museum kami melewati monumen origami burung bangau. Origami adalah bahasa Jepang dr kerajinan kertas lipat, berasal dari
kata ori (lipat) dan kami (kertas). Konon katanya barang siapa yang membuat kerajinan kertas lipat burung bangau ini sebanyak 1000 buah, maka keinginannya akan menjadi kenyataan. Yang mana, seorang gadis kecil bernama Sasaki Sadako yang waktu dijatuhkannya bom atom berumur 2 tahun 8 bulan, terus menerus membuat burung bangau kertas ini supaya sembuh dari penyakit leukemia yg dideritanya akibat dari radiasi bom atom, namun akhirnya dia meninggal juga pada usia 12 tahun. Sewaktu Sadako meninggal, dia baru menyelesaikan 644 buah burung bangau kertas, yang kemudian diteruskan oleh teman-temannya sehingga Sadako dikuburkan dg rangkaian bunga dari burung bangau kertas.

kenang2an dari Semarang

kenang2an dari Semarang

bom yang dijatuhkan di Hiroshima

bom yang dijatuhkan di Hiroshima

Kemudian kami melewati kolam panjang berujung cenotaph (tugu makam peringatan). Di depan cenotaph, orang-orang silih berganti memanjatkan doa bagi korban bom atom. Kubah bom atom, kolam panjang, cenotaph dan museum bom atom terletak pada satu garis lurus.

Lalu kami menuju museum yg berada tidak jauh dr cenotaph. Sudah banyak orang baik dari Jepang sendiri atau luar negeri yg berkunjung ke museum yg buka sejak pukul 8:30-18:00 ini. Tiket masuknyapun terbilang murah, 50 yen (Rp 6000,- an) saja. Ada panduan rekaman tour museum dalam bentuk headset yg bisa disewa 300 yen (Rp 36.000,- an) yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia.

maket hancur leburnya hiroshima

maket hancur leburnya hiroshima

maket kota hiroshima setelah pembangunan

maket kota hiroshima setelah pembangunan

Di dalam museum diceritakan sebelum bom dijatuhkan Hiroshima adalah kota pendidikan dan militer. Sebelum restorasi Meiji pada tahun 1867, Hiroshima adalah kota kerajaan bagi 2 propinsi besar, Chuugoku dan Shikoku.
Awalnya terdapat 4 kota potensial yang dipilih Amerika untuk dibom atom, yaitu Hiroshima, Kokura, Niigata, dan Nagasaki. Akhirnya Hiroshima dipilih menjadi prioritas utama karena hanya kota Hiroshima ini yang tidak ada tentara sekutu yang dipenjara di sini.
Pada 6 Agustus 1945 dini hari pukul 1:45, terbanglah 3 buah pesawat Amerika dari pulau Tinian, sebelah tenggara negara Jepang. Pesawat pembom B-29 pertama yg dinamai Enola Gay membawa bom atom dikawal 2 buah pesawat lain yang membawa kamera dan berbagai macam peralatan lainnya. Bom atom yg dinamakan “The Little Boy” ini dijatuhkan dan meledak tepat pada pukul 8:15. Bom ini meledak 600 m di atas permukaan tanah, dan 250 m sedikit meleset dari jembatan Aioi yg berbentuk T yg menjadi target karena mudah dikenali dari udara.

Ledakannya setara dengan 12.500 ton TNT, dengan tekanan mencapai 19 ton/m pada jarak 500 m dari pusat ledakan, menghancurkan bangunan-bangunan dan membuat orang tersapu hilang terbawa angin ledakan. 70.000 orang meninggal saat itu juga. Tidak sedikit korban jiwa yg meninggal setelah menderita demam, mual, diare, dan pendarahan. Korban yang lain dapat bertahan sambil menderita keloid (luka bakar parah), leukemia, kanker dan gejala lainnya.

pengunjung dari berbagai bangsa

pengunjung dari berbagai bangsa

tiket masuk sangat murah tapi dikelola dg serius

tiket masuk sangat murah tapi dikelola dg serius

3 hari kemudian, 9 Agustus 1945 bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Lumpuhnya kedua kota ini dan banyaknya korban jiwa yg meninggal memaksa kaisar Hirohito menghentikan perang secepatnya untuk menghindari jatuhnya korban yang lebih banyak. Akhirnya Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 di atas geladak kapal perang Missouri yg berlabuh di teluk Tokyo.

