Terima Kasih Masa Lalu

Belajar  tidak tabarruj

Belajar tidak tabarruj (tak seolespun dempul di wajah, 110814)

TERIMA KASIH MASA LALU

 

Hitam…

Membuatku belajar tentang gelap

Membuatku berupaya mencari cahaya

 

Bukan lilin

Bukan lampu pijar

Bukan pula fanoos nan indah di tanah Kairo

 

Kuhanya mencari setitik cahaya

Dalam malam kubersujud

Dalam sujud kumeratap

Dalam ratap kubertobat

Dalam tobat kumenghamba

 

Tidaklah aku akan kembali kepada-Mu tanpa hidayah

Tidaklah kusempurnakan jilbab tanpa iman

 

(Agustus 2014, masih terus berproses)

adik, anak dan ponakan yang menyemangati

adik, anak dan ponakan yang menyemangati

 

gamis pinjaman adik

mengawali berjilbab syar’i dg meminjam gamis milik adik

 

ponakan yg excited melihatku dg jilbab syar,i

ponakan yg excited melihatku dg jilbab syar,i

 

hari pertama ngantor pake batik gamis dg jilbab syar"i (080814)

hari pertama ngantor pake  gamis batik dg jilbab syar”i (080814)

 

Bismillah, semoga istiqomah

Bismillah, semoga istiqomah (ngantor dg seragam baru yang longgar dan jilbab syar’i 110814)

Singapura (yang ke-sekian kalinya)

Negara ini sudah sangat tidak asing disambangi oleh WNI baik yang bertujuan wisata maupun bisnis atau sekedar ingin belanja, hangout bahkan tidak sedikit yang hanya transit sebelum melanjutkan penerbangan/perjalanan ke negara lain.

Rey udah punya selera fashion hehe

Rey udah punya selera fashion hehe @Changi

Kali ini saya dan Rey termasuk orang yang sekedar ingin menghabiskan akhir pekan sekalian bertujuan mencari sepatu hiking yang konon di negara ini memiliki koleksi lebih lengkap dari pada di tanah air.

Pada 21 Februari lalu dengan menaiki pesawat Jetstar VF 206 dari Soekarno Hatta pukul 22.00 WIB sampai di Terminal 1 Changi pukul 00.45 hari berikutnya. Kami memutuskan bermalam di terminal 2 Changi. Terminal 2 menjadi pilihan agar mudah naik MRT pada pagi harinya.

Ng-gembel di Changi

Ng-gembel di Changi

Bermalam di bandara bukan hal baru bagi kami karena saat traveling ke Eropa kami juga memilih tidur di beberapa Bandara karena penerbangan Ryan Air dan Easy Jet yang berbandrol promo selalu diterbangkan tengah malam atau dini hari. Selain menghemat waktu, menginap di bandara juga dapat menghemat uang dan tenaga. Hal tersebut lumrah dilakukan oleh sebagian besar traveler dengan berbagai pertimbangannya masing-masing.

AKOMODASI

Sabtu pagi kami membasuh wajah dan sholat subuh di  Changi, baru sekitar pukul 6 pagi bergegas menuju lantai basement untuk naik MRT. Dengan kartu EZlink yang diberi oleh teman kantor, saya dan Rey naik MRT dan akan turun di Stasiun Little India. Stasiun dengan aroma khas ini adalah pemberhentian terdekat menuju hostel Hangout Mount Emily dimana kami akan menginap.

perhatikan petunjuk krn ada bbrp jalan menuju Hangout Hostel

perhatikan petunjuk krn ada bbrp jalan menuju Hangout Hostel

taman ini tepat di depan hostel

taman ini tepat di depan hostel

Hostel ini saya pesan melalui Hostelling International seharga SGD141 (include membership yang berlaku di seluruh dunia). Perjalanan menuju Hangout mt. Emily memerlukan ‘perjuangan’ lho karena jalannya menanjak dan jaraknya cukup jauh dari stasiun sehingga hostel ini cocok bagi pelancong tanpa koper besar.

Privat room. disini ada pilihan sharing room juga

Privat room. disini ada pilihan sharing room juga

free breakfast @hangout hostel

free breakfast @hangout hostel

pemandangan unik menuju Hostel. Rumah mungil klasik dg bentuk jendela yg sama tapi warnanya beda-beda

pemandangan unik perjalanan menuju stasiun dari hostel. Rumah mungil klasik dg bentuk jendela yg sama tapi warnanya beda-beda

Perjuangan menuju Hostel terbayar sangat layak karena kami disambut oleh staf yang ramah, bahkan kami diijinkan cek in lebih awal (saat itu pukul 8 pagi), kami juga langsung berhak menikmati fasilitas free wifi juga minuman (teh/kopi). Rasanya seperti mendapat durian runtuh, kamipun langsung leyeh-leyeh sejenak di kamar mungil nan bersih dengan fasilitas AC, privat bathroom namun tanpa TV (TV, komputer, meja billiard tersedia di area dinning room dimana para traveler dari berbagai negara bisa saling berkenalan dan bercengkerama).

DESTINASI

Setelah melepas lelah di kasur empuk hostel, sekitar pukul 10.30 kami menuju Marina Bay Sands, di area baru andalan Singapura tersebut saya ingin mengajak Rey untuk mendatangi beberapa atraksi wisata yaitu Garden By The Bay, Art Science Museum, Helix Bridge, OCBC Bridge, Super trees, dll.

narsis dari cermin @stasiun MRT

narsis dari cermin @stasiun MRT

sesuai warna kostum :D

sesuai warna kostum :D

Helix Bridge

Helix Bridge

Garden by The Bay dg latar MBD, OCBC Bridge, Super Tree

Garden by The Bay dg latar MBS, OCBC Bridge, Super Tree

Dari semuanya yang paling menyenangkan bagi Rey saat memasuki Art Science Museum, mulai 25 Januari – 27 Juli 2014 mengusung tema DINOSAURS Dawn To Extinction. Tiket masuk untuk dewasa SGD24, akan berbeda tarifnya bagi warga Singapura atau pelancong yang menginap di MBS Hotel. Oya awalnya saya berencana menginap di hotel mewah tersebut yang berharga sekitar 2 juta/malam karena ingin menikmati sensasi berenang di infinity pool-nya. Saya akhirnya membatalkan kamar yang telah dipesan melalui http://www.booking.com karena Rey protes, “Ngapain buang-buang duit Mami. Mending nginep di hotel biasa aja jadi uang lebihnya bisa buat belanja. Rey juga ngga akan mau berenang disana, serem ah ama ketinggiannya. Kecuali kalo mami mau berenang sendiri”.

selalu excited....@Art Science Museum

selalu excited….@Art Science Museum

menuju pintu masuk Sea Aquarium

menuju pintu masuk Sea Aquarium

stand Palembang di area pameran Sea Aquarium

stand Palembang di area pameran Sea Aquarium

biasanya es ini harga SGD1, kok jadi naik SGD1,2

biasanya es ini harga SGD1, kok naik jadi SGD1,2

malming di Merlion Park

menyatukan atraksi andalan Singapura ke dalam satu frame : Spore flyer, Helix Bridge, Art Science Museum, Esplanade, MBS, Merlion

Selain mengunjungi beberapa atraksi di MBS kami juga melihat aneka ikan di SEA Aquarium yang dinobatkan sebagai akuarium terbesar di dunia dengan harga tiket masuk SGD38. Dan malamnya kami bersama wisatawan lainnya dari berbagai negara menyaksikan atraksi laser di puncak MBS dari Merlion Park.

