Mencinta karena ilmu dan iman

Bila cinta tidak didasari ilmu syar’i dan keimanan yang mendalam maka perwujudan rasa tersebut akan menjauhkan langkah dari syariat. Kini setelah sering berada di majelis ilmu, dimana malaikat menaungi pencari ilmu syar’i maka penjabaran cinta yang saya berikan tentu berbeda dengan sebelumnya. Begitu pula ketika keimanan menghujam tajam dalam hati maka bentuk cinta yang menghasilkan suatu tindakan tidak sama dengan bentuk cinta ketika rasa tersebut dilandasi hawa nafsu, nafsu duniawi.

image

menghadiri majelis-majelis ilmu

image

Berada diantara para penuntut ilmu syar'i di dalam 'taman surga'

Seiring waktu saya akhirnya mengerti cinta yang haq terwujud melalui perilaku yang mencerminkan ketaatan pada perjanjian dengan Allaah Ta’ala namun tidak ada ketaatan kepada manusia yang dalam perjanjiannya menyelisihi syariat Illahi. Rambu-rambunya Al qur’an dan hadits-hadits shoheh. Mencinta Rey dengan ilmu dan iman membutuhkan proses panjang yang akhirnya menghasilkan keputusan langkah yang akan diambil untuk masa depannya, yang berbeda dari perjanjian awal kami.

Cinta juga memberi kekuatan kepada saya untuk mengajak Rey bersama -sama menjadi manusia cerdas menurut islam. (Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?

Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan. sumber : muslim.or.id)

image

be smart!!

Ibu adalah madrasah utama bagi anak bukan sekedar penyuap nasi atau pencetak rupiah. Bismillaah…semoga Allaah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi kami dari kegigihan syaiton mengaburkan makna cinta dan tujuan hidup sesungguhnya.

A mommy who loves you ’cause Allaah

Jepang Juli 2014 (Culinary)

Selain susah mencari masjid, Jepang juga negara yang kita sebagai muslim akan kesulitan mendapatkan makanan halal. Hal ini sudah saya ketahui dari teman yang tinggal lama di negri samurai tersebut.

image

travel utensil, tupperware lover

image

mi instan, krupuk dan susu

“Hati-hati dengan makanan disana ya, Del. Harus selalu bertanya sebelum membeli makanan, amannya sih membawa juga bekal dari Indonesia “. Pesan dari teman ini menjadikan saya dan Rey memutuskan untuk membawa bekal ekstra dibanding travel kami ke negara lainnya. Bekal yang dibawa : mi instan, kerupuk, sambal dan susu bubuk.

(Kini sudah banyak ditawarkan paket tur khusus muslim dengan destinasi kampung muslim dan makanan-makanan halal. Jadi untuk pelancong yang biasa menggunakan jasa agen perjalanan bisa meminta moslem tour)

Selain menyantap bekal, kami juga icip-icip kuliner disana namun harus dengan ‘perjuangan’. Perjuangan disini maksudnya : menemukan resto incaran, bertanya makanan mana yang halal, cara transaksi manual dan mesin, menelan makanan yang tidak familiar. Berikut beberapa kuliner Jepang yang sempat saya dokumentasikan :

image

onigiri, ekstra hati-hati memilihnya krn sebagian besar mengandung babi dan arak. kami disarankan oleh seorang kasir muslim utk memilih yg halal

image

sushi, bento, onogiri dan makanan berbahan dasar nasi banyak dijual di setiap mini market

image

okonomiyaki ini special request ke chef-nya tanpa babi dan arak

image

sejenis donat bulat, lupa namanya apa

image

paket dinner yg kami pilih di salah satu resto kawasan Gion

image

kami memilih paket makanan serba ikan khas jepang, tetap dg request tanpa babi dan arak

image

free dessert diberikan oleh owner setelah kami menyerah tidak bisa menyantap sashimi. dicoba makan tetep kami ga bisa menelannya, katrok :)