Selanjutnya di lantai 2, diceritakan jaman setelah bom atom diledakkan, dimana Hiroshima bertahan dan berjuang bangkit kembali membangun kota. Dipajang juga buku PSPB dari Indonesia, dan buku-buku sejarah dari berbagai negara yg di dalamnya memuat peristiwa bersejarah tsb. Ada juga kenang-kenangan dari pemerintah kota Semarang sebagai cenderamata bahwa museum ini pernah mengadakan pameran di Semarang. Diinformasikan pula cadangan nuklir berbagai negara, yaitu Amerika sebanyak 8.500 warheads, Rusia sebanyak 11.000 warheads, Inggris 225 warheads, Perancis 300 warheads, China 240 warheads, India 80-100 warheads, Pakistan 90-110 warheads, Israel 80 warheads dan uniknya Korea Utara dengan tanda tanya pada jumlah warheadsnya (data diperbarui pada Januari 2011). Korea Utara mengadakan uji coba ledakan nuklir pada tahun 2006 dan 2009, namun tidak ada informasi resminya. Pada Desember 2010, cadangan plutonium Korut diperkirakan sekitar 24-42 kg, cukup untuk membuat 8 senjata nuklir.

mengabadikan sejarah dengan sangat detail

mengabadikan sejarah dengan sangat detail

Akhirnya sampailah kami di penghujung museum yg menampilkan barang-barang yang waktu itu terkena dampak ledakan bom atom. Ada struktur jembatan besi yg melengkung akibat panasnya temperatur udara saat itu, gerbang pintu besi yg terkena hentakan ledakan bom atom, pakaian orang yang sudah compang camping, gelas/botol yg meleleh dll. Ada juga tiruan “The Little Boy”, dan diorama posisi ledakan bom di atas kota Hiroshima. (sumber : kompasiana)

Cukup puas mengelilingi area museum dan membeli cinderamata, jam di pergelangan menunjukkan pukul 14.30 lalu kami bergegas menuju halte yang berada di depan komplek museum, karena. pukul 15.17 -16.44 jadwal shinkansen hikari yang kami pesan dari Hiroshima menuju Osaka selanjutnya ganti naik shinkansen menuju Kyoto pukul 17.16-17.31.

Kami akhirnya bermalam di Kyoto, dan dikota yang sangat kental aroma budayanya ini dikatakan tidak afdol bila tanpa mengeksplor Gion corner.

Jepang Juli 2014 (Gunung Fuji)

Mayoritas wisatawan berkunjung ke Jepang saat musim bunga sakura, tapi tidak bagi kami berdua. Kami adalah orang anti mainstream, sehingga mendaki gunung Fuji lebih dipilih daripada sakura. Selain itu tiket pesawat menuju Jepang akan melonjak tajam bila musim sakura sedangkan promo AA seharga 7,5 juta berdua untuk penerbangan Bandung-Kuala Lumpur dan Kuala Lumpur-Tokyo/return jadwal penerbangannya pada musim panas.