Nyantai dulu sebelum berburu sepatu hiking

Nyantai dulu sebelum berburu sepatu hiking

pilah-pilih @Takashimaya

pilah-pilih @Takashimaya

Colombia Hiking Shoes, insyaallah akan kami pake mendaki gunung Fuji Jepang

Colombia Hiking Shoes, insyaallah akan kami pake mendaki gunung Fuji di Jepang

Minggu sebelum kembali ke tanah air kami mampir ke Orchard Road untuk membeli sepatu hiking, alhamdulillah di Takashimaya tengah berlangsung promo sehingga harga yang kami bayar jauh lebih murah dibanding membelinya di tanah air.

Perjalanan singkat ini tidak memiliki kesan khusus karena banyak orang pasti pernah mengalami apa yang kami lakukan, satu hal yang menjadi hikmah adalah sepulang ke Bandung saya langsung merombak taman mungil halaman rumah yang selama ini terbengkalai. Hati kecil saya malu kepada Singapura yang memiliki keindahan dan keasrian Garden by The Bay, kenapa saya yang tinggal di Bandung sebagai penyandang kota kembang kok taman rumahnya sangat gersang.

halaman rumahku sebelum ke Singapura

halaman rumahku sebelum ke Singapura

Efek positif malu pada Singapura

Efek positif malu pada Singapura

cahaya lampu warna ungu krn kupake toples tupperwar. Ini menginspirasi teman membuat lampu taman dari toples tupperware hehe

cahaya lampu warna ungu krn kupake toples tupperware. Ini menginspirasi teman membuat lampu taman dari toples tupperware juga hehe

kolam ikan di ruang tengah rumahku, blom berani memelihara banyak ikan

kolam ikan di ruang tengah rumahku, blom berani memelihara banyak ikan

merawat dg cinta, lelahpun tak terasa (pulang kantor selalu beresin dan menyiram taman dulu sebelum masuk rumah)

merawatnya sepenuh hati, lelahpun tak terasa (pulang kantor selalu membersihkan dan menyiram taman dulu sebelum masuk rumah)

kalo gini ga malu kan menyebut diri tinggal di kota kembang hehe

image
Alhamdulillah kini taman mungil rumah saya tampak asri dan cantik sehingga mengundang banyak komentar teman diantaranya, “Nah kalau begini kan cantik, cocok dengan penghuninya dong”. “Terima kasih Singapura”, batin saya setiap melihat bunga mekar beraneka warna dan ikan-ikan lincah berlarian di kolam yang letaknya di ruang tengah rumah. Kemanapun kaki ini melangkah untuk plesir, rumah selalu menjadi tempat yang saya rindukan karena RUMAHKU SURGAKU…DAPURKU DUNIAKU…ANAKKU JIWAKU.

Jelajah Nusantara (9) : Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau

@ocarina-batam

@ocarina-batam

Apa perbedaan Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau?, hayo….yang mengaku WNI tulen bisakah menjelaskan perbedaan kedua wilayah tersebut. Ngaku ah…saya sendiri baru mengetahui perbedaannya setelah akhir Desember tahun lalu saat menginjakkan kaki disana hehe (parah…). Berikut saya kutip dari wikipedia yang menerangkan bahwa Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau adalah wilayah yang berbeda.

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selat Panjang, Bagaisiapiapi, Bengkalis, Bangkinang dan Rengat.

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga.

Desember tahun lalu tepatnya tanggal 16-20 saya ada agenda rapat koordinasi dari kantor di Pulau Batam, jadwal tersebut bertepatan dengan rencana plesir saya dan Rey ke Pekanbaru karena telah mengantongi tiket promo Air Asia Bandung-Pekanbaru/PP keberangkatan 14 Desember 2013 yang saya beli pada 14 Januari 2013 seharga Rp. 778.400,00  include bagasi 15 kg. Dengan begitu akhirnya saya memutuskan mengajak Rey ke Batam menemani saya Rapat karena dia sudah selesai ujian semester sehingga tidak ada lagi pelajaran di sekolahnya, hanya saya melewatkan acara pengambilan progress report pada Sabtu 21 Desember. Saya langsung membuat itinerary ke Provinsi Riau dan Provinsi Kepri,  perjalanan tersebut akan kami lakukan sebelum rakor dilanjut usai rakor sementara peserta lainnya kembali ke kota masing-masing.

A. Provinsi Riau

Mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Sabtu 14 Desember pukul 07.20 pagi setelah penerbangan selama kurang lebih 1 jam 40 menit dari Bandung kami langsung menuju toilet sebelum mengambil bagasi. Toiletnya bersih dan seperti biasa saya selalu senang berbincang dengan petugas kebersihan untuk mengetahui motivasi apa yang membuat mereka begitu terampil menjaga kenyamanan ruang yang sering disebut banyak orang sebagai ‘area belakang’ ini.

ibu Mimin petugas kebersihan toilet bandara

ibu Mimin petugas kebersihan toilet bandara

siap2 berburu trans metro

siap2 berburu trans metro

Ibu Mimin yang bertugas pagi itu mengatakan bahwa pekerjaan ini dia lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas sehingga dia sendiri tidak akan tahan bila melihat toilet kotor dan berantakan. Nalurinya akan langsung tergerak merapikan dan membersihkannya terlepas dari tingkah polah sebagian  orang yang memandang rendah profesi dirinya.

1. Hotel

Di ibu kota provinsi Riau ini saya memutuskan untuk menginap semalam di hotel Grand Tjokro yang terletak di jl. Jendral Sudirman no. 51. Lokasi strategis dan bangunan baru dengan desain minimalis menjadi pertimbangan pemilihan hotel ini. Saat itu saya membeli voucher kamar superior di groupon seharga Rp. 375.000,00, lebih murah lima puluh ribu rupiah dibanding public rate, lumayan hehe.

superior room grand tjokro

superior room grand tjokro

2. Transportasi

Dari bandara kami menggunakan trans metro menuju hotel dengan tarif Rp. 3.000,00/orang. Menemukan halte bus trans metro menuju Jl. Jendral Sudirman perlu perjuangan yang cukup berat lho. Keluar dari pintu kedatangan kami belok kanan dan terus menyusuri area parkir kendaraan hingga menemukan sebuah pintu gerbang yang terkunci gembok. Setelah saya amati pintu tersebut bisa kami lewati karena rantainya cukup panjang sehingga badan ramping saya dan Rey bisa menyelinap diantara pagar besi tersebut.

trans metro pekanbaru

trans metro pekanbaru

saat nunggu trans metro

saat nunggu trans metro

Urat malu saya dan Rey memang sudah putus karena beberapa taksi yang menghampiri dengan lantang kami tolak  dan langkah  terus diayun menuju halte Simpang Tiga.