image

ini resto tempat kami bersantap

image

kawasan gion banyak resto dengan harga yg cukup fantastis

image

green tea ice cream di Kyoto

image

bento, lauknya belut

image

angel crepes yg legendaris di kawasan harajuku

image

ramen di fuji summit

image

ramen juga saat istirahat pendakian fuji

image

soba, pilihannya mau dingin atau panas. kami pilih panas krn yg dingin worry ga doyan :)

image

kami katanya hanya punya 3 pilihan menu halal

image

chef sedang mengolah soba

image

cara bayarnya dengan mesin ini

image

tiket ini serahkan kepada chef, baru makanan pesanan dibuat

image

rey dg warga lokal yg mengantar kami menemukan soba resto di kawasan shibuya

image

touch screen drink machine

image

free ice cream di shibuya

image

kitkat green tea lebih murah beli di osaka drpd di tokyo

image

tokyo banana, enak sih tapi harganya itu lho kok brasa mahal :)

CLASSY is…

When a woman has everything to flaunt, but chooses not to show it

image

Jepang Juli 2014 (Osaka)

Kami memilih bermalam di Osaka Bay Tower Hotel karena dekat dengan Universal Studio. Hotel bintang 4 ini selain waktu tempuhnya sekitar 15 menit menuju Universal Studio juga terkoneksi dengan station Bentencho dan mall. Sebagai gedung tertinggi di kota Osaka , hotel ini memiliki pemandangan kota yang menakjubkan saat malam hari. Fasilitas yang diberikan : free wifi, privat bathroom, TV layar datar, AC, penghangat ruangan, sofa, komputer, toilet kit yang super lengkap dan layanan petugas yang memuaskan.

image

view dari balkon kamar kami di Osaka Bay Tower Hotel

image

ini lobby hotelnya

image

toilet kit di osaka bay tower hotel

image

universal studio osaka

Selain ke universal studio kami mengeksplor Shinsaibashi. Shinsaibashi merupakan shopping district di Osaka, seperti orchard road-nya Singapura, Champ Elysees di Paris, Tsim Sha Tsui di Hongkong dan beberapa fashion district lainnya di Milan, Berlin, London yang pernah kami kunjungi sebelumnya (perjalanan-perjalanan tersebut kami lakukan sebelum ‘hijrah’. Saya saat itu masih jahil sebagai shopaholic dan fashionista)

image

Shinsaibashi selalu jadi destinasi utama selain universal studio

image

Rey cukup banyak belanja di Uniqlo

Shinsaibashi selain menjual produk fashion, banyak juga penjual makanan dan souvenir. Disini kami membeli kitkat green tea dengan harga jauh lebih murah dibanding di Tokyo. Uniqlo juga menjadi pilihan karena penasaran dengan kualitas merk pribuminya negri sakura ini.

image

ini tombol yg harus ditekan dan memperlihatkan kartu JRP pada kamera yang ada di dekat tombol agar pintu dibuka

Yang paling mengesankan di kota ini bagi saya adalah layanan konsumen di stasiun. Bagaimana tidak membuat saya salut, Jepang memang selalu terdepan dalam hal layanan dan teknologi. Kami sebagai pemegang kartu Japan Rail Pass (JRP), yang memiliki fasilitas gratis naik kereta jaringan JR awalnya agak bingung saat akan keluar stasiun Bentencho menuju akses langsung ke hotel tidak ada petugas yang biasanya memeriksa JRP di jalur paling pinggir. Rey akhirnya yang membaca petunjuk bahwa pemegang JRP cukup menekan salah satu tombol, setelah tombol ditekan lalu terdengar suara di seberang sana agar kami memperlihatkan JRP di kamera CCTV, akhirnya pintu terbuka dan kami bisa melenggang dengan aman.

Jepang memang TOP, segala fasilitas dibuat sedemikian rupa sehingga kami pelancong dari negara yang ‘katrok’ teknologi sekalipun bisa memahami apa yang harus diperbuat. Kuncinya bagi kita adalah : MEMBACA, tentu petunjuk yang ada disitu berbahasa Inggris dan saya bersyukur Rey memahaminya dengan baik.