Musim panas tentu ditunggu oleh sebagian besar masyarakat Jepang, karena hanya pada akhir Juli hingga akhir Agustus salju tidak menutupi gunung Fuji sehingga jalur pendakian dibuka dan mereka bisa melakukan pendakian ke Fuji yang dipercaya sebagai salah satu ritual ibadah mereka.

gunung fuji kuambil dari bus perjalanan menuju sta 5

gunung fuji mengintip diantara pepohonan, kuambil gambarnya dari bus perjalanan menuju sta 5

bus menuju sta.5, terdapat info jarak

bus menuju sta.5, terdapat info ketinggian yang otomatis berubah sesuai laju bus mencapai ketinggian tertentu

Sabtu tanggal 18 Juli kami memutuskan untuk melakukan pendakian hingga puncak 3776 mdpl. Pukul 7 pagi sudah check out dari hotel Toyoko Inn Nihonbashi selanjutnya menitipkan koper yang tidak dikenakan biaya karena sepulang dari Fuji pada minggu 19 Juli sore direncanakan kami akan menginap kembali di hotel yang sama. Jadi yang kami bawa hanya perlengkapan mendaki yang telah kami persiapkan dari rumah.

Perlengkapan pendakian :

1. Carrier, kami masing-masing menggendong ransel yang dirancang khusus untuk adventure. Merk deuter jadi pilihan, saya type 26 SL sedangkan Rey 32 L. Ini adalah kali pertama kami mendaki gunung sehingga carrier juga dibeli jelang keberangkatan ke Jepang. Keputusan ini diambil karena Fuji tidak menyediakan jasa porter sehingga segala keperluan pribadi saat pendakian harus dibawa sendiri, karena itu dibutuhkan ransel yang tepat agar beban punggung tidak terlampau berat. Keunggulan tas ransel gunung deuter daripada ransel samsonite yang biasa kami pakai sangat signifikan. deuter memiliki teknologi khusus diantaranya bahan tipis, ringan, kuat dan bentuknya ergonomis sehingga tidak mengakibat nyeri punggung saat menggendongnya.

image

ini carrier kami

2. Hiking shoes, ini juga sangat penting. Naik gunung akan bahaya bila menggunakan sepatu olahraga biasa karena hiking shoes dirancang sedemikian rupa agar aman dan nyaman di segala medan, Saya membeli sepatu merk Columbia saat ada promo di Singapura. Sepatu ini sangat ringan, menutup tumit, tidak licin dalam genangan air (anti air pula), tidak licin pada medan berpasir, dan tidak panas karena berteknologi khusus yang dibuat bagi pendaki profesional.

image

perlengkapan mendaki di bawa dari rumah

3. Wind breaker jacket, semacam jaket parasut yang tipis dengan fungsi menghalau angin masuk dalam tubuh kita

4. Gaiter, adalah pelindung kaki dari lintah dan ular. Gaiter ini memiliki pengait untuk sepatu sehingga tidak mudah terlepas.

5. Trekking pole, kami sengaja tidak membawa trekking pole karena sudah direncanakan membeli di stasiun 5 Fuji agar bisa dicap di setiap pos pemberhentian pada pole tersebut

6. Headlamp, ini sangat penting mengingat perjalanan menuju Fuji summit akan dilakukan pukul 01.00 dini hari agar kami bisa menyaksikan sunrise di puncak.

7. Topi, masker, sarung tangan, kacamata, pakaian atas dan bawah (beserta cadangan), handuk kecil, toilet kit, obat-obatan, oksigen, makanan dan minuman, jas hujan.

Mendaki Fuji tidak perlu membawa tenda, matras maupun sleeping bag karena di setiap pos pemberhentian tersedia penginapan yang tarifnya memang cukup mahal antar JPY6000-8000/orang tergantung  include makan atau tidak. Makanan dan minuman juga hanya membawa secukupnya agar tidak memberatkan karena di setiap pos banyak warung.