di salah satu Lounge Bandara Pekanbaru

di salah satu Lounge Bandara Pekanbaru

bersama ibu muslim di depan rumahnya di kota Bangkinang

bersama ibu muslim di depan rumahnya di kota Bangkinang

2 hari 1 malam keberadaan kami di provinsi Riau cukup puas menjajal berbagai moda transportasi umum seperti angkutan kota, trans metro, bus umum dan elf. Kami menggunakan elf ketika memutuskan ke kota Bangkinang untuk menonton festival kesenian daerah. Elf dari Pekanbaru ke Bangkinang tarifnya Rp. 15.000,00/orang namun menjadi gratis karena kami berdua dibayari oleh seorang bapak setengah baya yang menggemari traveling juga seperti kami. Saya dan Rey diajak mampir ke  rumahnya di kota Bangkinang selepas melihat festival seni. Berkenalan dengan istri, anak dan keluarga lainnya. Kembali ke Pekanbaru kami diberi tumpangan gratis oleh Bapak Muslim yang kebetulan mereka sekeluarga hendak menuju Pekanbaru menghadiri pernikahan salah seorang kerabat. Traveling = menambah saudara = feeling great.

Oya ciri khas transportasi umum baik di Pekanbaru, Bangkinang maupun Batam adalah alunan musik remix yang memekakakan telinga tapi namanya pendatang ya kami hanya pura-pura budeg aja selama membaur di dalamnya hehe. Selain irama gaduh, interiornya juga hmm….istilah apa yang tepat untuk menggambarkan banyak barang yang digantung misal boneka lusuh, sticker di seluruh body mobil, bahkan ada angkot yang bagian dalamnya dihiasi oleh patung tengkorak seukuran tubuh saya. ALAMAK….

3. Kuliner

Setelah menitipkan koper dan sebelum memulai eksplorasi kota Pekanbaru kami mencari tempat makan terlebih dahulu untuk sarapan. Sesuai saran supir angkutan umum yang kami naiki akhirnya memilih makanan khas melayu di RM. Ampera Cha-cha dengan menu andalannya adalah ikan salai. Ikan salai dan sayuran disini semuanya dimasak santan, enak sih di lidah tapi hati saya tetap kurang sreg menimbang kandungan kolesterol dan lemak yang terpaksa dibiarkan meluncur masuk ke dalam perut hikz. “Lupakan sementara healthy food ya Rey, kita sikat aja makanan ini”, seru saya kepada bujang ganteng yang berada dihadapan sambil memulai suapan pertama.

ikan salai, dkk

ikan salai, dkk

serba 8000/porsi

serba 8000/porsi

Harga makanan disini sangat murah, Rp. 8.000,00/porsi sudah termasuk nasi, lauk dan segelas teh manis.

Selain Ampera Cha-cha, esok harinya kami makan siang di pondok lesehan Ulak’an. Disini kami memesan ikan bakar dan ayam bakar, cita rasanya cukup enak walau ikannya tidak fresh dan ngeri melihat banyaknya minyak yang ada di setiap masakan.

enak tapi serem ama minyaknya

enak tapi serem ama minyaknya

@bangkinang

@bangkinang

Saat mendatangi kota Bangkinang dimana tengah berlangsung festival seni kami sempat mencicipi beberapa kuliner setempat, yang unik sebutan sate di Bangkinang bukan berdasarkan bahan dasar misal sate ayam, sate kambing atau sate sapi. Awalnya saya bingung kenapa dijual sate kacang atau sate tepung, jawaban kebingungan saya sirna setelah si penjual mengatakan bahwa penamaan tersebut berdasarkan bumbunya misal sate kacang artinya sate ayam/sate kambing/sate sapi bumbu kacang sedangkan sate tepung berarti bumbunya semacam sate padang kalau di Bandung. Hmm…That’s why I love traveling, menambah wawasan dan pengalaman :) .

4. Destinasi

a. Masjid Agung An Nur Pekanbaru

Masjid Agung An Nur dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968 dan saat ini merupakan salah satu yang termegah di Indonesia. Bangunannya dipengaruh dari gaya arsitektur Melayu, Turki, Arab dan India. (sumber : wikipedia).

jepret dulu sebelum masuk waktu sholat

jepret dulu sebelum masuk waktu sholat

ruang sholat masjid An Nur

ruang sholat masjid An Nur

Terdapat eskalator untuk menuju ruang sholat di lantai 2 yang dioperasikan pada waktu-waktu tertentu misal sholat jumat, sholat idul fitri, sholat idul adha atau bila ada perayaan khusus. Bangunan megah berwarna hijau ini sangat menonjol diantara bangunan lainnya di kawasan itu yang merupakan jantung kota Pekanbaru.

Disini kami menunaikan sholat dzuhur sebelum menuju kota Bangkinang

b. Masjid An Namira

Di masjid bergaya arsitektur klasik ala Eropa ini kami beserta keluarga pak Muslim menunaikan sholat maghrib. Keunikan An Namira adalah keberadaan toko-toko di depannya yang berdesain serupa dengan masjid. Suasana ini mengingatkan saya pada sudut-sudut kota Verona-Italia dimana saya dan Rey menyusuri jalan menuju patung Juliet.

hiks kamera saya tdk bisa menangkap

sesaat setelah sholat maghrib

c. Tugu Zapin

Tugu yang berlokasi di pertigaan Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Gajahmada ini dibangun pada 28 Desember 2011 dan menghabiskan dana sekitar Rp 4,497 M. Awalnya masyarakat Riau khususnya Pekanbaru bersikeras untuk menolak pembangunan Tugu Zapin karena dinilai oleh sebagian orang mempertontonkan gerakan erotis si penari wanita. Patung tersebut menggantikan Tugu Pesawat Terbang sebagai ikon kota yang melambangkan perlawanan masyarakat Riau kepada para penjajah
ambil gambar tugu Zapin bagian belakangnya aja

ambil gambar tugu Zapin bagian belakangnya aja

Adalah I Nyoman Nuarta sang pemahat dari Bali ini pasti telah mendengar begitu banyak kontroversi mengenai hasil karyanya terkait kemolekan tubuh si penari wanita, namun hingga kini patung sepasang penari tersebut masih berdiri megah di jantung kota Pekanbaru.

d. Yang terlewatkan
Destinasi tujuan yang terlewatkan alias tidak sempat kami kunjungi padahal ada di daftar yang saya tulis adalah : Candi Muara Takus (batal karena sulitnya transportasi umum kesana dan mahalnya tarif sewa mobil), Museum Sang Nila Utama (sudah tutup saat kami datang), tempat wisata keluarga Alam Mayang (Menurut Rey tidak menarik).
B. Provinsi Kepulauan Riau
1. Hotel
Minggu 15 Desember 2013 kami menginap di Rama hotel Batam, tarif Rp. 160.000,00/malam yang saya beli melalui http://www.booking.com.
sampe batam modal tukar poin garuda

sampe batam modal tukar poin garuda

Kami menginap disini semalam sebelum bergabung bersama teman-teman kantor saya di The BCC Hotel pada senin 16 Desember hingga Jumat 20 Desember. Rama hotel saya pilih dengan pertimbangan waktu tiba di Batam adalah malam hari setelah penerbangan dengan pesawat Garuda dari Pekanbaru. Tiket pesawat ini saya peroleh dengan menukar mileage sehingga saya hanya membayar pajak bandara Rp. 40.000,00/orang.