Yes We’r Traveler

image

berjuang bersama menapaki jejak para salafush sholih

Traveling menembus awan-lintas benua hingga mengetahui aneka budaya dan bertemu banyak manusia dengan karakter yang beragam telah kami lakoni sejak Rey usia batita. Kini memasuki usia baliqh, ketika Allaah menyayangi kami dengan pemberian hidayahNya, saya mengajak Rey travel ‘menembus langit’ untuk menatap wajah Allaah subhanahu wa ta’ala.

Ragam keindahan dunia mulai alam bawah laut hingga puncak gunung telah kami nikmati, kini kami mempersiapkan bekal untuk bisa menikmati indahnya surga yang kekal. Tiket menuju surga adalah rahmat Allaah azza wa jalla, untuk mendapat tiket tersebut kami ikhlaskan diri menghamba dan tunduk serta taat terhadap segala perintah dan laranganNya semaksimal kemampuan kami mengacu kepada tuntunan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

Manusia tidak luput dari kesalahan, begitupun saya. Walau menyadari diri ini berlumur dosa dan tidak akan dapat ditebus dengan sisa usia yang dimiliki, namun saya meyakini bahwa Rahmat Allaah lebih besar daripada murkaNya.

وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِن بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah “Salaamun-alaikum. Rabb-mu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al An’am : 54].

Bukan harta tapi akidah yang lurus yang akan saya wariskan kepada Rey. Harta harus dijaga dan berpotensi menjerumuskan sedangkan akidah justru akan menjaganya kelak.

“Zuhud bukan berarti miskin, tapi hilangkan cinta dunia pada hati kami ya Rabb. Bimbing kami untuk meletakkan harta di tangan bukan di hati. Cukupkan kami dengan rejekiMu yang HALAL dan BAROKAH”.

I said, “BIG NO 4 instant and frozen food”

Beberapa tahun lalu (lupa tepatnya kapan), saya dan Rey melakukan percobaan sederhana di rumah yaitu menggoreng french fries instan dan sosis lalu mendiamkannya dalam suhu kamar. Waktu berlalu hingga memasuki minggu kedua gorengan kentang dan sosis tersebut tidak juga basi malah berubah tekstur menjadi keras. Padahal logika sederhana otak saya mengatakan bahwa makanan tersebut harusnya basi pada hari kedua karena seperti info yang sering saya baca dari berbagai sumber yang ditulis oleh para ahli gizi atau praktisi kesehatan. Temuan sederhana ini akhirnya meyakinkan saya dan Rey untuk berhenti mengonsumsi makanan instan atau makanan beku baik nugget, sosis, french fries, juga makanan instant lainnya yang dijual di pasaran seperti pizza, burger, fried chicken, dll. Toleransi saya berikan pada Rey hanya sesekali saja menyantapnya bila dirasa keadaan “amat sangat terpaksa”.

Temuan sederhana tersebut membuktikan bahwa begitu banyaknya kandungan zat pengawet dalam makanan instan selain kandungan lainnya yang pasti berbahaya bagi tubuh (silakan baca hasil penelitian para ahli tentang hal ini). Saya tentu tidak ingin menjadi ibu yang sembrono lalu malas menyajikan makanan asal jadi dengan menumpuk frozen food di frezeer agar memudahkan proses menyajikan hidangan sehari-hari di rumah. Saya memilih dan menikmati kerepotan proses demi proses mengolah bahan mentah yang segar hingga disajikan dengan cantik diatas meja. Belajar tentang karakteristik bahan makanan hingga proses masak yang tepat merupakan sesuatu yang menyenangkan karena menjaga kesehatan adalah salah satu tindakan nyata rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

image

menghadirkan cita rasa dan performa fine dinning resto di rumah. All dishes are made by me : french fries, grill salmon and salad with fresh dressing