sta.5, awal pendakian dari sini

sta.5, awal pendakian dari sini

anak2 pun sudah terbiasa naik gunung fuji

anak2 pun sudah terbiasa naik gunung fuji

Perjalanan dari Tokyo menuju Fuji cukup jauh dengan rute sebagai berikut (total waktu tempuh sekitar 3-4 jam) :
1. Dari Tokyo station naik JR chuo special rapid service ke takao
2. Dari Takao naik JR chuo line menuju Otsuki
3. Di Otsuki ganti kereta Fujikyu Railway ke kawaguchiko harga JPY1100/orang
4. Dari Kawaguchiko naik shuttle ke stasiun 5 harga JPY2000/person/return

image

tiket bus dari kawaguchiko menuju sta5

image

suasana pedesaan arah ke gunung fuji

 

sebelum naik bus menuju 5th station

sebelum naik bus menuju 5th station

beli tiket kereta pp dari otsuki-kawaguchiko

beli tiket kereta pp dari otsuki-kawaguchiko

Pukul 2 siang kami melakukan pendakian setelah sebelumnya menyewa locker untuk menyimpan pakaian cadangan yang akan kami kenakan esok hari. Fuji memiliki 4 jalur pendakian yaitu : Kawaguchiko Route, Fujinomiya Route, Gotenba Route, Subashiri Route. Terdapat 10 Pos (Station) hingga ke puncak.

pengaman jalur pendakian ada hingga puncak

terdapat pengaman jalur pendakian hingga ke puncak

walo di gunung tp toiletnya tetep bersih ala jepang

walo di gunung tp toiletnya tetep bersih khas jepang

tarif penginapan di fuji

tarif penginapan di fuji

model penginapan di 8th station

model penginapan di 8th station

Sebagai pemula saya mengumpulkan informasi dan akhirnya memilih rute Yoshida (kawaguchiko route) karena kabarnya cukup bersahabat bagi kami pendaki newbie walaupun jarak dan waktu tempuh lebih jauh dan lebih lama dibanding rute lainnya. Trekking di Fuji antara mendaki dan turun berbeda jadi ngga ada cerita tabrakan seperti rute pendakian di gunung-gunung Indonesia. Rambu tersebar dimana-mana sehingga kami tidak akan tersesat dan informasinya sangat detail, selain itu faktor keamanan benar-benar dijaga oleh pengelola sehingga kami mendaki tanpa rombonganpun alhamdulillah dapat aman hingga puncak dan turun kembali.

Medan di awal pendakian cenderung datar, namun setelah melewati 6th Station, jalur sudah mulai menanjak dan tanahnya berpasir. 6th Station ini dicapai sekitar 30 menit dari 5th Station. Setelah melewati 6th Station jalanan yang tadinya agak lebar menjadi lebih sempit dan medan mulai beragam seperti batu-batu besar, tanjakan curam, dan pasir yang licin. Saya pribadi paling takut saat menaiki batu besar karena disitu diperlukan tenaga, keseimbangan  dan ketelitian ekstra memilih pijakan kaki agar tidak tergelincir.

image

jasa stempel ada di tiap pos

image

proses stempel pd pole

Cuaca tampak mendung dan angin bertiup makin kencang, badan saya dan Rey seolah terbawa angin bila kami berjalan tidak konsentrasi. Ternyata benar peribahasa, makin tinggi kedudukan seseorang maka angin yang menerpa makin kencang.

Jelang pukul 7 malam, matahari mulai kembali ke peraduan dan Rey akhirnya memutuskan agar kami menginap di 8th station. Di penginapan kami memesan nasi dan ramen dengan pilihan no pork. Memejamkan mata, meluruskan badan selama kurang lebih 3 jam akhirnya pukul 01.00 dini hari kami melanjutkan perjalanan menuju puncak. Pendakian ke summit berjalan lambat karena bertemunya pendaki dari beberapa rute  sehingga terjadinya ‘kemacetan’. Baru disinilah ada petugas yang mengatur sehingga kami bisa berjalan teratur tanpa berebut. Waktu tempuh yang normalnya cukup 2 jam dari 8th station ke puncak (10th station), akhirnya kami tempuh dalam waktu 3 jam. Dan sekitar pukul 4 saya dan Rey menikmati sunrise di puncak Fuji.