bawa konsol game ps3 dari rumah utk main di hotel sementara emaknya rakor

bawa konsol game ps3 dari rumah utk main di hotel sementara emaknya rakor

Fasilitas Hotel Rama cukup memenuhi kebutuhan kami hanya untuk mandi dan tidur semalam, keunggulannya adalah jarak menuju sup ikan yongki bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

sky view hotel

sky view hotel

the bcc hotel

the bcc hotel

Di kota Batam kami menginap di 3 hotel yang berbeda :

- Rama Hotel (kawasan Nagoya)
- The BCC Hotel (kawasan Nagoya)
- Sky View Hotel (Batam kota)
2. Transportasi
Selama di Kepri (Kepulauan Riau) saya menggunakan beberapa moda transportasi, diantaranya :
a. Taksi
- Dari bandara Hang Nadim ke Hotel Rama Rp. 90.000,00.(Argo non blue bird)
- Dari Hotel Rama ke The BCC Hotel Rp. 40.000,00 (tanpa argo)
- Dari The BCC Hotel ke pelabuhan Punggur Rp. 105.000,00 (blue bird)
- Sky view hotel ke bandara Rp. 78.000,00 (blue bird)
b. Angkutan kota
Moda transportasi ini kami gunakan untuk perjalanan di dalam kota Batam dan menuju kota Batam sepulang dari pulau Bintan (pelabuhan Punggur). Tarif angkutan umum di Batam menurut saya paling mahal seluruh Indonesia, Rp. 20.000,00/orang dari Punggur ke kawasan Nagoya. Sedangkan tarif dalam kota berkisar Rp. 6.000,00-Rp. 10.000,00, dibandingkan dengan kota lain bahkan kota Bandung sekalipun tarif angkot hanya Rp. 3.000,00 untuk jarak dekat.
c. Ferry
- Batam ke Bintan selama kurang lebih 60 menit menggunakan ferry Baruna dengan tarif Rp. 55.000,00/orang tambah pass penumpang Rp. 5.000,00/orang.
- Bintan ke Batam menaiki speedboat dengan tarif Rp. 42.000,00/orang (waktu tempuh 15 menit).
- Menyeberang ke Pulau Penyengat dengan perahu nelayan Rp. 12.000,00/orang.
keberangkatan paling pagi ke bintan

keberangkatan paling pagi ke bintan

ruang kabin ferry baruna

ferry baruna

d. Sewa Mobil dan Bentor

- Sewa mobil di Bintan plus driver Rp. 250.000,00. BBM Rp.150.000,00. No kontak (ibu Yati : 08126164440)
- Sewa mobil di Batam plus driver Rp. 250.000,00. BBM Rp. 150.000,00 No kontak (Renold : 085264297444)
- Sewa bentor di pulau Penyengat Rp. 30.000,00
nyaman dong keliling pulau dg bentor

nyaman dong keliling pulau dg bentor

Sewa mobil di kedua kota tersebut sangat memuaskan sehingga bisa saya rekomendasikan untuk pelancong lainnya

e. Ojek
Dari pemberhentian angkot/Damri menuju gerbang masuk Ocarina dan sebaliknya kami menaiki ojek dengan tarif Rp. 10.000,00/motor. No kontak untuk sewa ojek (Ardi : 081261715714).
berbagai moda transportasi yg kami pilih

berbagai moda transportasi yg kami pilih

f. Damri

Menggunakan Damri saat kami hendak menuju pantai Ocarina-Batam, tarif Rp. 4.000,00/orang. Trayek Damri di Batam tidak banyak sehingga warga mayoritas menggunakan angkutan umum.
g. Pesawat
Merelakan tiket AA Pekanbaru-Bandung hangus lalu saya memutuskan naik pesawat Garuda untuk pulang ke Bandung dari pada Lion Air, padahal Garuda mendarat di Jakarta sedangkan Lion Air mendarat di Bandung. Rey telanjur sering menonton berita tentang pilot Lion Air yang bermasalah sehingga enggan menumpang salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia ini.
Garuda juga delayed lho ternyata hehe

Garuda juga delayed lho ternyata hehe

end of a long trip

end of a long trip

3. Kuliner

a. Sup ikan Yongki, makanan ini adalah salah satu favorit saya. Pertama kali menyantap makanan berkuah ini di Jakarta belasan tahun lalu.
nyum nyum...sop ikan yongki batam

nyum nyum…sop ikan yongki batam

b. Mi Tarempa, kuliner ini dikenalkan oleh pak Renold driver mobil yang kami sewa. Ini menjadi santapan favorit lainnya setelah Sup ikan Yongki

mi tarempa : murah dan enak

mi tarempa : murah dan enak

suasananya yg asik di RM. Fatmawati

suasananya yg asik di RM. Fatmawati

mi tarempa dan sup ikan

mi tarempa dan sup ikan

c. RM. Fatmawati di pantai Ocarina, suasana yang menjadi daya tarik makan disini karena berada di bibir pantai sehingga terkesan romantis hehe. Kalau rasa makanannya sih so-so aja.

Rey dg driver rent car

Rey dg driver rent car

RM. Singgah Selalu Bintan

RM. Singgah Selalu Bintan

d. RM. Singgah Selalu Tanjungpinang Bintan, kami sarapan disini selepas perjalanan menggunakan ferry dari pulau Batam. Harga makanannya relatif murah dan rasanya enak. Bertiga dengan driver saya hanya membayar sebesar Rp. 70.000,00.

4. Destinasi
a. Kawasan Nagoya-Batam, pusat jual beli alat elektronik di Batam. Tempat ini sudah sangat tidak asing sehingga saya tidak akan mengulas secara detail. Saya disini membeli kamera mirrorless lengkap dengan lensanya sedangkan Rey membeli ponsel Sony Experia Z. Tentang harga?, ngapain jauh-jauh beli di Batam kalau harganya lebih mahal dari pada di Jawa hehe..
b. Pantai Ocarina-Batam, biasa disebut Mega Wisata Ocarina ini adalah sebuah tempat wisata pantai yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari 2009. Ocarina berada di lahan seluas 40 hektar berada di tepian Teluk Kering, dan komplek perumahan mewah Costarina.
pantai ocarina

pantai ocarina

kami berdua sama2 shio kelinci

kami berdua sama2 shio kelinci @ocarina

Minggu pagi 22 Desember 2013 sebelum malamnya take off menuju Jakarta, saya mengajak Rey melihat aktivitas warga Batam menghabiskan akhir pekan. Walau sebelumnya kami pernah memasuki kawasan ini untuk bersantap di RM. Fatmawati yang berada di bibir pantai Ocarina namun kesan yang didapat sungguh berbeda.