image

proses pembuatan french fries dg 2x goreng untuk mendapatkan tekstur yang renyah saya dapat ilmunya saat berada di gallery masterchef indonesia 2

image

jamur crispy, tepung yang saya gunakan bukan tepung bumbu instan tapi menggunakan campuran bbrp macam tepung yaitu : terigu, tapioka dan tepung beras lalu diberi garam, merica dan gula (tanpa penyedap rasa)

image

tim ikan gurame, menggunakan rempah alami (tanpa bumbu instan)

image

membuat sendiri makanan yang sering dijual di pasaran

image

saya menggunakan food processor untuk menghancurkan bumbu lalu menghaluskannya secara manual setelah itu

image

anti menggunakan bumbu instan

image

bikin bubur pake rice cooker zojirushi jd lebih mudah. Bubur yang kubuat dari beras merah diberi green tea yg kubeli dari Jepang

image

bubur beras merah-teh hijau ditaburi labu siam, ikan tenggiri dan bawang goreng

image

sehari-hari kami mengonsumsi nasi merah, sekali-kali saja menyantap nasi hitam seperti ini. Untuk melengkapi nutrisi yg baik dari nasi hitam kusajikan dg lalab wortel, sambal terasi, ayam goreng. Susunya untukku yg berusia 40 tahun sudah mulai memilih susu pasteurisasi bebas lemak

Traditional Food From My Pantry

Memasak makanan tradisional bukan berarti tanpa trik dan upaya agar tetap baik untuk kesehatan. Siapa yang tidak mengenal bakwan (jawa), bala-bala (sunda), otek-otek (kalimantan)?…. Nama- nama tersebut menunjukkan makanan yang sama yaitu campuran sayuran dan terigu yang digoreng. Panganan ini kerap dijumpai dipinggir jalan hingga cafe maupun resto.

Rey saya larang membeli makanan ini bila diketahui minyak untuk menggorengnya berwarna hitam apalagi yang dijajakan dengan pembauran asap maupun debu jalanan selain itu dikhawatirkan adonannya menggunakan penyedap rasa. Konsekuensi larangan tersebut maka saya membuat sendiri di rumah, dan setelah beberapa kali gagal karena tekstur yang tidak renyah sesuai harapan Rey akhirnya saya bisa juga membuat bakwan renyah tanpa penyedap rasa, digoreng dengan minyak baru, ditiriskan minyaknya diatas tisu sebelum di konsumsi dan yang pasti dimasak dengan penuh cinta :) .

Selain bakwan, makanan tradisional lainnya juga saya coba memasaknya di dapur rumah. Rempah alami tentu yang saya pilih dibanding bumbu instan. Aroma dan cita rasa rempah alami tak tergantikan oleh bumbu instan, selain itu rempah bermanfaat untuk tubuh sedangkan bumbu instan yang mengandung bahan kimia sangat berbahaya bagi kesehatan.

Selain pemilihan bahan yang baik, proses memasak yang tepat, alat masak juga berpengaruh terhadap nutrisi makanan yang dihasilkan. Untuk alat masak yang aman bagi kesehatan insyaAllaah akan saya tulis secara terpisah.

image

vegetables tempura (bala-bala) ala emaknya Rey

image

Untuk mendapatkan jantung pisang ini aku butuh waktu yang lama krn di pasar udah langka dijual

image

kacang merah masak santan

image

sambal ijo dan sambal merah selalu ready di frezeer. bawang putih cincang goreng untuk taburan tumis sayuran

image

salah satu minuman fav kami. markisa yg dipetik dari halaman rumah mixed with tea and honey

image

pohon markisa di halaman rumah

image

terong masak sambal ijo ditaburi teri dan bawang putih goreng

image

tumis kangkung "ala kadarnya"

image

udang saus padang

image

udang bakar ini kesukaan Rey. Kami juga setiap hari mengonsumsi fresh milk, tidak membiasakan minuman bergula

image

tempe penyet ala emaknya rey

image

cireng saus kacang

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 450 other followers