image

pendakian dini hari menuju puncak

image

Rey merinding saat mengambil foto emaknya yg duduk di tepi falling rock di ketinggian 200m dibawah puncak (sekitar 3.576 mdpl)

image

sebelum matahari terbit kami telah sampai di puncak 3776 mdpl (12.388 kaki)

Setelah istirahat, makan dan cap stempel di trekking pole kami memutuskan untuk turun. Membutuhkan waktu sekitar 5 jam kami sampai di 5th station, karena rute turun tidak terlalu sulit yaitu hanya medan berpasir. Walau begitu bagi saya itu tetap tidak mudah karena beberapa kali saya terjatuh, sedangkan Rey medan pasir menjadi favorit karena dia berjalan layaknya orang bermain ski yang menggunakan papan luncur.

image

sisa salju fuji saat summer

suasana di fuji summit

suasana di fuji summit

Hikmah yang kami dapat pada pendakian ini adalah betapa Allaah maha besar, maha indah dengan segala ciptaanNya. Kami bersyukur telah bertambah lagi pengalaman mengenal setiap keindahan alam ciptaan Allah. Selain itu mendaki gunung sarat akan perjuangan, dimana nafas terasa sesak, kaki pegal, punggung berat namun semangat tetap membara untuk terus mencapai puncak. Bahwa hidup akan banyak rintangan tapi kita harus melewatinya dengan ikhlas dan percaya Allah tidak akan memberi ujian melebihi kemampuan kita. Jadi selalu positif terhadap semua takdir Allah.

Jepang Juli 2014 (Tokyo)

Kota pertama yang kami singgahi di negara sakura adalah Tokyo. Tokyo merupakan ibu kota Jepang sekaligus daerah terpadat, serta daerah metropolitan terbesar di dunia berdasarkan jumlah penduduknya (33.750.000 di perkotaan dan sekitarnya).

Sekitar 12 juta orang tinggal di Tokyo dan ratusan ribu lainnya berpulang pergi setiap hari dari daerah sekitarnya untuk bekerja dan berbisnis di Tokyo. Tokyo adalah pusat politik, ekonomi, budaya, pusat bisnis dan pusat akademis. Di Tokyo pula Kaisar Jepang, kursi pemerintahan negara, sekaligus pusat finansial utama untuk wilayah Asia Timur.

Tokyo mempunyai jauh lebih sedikit gedung pencakar langit dibandingkan dengan kota lain yang seukurannya karena peraturan konstruksi gempa buminya. Bangunan di Tokyo kebanyakan terdiri dari apartemen tingkat rendah (6 hingga 10 lantai) dan rumah keluarga yang sempit. Tokyo juga merupakan lokasi sistem transportasi massal paling kompleks di dunia, dan terkenal akan jam-jam sibuknya yang padat.

Tokyo secara harafiah berarti “ibu kota timur” dalam bahasa Jepang, arti yang berlawanan dengan ibu kota lama di barat, Kyoto, yang dinamakan “saikyo”, berarti “ibu kota barat” untuk jangka waktu yang pendek pada abad ke-19. Hingga tahun 1870-an, Tokyo bernama “Edo”. Ketika pusat kekaisaran berpindah dari Kyoto ke Edo, namanya pun diganti. (sumber wikipedia)

image

sholat subuh di salah satu sudut haneda

Pesawat Air Asia mendaratkan kami di bandara Haneda. Haneda adalah salah satu dari dua bandara di Tokyo. Bandara ini terletak di Ōta, Tokyo, 14 km sebelah selatan Stasiun Tokyo. Bandara Haneda lebih dekat dari kota daripada bandara Narita.