warga berwisata di ocarina

warga berakhir pekan di ocarina

Tampak rombongan keluarga kecil maupun keluarga besar berlibur di ancol-nya Batam ini pada minggu pagi. Banyak permainan yang ditawarkan seperti sewa sepeda, ayunan, giant wheel, patung-patung shio, dll. Untuk masuk kawasan ini hanya perlu membayar tiket Rp. 10.000,00/orang.

c. Mega Mall-Batam, disini kami menghabiskan sabtu malam dengan menikmati hidangan di food court dan menonton film di XXI. Kami berlaga layaknya warga lokal, bersantai menikmati setiap sudut sekitar mall terbesar di Kepulauan Riau ini. Yang menggembirakan di Sabtu ini adalah kabar bahwa Rey ranking 1, absen mengambil progress report tapi hati kami riang gembira. Begitu banyak orang bertanya bagaimana prestasi sekolah Rey jika sering diajak emaknya plesir, tentu saya tidak pernah menanggapinya dengan kalimat pembelaan karena alhamdulillah sampai detik ini Rey bisa bertanggungjawab terhadap cita-citanya dan menunjukkan prestasi yang baik. Dia selalu mendapat peringkat ‘atas’ di sekolahnya serta  mewakili sekolah dalam lomba english speech, olimpiade matematika, dll.
Saya selalu mengingatkan, “Masa depan Rey ada di tangan Rey, mami hanya mendukung dan mengarahkan. Bercita-cita menjadi seorang ilmuwan bukan hal yang mudah, Rey harus bertanggungjawab dan disiplin serta fokus untuk meraihnya. Mami ajak Rey traveling sebagai salah satu cara membuka selebar-lebarnya wawasan dan pengalaman untuk bekal Rey nantinya hidup jauh dari mami. Setahun lagi Rey bersama mami dan itu takkan mami sia-siakan karena setahun sangat singkat. Saatnya nanti Rey sekolah di luar negeri harus selalu ingat Tuhan dan takutlah pada-Nya. Mami jauh, papi mungkin sibuk tapi Allah SWT selalu dekat jadi jangan pernah berpikir ada sejengkal tanah yang luput dari penglihatan-Nya”. Rey selalu terdiam dan mengangguk perlahan, semoga dapat tertanam dalam ingatannya dan menjadi motivasi meraih cita-cita. You’r centre of my life son….
musholla @mega mall batam

musholla @mega mall batam

jembatan penghubung mega mall dg pelabuhan

jembatan penghubung mega mall dg pelabuhan

nonton film ronin @mega mall

nonton film ronin @mega mall

ikon batam dari lantai 2 masjid agung batam centre

ikon batam dari lantai 2 masjid agung batam centre

d. Sekupang-Batam, Di KTM Resort terdapat patung Dewi Kwan Im yang menjadi salah satu tujuan kedatangan wisatawan etnis Tionghoa. Posisi patung ini awalnya berada di dataran tertinggi KTM namun karena adanya protes dari berbagai pihak patung dipindahkan. Protes tersebut dilayangkan karena patung tampak jelas terlihat dari Singapura sehingga dianggap sebagai ikon kota Batam oleh para wisatawan.

@KTM sekupang

@KTM sekupang

KTM Resort sekupang

KTM Resort sekupang

e. Pantai Nongsa-Batam, disebut sebagai salah satu pantai terindah di pulau Batam. Kami hanya sebentar berada disini karena hujan mengurungkan langkah kami menuju pantai yang berpasir putih ini. Namun keindahannya hingga kini terekam dengan jelas dalam ingatan saya, sungguh Indonesia memiliki alam yang luar biasa.

privat beach @nongsa-batam

privat beach @nongsa-batam

mandorin rey ambil angel foto :p

mandorin rey ambil angel foto :p

foto disini aja antri lho hehe

foto disini aja antri lho hehe

f. Kaos T-Obenk Batam, saya dan Rey memesan kaos disini yang bergambar foto pilihan masing-masing. Info lengkap ada disini : http://t-obenk.blogspot.com/

nunggu pesanan kaos

nunggu pesanan kaos

g. Pulau Penyengat-Bintan, cukup meyewa bentor seharga Rp. 30.000,00 kami bisa menjelajah pulau Penyengat.Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Tanjung Pinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat dituju dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong. Dengan menggunakan bot pompong, memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Salah satu objek yang bisa kita liat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Pulau penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu situs warisan dunia. (sumber : wikipedia)

komp makam Raja Ali

komp makam Raja Ali

di bagian dalam makam

di bagian dalam makam

istana yang terbengkalai

istana yang terbengkalai

warna kuning-hijau khas melayu @masjid pulau penyengat

warna kuning-hijau khas melayu @masjid pulau penyengat

h. Pantai Trikora-Bintan, disini kami hanya singgah untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan menuju pantai Lagoi. Sepenglihatan saya Pantai Trikora bila dikelola secara optimal bisa menjadi objek wisata andalan, sayangnya disini tampak semuanya tidak tertata padahal bebatuan yang ada disini tak kalah indah dari pantai di pulau Belitung (Laskar Pelangi).

Rey lagi2 males difoto @pantai trikora bintan

Rey lagi2 males difoto @pantai trikora bintan

i. Pantai Lagoi-Bintan, ini adalah destinasi utama pulau Bintan sehingga layak ada jargon, belum ke Bintan kalau tidak ke Lagoi. Yup…eksklusivitas Lagoi dengan harga yang dipatok menggunakan Dollar Singapore sangatlah pantas. Hampir semua kawasan pantai Lagoi menjadi ‘hak paten’ hotel-hotel atau resort yang berada disana. Privat Beach tersebut hanya bisa dikunjungi atau dinikmati fasilitasnya oleh tamu hotel jadi kami pengunjung yang tidak menginap harus cukup puas ‘ngiler’ melihat semua itu.

privat beach @lagoi bintan

privat beach @lagoi bintan

Kelembutan pasir putihnya dan gemulainya deburan ombak disini menjadi lokasi favorit turis mancanegara untuk melakukan berbagai aktivitas mulai snorkeling, diving, surving, jetski, dll. Saya hanya terpana dan mengumpat dalam hati, “Kenapa keindahan ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir manusia yang notabene bukan WNI”.

Saya dan Rey masih beruntung karena bisa masuk ke salah satu resort dan sekejap merasakan atmosfir sekitar pantai, beda halnya dengan warga lokal yang untuk masuk saja mereka dilarang kalaupun diijinkan mereka diperbolehkan menginjakkan kaki di sisi pantai yang terasing (tempat parkirnya pun dibedakan), sungguh mengenaskan.

j. Jembatan Barelang-Batam (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya “Jembatan Barelang”, namun ada juga yang menyebutnya “Jembatan Habibie”, karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

entenglah menyangga jembatan barelang haha

entenglah menyangga jembatan barelang haha

dg temen2 kantor disela2 rakor

dg temen2 kantor disela2 rakor

Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Apabila Kota Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan Jembatan Barelang (Barelang Bridge).

Nama Jembatan Barelang yang di berikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu.

menantang maut :p

jepret dulu sebelum nyebrang jembatan :p

dg temen2 lagi

dg temen2 kantor lagi

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer.

Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan.Keenam buah jembatan Barelang tersebut terdiri dari:

  1. Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), jembatan yang terbesar
  2. Jembatan Nara Singa (jembatan II)
  3. Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
  4. Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
  5. Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
  6. Jembatan Raja Kecik (jembatan VI). (sumber : wikipedia)

k. Pulau Galang biasa disebut kampung Vietnam. Pulau Galang menjadi saksi kelam sejarah dan tragedi para pengungsi Perang Vietnam.

monyet menyambut kami di pulau galang

monyet menyambut kami di pulau galang

situs bersejarah yg sepi pengunjung

situs bersejarah yg sepi pengunjung

perahunya para pengungsi

perahunya para pengungsi

barak pengungsi

barak pengungsi

Ini merupakan peninggalan dari pengungsi warga Vietnam yang menolak peperangan. Mereka dibantu oleh UNHCR PBB untuk dibuatkan fasilitas seperti tempat ibadah, rumah sakit dll.

gereja @pulau galang

gereja @pulau galang

banyak juga pengungsi yg dimakamkan di pulau galang

banyak juga pengungsi yg dimakamkan di pulau galang

Tetapi kisah mereka tidak sepenuhnya happy ending, karena terdapat juga tempat penggemblengan kaum muda dan penjara, karena banyak juga tindakan kriminal. Di pulau ini dulu banyak terjadi pembunuhan dan pemerkosaan. Stress dan depresi kerap menghantui setiap orang. (sumber : detik.travel.com)

………………………………….

Saya dan Reyhan adalah traveler yang bukan sok miskin dengan pemilihan segala sesuatu yang ‘serba murah’ bukan pula turis manja yang selalu enggan keluar dari ‘zona nyaman-nya’. Saya hanya ingin mengajak Rey merasakan sisi lain kehidupan agar dia memiliki empati, rasa sayang dan ringan tangan membantu kaum papa (dalam pelaksanaannya biarlah hanya Tuhan yang tahu agar terhindar dari sifat Riya). Alhamdulillah sejak lahir dia belum pernah merasakan hidup kekurangan materi sedikitpun, tapi itu bukan berarti saya akan memanjakannya karena hidup memerlukan daya juang. Bahwa kami memilih angkot bukan karena tidak punya mobil, bukan pula karena tidak mampu bayar taksi. Memilih budget hotel bukan tidak memiliki rumah yang nyaman dengan segala fasilitas didalamnya, bukan pula memaksa sok borju agar diangggap sebagai ‘orang berkelas’. Memilih pesawat low cost bukan tak mampu bayar pesawat berharga mahal bukan pula kami tidak pernah naik pesawat reguler.

Sering saya katakan kepada Rey :“Tidak perlu menjadi miskin untuk bisa merasakan apa yang dirasakan kaum papa, karenanya kita harus pandai bersyukur dengan semua yang kita miliki. Sebaliknya tidak perlu ‘ngoyo’ apalagi menghalalkan segala cara untuk menimbun harta karena sejatinya orang kaya adalah orang yang selalu bersyukur atas semua karunia Tuhan. Jadilah manusia yang selalu merasa cukup, bukan berarti malas berusaha karena usaha adalah kewajiban sedangkan hasil serahkan kepada Allah SWT. Setiap perjalanan kita adalah proses belajar, belajar yang menyenangkan. So..bersiaplah untuk agenda travel kita selanjutnya”.

Jelajah Nusantara (8) : Sekitar Bandung Aja

Tahun 2013  telah berakhir, di penghujung tahun saya menjalani beberapa aktivitas baik traveling maupun tugas kantor yang sangat padat. Yang akan saya bagi disini tentu hanya tentang traveling, siapa tau ada pembaca yang berniat liburan ke Bandung dan sekitarnya.

Pada 30 November  2013 saya dan Rey berlibur akhir pekan ke Subang dan Lembang. Keputusan itu diambil gara-gara kepincut menginap di Imah Seniman. Dengan begitu kami akhirnya mengunjungi beberapa tempat antara lain : Tangkuban Perahu, Capolaga adventure camp, Lembang floating market dan tak ketinggalan menikmati panganan khas setempat yaitu surabi enhai.

1. Imah Seniman

Adalah sebuah resort dan villa beralamat di jl. Kolonel masturi no.8 Lembang. Resort ini menawarkan suasana alam lengkap dengan hutan tanaman tropis, danau, kolam ikan dan kamar-kamar dengan desain konsep jaman baheula (jadul) beratapkan jerami, lantai kayu yang diterangi oleh obor.

jalan menuju resort

kafe dengan bangunan tempo dulu

what a beautiful place

what a beautiful place

Bosan dengan suasana perkotaan dengan hiruk pikuknya, saya mengajak Rey menginap di salah satu villa di Imah Seniman yang berada tepat di pinggir danau. Dari jendela kami bisa melihat ikan-ikan melenggok bak pinggul seorang penari (asli lebay ini sih haha).

Konsep kembali ke alam yang menjadi tema resort ini sungguh tak terbantahkan kenyamanannya. Saya benar-benar merasa tidur di dalam hutan dimana terdengar suara gemericik air bersahutan dengan kicauan burung dan suara nyaring jangkrik. Andai harga menginap disini tidak perlu merogoh kantong cukup tebal, ingin rasanya memperpanjang masa inap kami.

suasana ini yg bikin kepincut menginap disini

suasana ini yg bikin kepincut menginap disini

imah3Untuk bisa tidur di hutan ala Imah Seniman pengunjung harus rela mengeluarkan dana antara Rp. 600-000 – Rp. 3.500.000. Tarif week end tentunya lebih mahal dari kisaran tersebut, namun jumlah itu menurut saya worth it banget karena sebanding dengan layanan yang diberikan.

Rey tetep belajar menjelang Ujian Semester

Rey tetep belajar menjelang Ujian Semester

aliran air di bawah jembatan ini jernih lho

aliran air di bawah jembatan ini jernih lho

Resort ini bukan hanya menawarkan tempat menginap, Bob Doank sang pemilik membangun kawasan ini sebagai kampung wisata dimana didalamnya pengunjung bisa menikmati hasil karya seni, belajar melukis, belajar membuat kerajinan tangan, toko souvenir, kafe, arena bermain anak seperti ATV, flying fox, kolam renang, dll.