Haneda menangani hampir semua penerbangan ke dan dari Tokyo, sementara Bandar Udara Internasional Narita menangani sebagian besar penerbangan internasional. Pada tahun 2010, terminal internasional dibuka di Haneda bersamaan dengan selesainya pembangunan landas pacu keempat. Haneda adalah bandara tersibuk nomor dua di Asia sekaligus bandara tersibuk nomor lima di dunia di bawah Bandara Hartsfield-Jackson Atlanta, Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, Bandara Chicago O’Hare, dan Bandara London Heathrow. Bila Haneda dan Narita digabung, maka Tokyo memiliki sistem bandara kota terbesar nomor tiga di dunia, setelah London dan New York City.

image

JR office @Tokyo station

Selain interiornya yang cantik, Haneda juga memiliki berbagai fasilitas yang memanjakan penumpang. Pesawat kami mendarat tanggal 16 Juli 2014 pukul 23.00. Kondisi tersebut membuat saya memilih bermalam di bandara (penghematan). Lantai 5 menjadi pilihan karena semua kursi dan meja komputer di ruangan lantai bawahnya telah ‘berpenghuni’. Di lantai paling atas ini kami keluar menuju dek observasi, tampak Tokyo dari ketinggian. Kotanya doraemon ini terlelap cantik berselimutkan cahaya lampu. Jelang pagi, kami juga menikmati matahari terbit perlahan dengan rona merahnya.

arrival hall haneda airport

arrival hall haneda airport

Usai sholat subuh kami membersihkan badan di rest room, semua perlengkapan kamar mandinya canggih dan super bersih. Jam 6 langsung menuju stasiun naik monorail harga JPY470/org tujuan Hamamatsucho (waktu tempuh sekitar 20 menit), lalu transfer naik JR Yamanote menuju Tokyo Station JPY150/orang (waktu tempuh sekitar 5 menit). Di Tokyo stasiun saya menukar JRP sehingga selanjutnya perjalanan kami mengeksplor Jepang tidak bayar lagi saat naik kereta atau bus dengan tanda JR.

observation deck @haneda airport

observation deck @haneda airport

image

rest room @haneda

Yang kami kunjungi di Tokyo diantaranya :

1. Akihabara : pusat elektronik terbesar di Tokyo, disini juga berpusat amine dan manga. Sementara emaknya ‘gempor’ merasakan pegal kaki tiada tara Rey justru sangat riang gembira memasuki satu demi satu toko yang ada disini

image

Rey excited, emaknya lungkai

image

istirahat dulu

2. Asakusa : Ditengah gegap gempitanya Tokyo, terselip kawasan yang masih terasa kental Jepang tempo dulu. Disini terdapat kuil Sensoji, gerbang Kaminarimon yang ditengahnya ada lampion raksasa berwarna merah. Dan disini kami naik jinrikisha sebutan becak tradisional Jepang yang ditarik oleh manusia. Tarifnya saya pilih yang paling murah JPY3000 (selama 10 menit)

image

jinrikisha

3. Pasar Ikan Tsukiji : adalah pasar ikan terbesar di dunia yang memasarkan sekitar 2000 ton produk lautnya setiap hari. Senang bisa berkunjung kesini karena rencananya tahun 2016 pasar akan direlokasi keToyosu. Walau saat kami berkunjung pada siang hari yang bukan merupakan jadwal pelelangan ikan (jam 05.00-06.00) namun tidak sedikit wisatawan manca negara yang juga mengeksplor daerah ini untuk mengetahui seperti apa tempat penjualan ikan terbesar se antero dunia ini.

homemade knife @tsukiji market

homemade knife @tsukiji market. Pisau ini sukses sampe ke dapur rumahku tanpa disita imigrasi

4. Kappanbashi Dori : Nah disini langkah saya lama terhenti, bagaimana tidak,….di jalan sepanjang satu kilometer dengan ikon patung seorang chef yang sangat besar terdapat sekitar 150 toko yang menjual segala macam kebutuhan dapur. Mulai fridge magnet dengan bentuk lucu seperti sushi, udon, ramen, onigiri dan makanan khas Jepang lainnya. Selain itu dijual juga berbagai alat masak, chef jacket, dll. Huhu….rasanya seharian disini saya bakal betah hanya resikonya isi dompet yang rawan terkuras, duh.

image

fridge magnet termahal sedunia. harga satuannya bisa hingga 300 rebu perak

pilah-pilih chef jacket

pilah-pilih chef jacket

aku rela nambah bayar berat bagasi demi memiliki hot plate original homemade japan

aku rela nambah bayar berat bagasi demi memiliki hot plate original homemade japan

naik jinrikisha dari nakamishe ke kappanbasi dori

naik jinrikisha dari nakamishe ke kappanbashi dori

5. Nakamise market shopping centre : disini kami membeli souvenir dan oleh-oleh. Jangan pernah membayangkan yang namanya pasar di Jepang seperti pasar di Indonesia karena di Jepang pasarnya bersih, rapi dan tidak ada sampah sama sekali. Bahkan saat kami membeli es krim green tea si penjual menunjukkan tempat khusus untuk pembeli menghabiskan es krim. Jadi ngga boleh makan es krim sambil jalan karena worry belepotan di jalan.

nakamishe

nakamishe

6. Shibuya : di daerah ini terdapat patung Hachiko yang mengisahkan kesetiaan seekor anjing pada tuannya. Selain hachiko, persimpangan shibuya dikenal sebagai persimpangan terpadat di dunia. Tampak begitu banyak wisatawan yang merekam bagaimana kerumunan manusia dari berbagai bangsa menyeberang jalan secara serempak saat traffic light berwarna merah seluruhnya. Kami berdua juga mengabadikan momen tersebut, bahkan saat saya menyeberang berada diantara kerumunan diabadikan oleh rey dalam format video.

persimpangan terpadat shibuya saat traffict ;ight hijau

persimpangan terpadat shibuya saat traffic light hijau sehingga tidak tampak kerumunan orang menyeberang

7. Tokyo Dome : atau biasa disebut the big egg merupakan stadion kandang tim baseball Yomiuri Giants. Selain itu disini ada juga Tokyo Dome city yang didalamnya terdapat. hotel, taman bermain, resto, toko, dll.

image

tokyo dome

8. Harajuku. Hmm….siapa yang tak kenal dengan kawasan ini. Tidak ke Jepang kalau tak mampir kesini (katanya begitu). Sebelum ‘hijrah berbusana syar’i’ saya adalah salah satu penyuka harajuku style, kini tentunya berbeda :) . Di harajuku selain melihat berbagai gaya busana kami juga menikmati crepes yang legendaris karena telah berjualan sejak tahun 1976. Soal rasa tidak diragukan lagi tapi semoga makanan tersebut halal.

image

kami juga rela antri panjang untuk nyicip angel crepes

9. Museum Edo : dengan tiket JPY600/orang kami disuguhi informasi Jepang pada jaman edo. Museum ini ada 2 bagian yaitu Edo Zone dan Tokyo Zone. Edo zone menampilkan beragam benda bersejarah sedangkan di Tokyo zone kita akan mengetahui bagaimana perkembangan jaman edo hingga menjadi Tokyo masa kini. Seperti biasa Rey matanya ‘jelalatan’ dan tak henti mengamati tiap benda yang menurutnya sangat menarik hingga melahirkan decak kagum.

image

miniatur rumah jaman edo

10. Disneysea : Harga tiket promo sore after 6pm JPY3400/orang. Kami pernah bermain di disneyland Paris dan Hongkong, karenanya di Jepang sepakat tidak ke disneyland tapi memilih disneysea karena atraksi ini hanya ada satu-satunya di dunia. Permainan disini relatif diperuntukkan untuk usia remaja, dewasa hingga tua. Berbeda dengan disneyland yang menyediakan permainan mulai anak usia batita.

image

atraksi fav kami

Selanjutnya insyaAllah akan saya tulis detail pendakian gunung Fuji, eksplorasi kota Hiroshima, Kyoto, Osaka, dan Japanese culinary sebagai informasi bagi traveler yang hendak menjelajah Jepang.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 450 other followers