2. Capolaga Adventure Camp

Sengaja berangkat dari rumah pagi banget karena hari sabtu di Bandung jangan harap tanpa embel-embel macet. Jam 6 mobil sudah saya starter dengan tujuan mendahului orang-orang Jakarta yang doyan bermalam minggu di Bandung. Alhamdulillah trik saya jitu, dengan laju kecepatan rata-rata 60 km/jam waktu tempuh dari Kota Baru Parahyangan Padalarang ke Capolaga Subang hanya kurang dari 90 menit.

kami pengunjung pertama yang tidak menginap

kami pengunjung pertama yang tidak menginap

anggap aja warming untuk mendaki gunung Fuji ya Rey

anggap aja warming up untuk mendaki gunung Fuji ya Rey

Capolaga tepatnya berada di pertigaan antara Bandung, Ciater, dan Desa Cicadas Kab. Subang, Pada pertigaan setelah Tangkuban Perahu bila belok ke kanan menuju kota Subang maka Capolaga belok kiri (arah Desa Cicadas). Jarak dari Subang - Capolaga Adventure Camp kurang lebih 35 km , dari Jakarta (melalui jalan tol Sadang) kurang lebih 190 km , dari Bandung ke Capolaga adventure Camp adalah 45 km. Informasi lebih lanjut hubungi : 08157165232, 081802009489, 0818622674 atau 0260470941.

ini brosurnya, siapa tau ada yang berminat

ini brosurnya, siapa tau ada yang berminat

brosur halaman sebaliknya

brosur halaman sebaliknya

Sebagai ‘penglaris’, saya disambut dengan senyum hangat  pak H. Endang pemilik kawasan wisata alam ini. Setelah diberi saran tentang  lokasi parkir dan membayar tiket  sebesar Rp. 9.000,00 (Sembilan ribu rupiah) kami dipersilakan masuk dengan menuruni beberapa anak tangga.

Setelah menuruni anak tangga kami melewati jembatan dan terus menyusuri jalanan setapak  yang menebarkan aroma tanah basah nan menyegarkan. Beraneka jenis pohon dengan dedaunan warna hijaunya sangat menyejukkan. Air mengalir di sepanjang sisi kiri maupun kanan menambah daya pikat kawasan ini. Dan yang paling menyenangkan,  sepanjang perjalanan saya tidak menemukan sampah. Melihat hal itu saya langsung menghampiri salah seorang petugas kebersihan, Pak Dasim namanya. Lelaki paruh baya ini mengatakan bahwa membersihkan kawasan ini bukan semata karena tuntutan pekerjaan tapi bukti kecintaannya kepada alam ciptaan Tuhan YME. Semua pekerja di Capolaga memang diberi pemahaman tentang kecintaan kepada Allah SWT salah satunya dengan menjaga alam sebaik mungkin, begitu yang dijelaskan pak Endang sang pemilik area seluas 1,5 hektar ini kepada saya sebelum kami pulang.

asik kalo kemah disini dan nyebur dibawah curug

asik kalo kemah disini dan nyebur dibawah curug

Rey males difoto

Rey males difoto

Capolaga selain menawarkan penginapan berupa kamar-kamar juga menyewakan kemah bagi pengunjung yang ingin bermalam di lokasi perkemahan yang telah disediakan. Suatu hari saya jadi kepingin berkemah disini, kebayang asiknya menikmati malam dengan gemericik suara air terjun alami yang ada disini yaitu : air terjun goa badak, air terjun sawer dan air terjun karembong.

berbincang sejenak dg owner Capolaga

berbincang sejenak dg owner Capolaga

Pak Sardi, petugas kebersihan

Pak Dasim, petugas kebersihan

“Mami, disini udaranya sejuk ya tapi nyamuknya banyak banget”, keluh Rey sambil memperlihatkan kulit tangan dan kakinya yang memerah akibat gigitan nyamuk. Menanggapi keluhannya saya mengingatkan kembali bahwa lotion anti nyamuk ada di dalam tas.

Memang tidak mudah mengajak anak jaman sekarang untuk mau ‘bercengkerama’ dengan alam namun hal itu bukan berarti saya akan membiarkan Rey hanya asik dengan gadget dan konsol game-nya. Ada saatnya bermain dengan  teknologi tapi dia juga harus bisa menyatu dengan alam.
3. Tangkuban Perahu
Menjelang siang, kemudi saya arahkan menuju Tangkuban Perahu. Tangkuban perahu adalah salah satu gunung yang terletak di Jawa Barat. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, Gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17 oC pada siang hari dan 2 oC pada malam hari.
yg deket gini baru sempet kami kunjungi

yg deket gini baru sempet kami datengi

walo terik cuaca terasa dingin

walo terik cuaca terasa dingin

Rey selalu dikira adikku hehe

Rey selalu dikira adikku hehe

Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu. (sumber : wikipedia)

4. Lembang Floating Market
Di lokasi ini saya kehilangan ‘bukti dokumentasi’. Kamera saku yang mendadak error, semua gadget saya lowbat hanya hp Rey yang masih menyimpan sedikit daya. Karena tipikal Rey yang ngga senarsis emaknya dia sangat sulit meminjami ponselnya untuk sekedar mengabadikan momen. Setelah melalui ‘perdebatan’ yang alot akhirnya dia sempat memotret beberapa momen kami di pasar terapung. Nahasnya, ponsel tersebut kini raib alhasil tidak ada satupun dokumentasi saat kami berada disini.
udah lama rey pengen surabi enhai

udah lama rey pengen surabi enhai

Tanpa dokumentasi fisik, ingatan saya masih cukup kuat merekam apa saja yang ada disana. Memasuki kawasan ini sekitar jam 2 siang setelah kami makan siang di RM. Sindang Reret, antrian mengular cukup panjang dan kami disambut oleh petugas penjual tiket masuk yang melakukan pola ‘jemput bola’ (mendatangi mobil kami saat mengantri. Harga tiket masuknya saya lupa persis, yang pasti lebih mahal dari pada Capolaga.

Tiket masuk tadi bisa ditukar dengan segelas minuman, boleh memilih coklat panas, kopi, dan beberapa pilihan minuman lainnya. Floating market di Lembang ini menurut saya hanya tempat makan yang dikemas sedemikian rupa agar pengunjung merasakan atmosfir yangberbeda dengan tempat makan lainnya.
Beragam makanan ditawarkan, dan semua transaksi hanya menggunakan koin. Selain makanan, ada juga layanan sewa perahu untuk mengitari danau buatan. Secara pribadi saya dan Rey sepakat tidak terlalu menikmati suasana disini, terlalu ramai dan suasananya ya seperti taman-taman buatan pada umumnya. Untuk sensasi natural, Capolaga jauh lebih baik dari pada floating market.
5. Trans Studio Bandung (TSB)
Liburan akhir tahun Rey ke rumah neneknya namun kediaman saya diramaikan oleh kehadiran 4 orang krucil yang super lincah. Mereka adalah anak dari 2 orang adik saya yang tinggal di Bekasi. Seperti liburan-liburan lalu, mereka saya ajak jalan-jalan dan kali ini permintaannya adalah Trans Studio Bandung.
jepret dulu di depan rumah sebelum ke tsb

jepret dulu di depan rumah sebelum ke TSB

keceriaan krucils

keceriaan krucils

Berhitung dimulai!!….4 orang ponakan, 3 ibu-ibu (saya, adik,  adik ipar), papa saya. Yup total 8 orang, harga tiket masuk TSB adalah harga yang paling aneh di seluruh dunia. Dari semua obyek wisata yang pernah saya kunjungi baik di Asia hingga Eropa, Disneyland Paris sekalipun membuat aturan harga tiket berjenjeng sesuai usia pengunjung. Jadi harga untuk bayi, anak-anak, dewasa dan manula adalah berbeda. Keanehan pertama yang sangat super dan menjengkelkan dari TSB adalah tarif flat semua umur yaitu Rp. 250.000,00 (week end).

kami udah antri sebelum pintu tsb dibuka

kami udah antri sebelum pintu TSB dibuka

anak2 ini bisa diajak kompak berpose hehe

anak2 ini bisa diajak kompak berpose hehe

arena bermain khusus anak2

arena bermain khusus anak2

Keanehan yang tak kalah menjengkelkan kedua sudah saya ketahui karena pada pembukaan TSB beberapa waktu lalu saya  masuk ke arena bermain terbesar di Bandung ini bersama Rey. Keanehan tersebut adalah tidak diperbolehkannya pengunjung membawa minuman dan makanan. Ckckck…bisnis banget yak!!. Wong saya masuk ke Paris Disney, London eye, Hongkong Disney, Universal Studio, Genting Highland dan objek wisata lainnya nggak pernah ada aturan seperti itu. Saya membawa minuman susu coklat panas saat di Eropa masuk ke theme park disana fine-fine aja tuh. Bahkan mereka menyediakan kran-kran air minum sehingga hanya berbekal botol kosong kami bisa sepuasnya minum tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Di TSB kami harus rela merogoh uang sebesar  Rp. 18.000 untuk membeli sebotol kecil kemasan air mineral, Rp. 200.000 untuk 4 piring baso tahu dan makanan lainnya yang dijual dengan harga berasa kita ada diatas awan (selevel dengan harga makanan di pesawat Air Asia).

mengejar badut

mengejar badut

dg aturannya yg 'aneh', tsb tetep digandrungi

dg aturannya yg ‘aneh’, TSB tetep digandrungi

setelah 2 jam antri @4dimensi marvel

setelah 2 jam antri @4dimensi marvel

Tentang permainan di TSB banyak orang sudah tidak asing lagi jenisnya sehingga saya enggan mengulasnya disini tapi yang melegakan bagi saya bahwa tinggi badan keempat orang ponakan saya sudah memenuhi batas minimum. Yang saya garis bawahi seperti pada ulasan yang lalu tentang TSB bahwa pengelola tidak membuat kreativitas yang baik untuk membunuh kebosanan pengunjung saat antri memasuki wahana permainan. Rekor saya mengantri adalah selama 2 jam untuk menonton tayangan 4 dimensi Super Hero. Kalau di luar negeri, pengelola telah memikirkan secara detail bagaimana agar pengunjung tidak bosan saat mengantri dengan memberikan tontonan atau berbagai informasi berkaitan dengan atraksi yang hendak kita masuki. TSB sih semuanya serba ‘asal’, asal dapet duit (tiket harga flat, bayi merah yang baru brojol aja harganya sama dengan orang dewasa), asal laku jualannya (menerapkan aturan nggak boleh bawa makanan/minuman dan nggak boleh masuk lagi bila telah keluar arena). Ada sih pilihan keluar-masuk dengan tiket 2x lipat harga normal. Asal yang lainnya adalah asal banget memperlakukan pengunjungnya, kebosanan berada dalam antrian tidak disiasati dengan pertunjukkan lainnya di area antrian.

Mungkin bagi orang lain yang belum berpengalaman bermain di arena serupa cukup puas dengan TSB tapi saya dan reyhan BIG NO. Kami merasa diperlakukan sebagai konsumen dengan baik di theme park mancanegara dari pada TSB.
6. Monas
Hahaha Monumen Nasional yang berada di Jakarta ini hampir terlewat dari agenda travel kami. Padahal Eiffel sudah kami jabani, begitu juga Menara Pisa, Bigben di London, Sky Tower di Auckland, Merlion Singapura, Twin Tower Kuala Lumpur, dll.
akhirnya bisa sampe monas

akhirnya bisa sampe monas

rasa ketorak di depan monas, sama sekali nggak enak

rasa ketorak di depan monas, sama sekali nggak enak

Kesempatan pose di depan Monas ini juga sangat kebetulan, saat itu saya sedang menjalani tugas kantor tidak jauh dari lokasi gedung setinggi 17 meter ini berada makanya Rey alpa menemani emaknya di tengah teriknya Jakarta Desember lalu.

Memang seringkali yang dekat kita abaikan karena kita lebih tertantang mengejar yang jauh, seperti kata pepatah Gajah di pelupuk mata tidak tampak, kuman di seberang lautan tampak (nyambung nggak ya hehe). Yang pasti setiap hari saya belajar memperbaiki diri, menghargai setiap waktu yang ada dan bijak menggunakannya termasuk menggunakan waktu untuk traveling hahaha (lagi dan lagi otak ini dipenuhi hasrat plesir, tahun 2014 udah melingkari tanggal-tanggal cantik)
“Setiap perjalanan adalah kalimat yang tertulis di halaman catatan kehidupan saya, yang pada akhirnya catatan tersebut akan diserahkan kepada Sang Pencipta. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan ridho dan perlindungan dalam setiap langkah kami”.

Jelajah Nusantara (7) : Sulawesi

I. Makassar

A. Transportasi

1. Air Asia (AA) memang TOP

Bagaimana tidak TOP?…saya membeli tiket Jakarta-Makassar/pp dan Makassar-Manado/pp dengan harga Rp.0,- (GRATIS). Sekian banyak teman penasaran kenapa saya bisa mendapat kursi gratis pada penerbangan tersebut?, jawabannya tentu membutuhkan kejelian dan kecepatan transaksi saat AA mengadakan free seat new route (Jakarta-Makassar) pada November 2012 untuk jadwal terbang September 2013. Rute baru Makassar-Manado saya dapat pada Januari 2013.

itinerary awal Jakarta-Makassar

itinerary awal Jakarta-Makassar

harga yg saya bayar utk rute Jakarta-Makassar

harga yg saya bayar utk rute Jakarta-Makassar

Kedua tiket tersebut gratis, saya hanya membayar pajak dan bagasi masing-masing 15 kg. Tidak adanya pilihan tanpa bagasi membuat saya terpaksa membayar layanan ini. ‘Total jendral’ yang saya bayar untuk 2 penerbangan/2 orang/pp (Jakarta-Makassar dan Makassar-Manado) adalah Rp. 550.800,00…Saya pura-pura ngga seneng dan ngga bangga karena sudah beberapa kali mendapat harga fantastis dari maskapai favorit ini hahaha.

Rencana perjalanan kami awalnya sebagai berikut :

Jakarta-Makassar : Sabtu, 28 September 2013 (06.25-09.450 , Makassar-Jakarta, Senin 30 September 2013 (04.35-06.00)

Sedangkan Makassar-Manado, Sabtu, 28 September 2013 (17.20-19.05), Manado-Makassar, Minggu, 29 September (19.30-21.15)

itinerary awal Makassar-Manado

itinerary awal Makassar-Manado

Harga yang saya bayar untuk rute Makassar-Manado

Harga yang saya bayar untuk rute Makassar-Manado

30 Juli 2013 tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel saya dari AA yang mengabarkan bahwa terjadi perubahan jadwal penerbangan dari Makassar ke Manado efektif tanggal 07 September-26 Oktober 2013 yang sebelumnya hari Sabtu menjadi Jumat atau Minggu. Gundah?….tentu saja. Lha wong jadwal kepulangan saya dan Rey dari Manado ke Makassar minggu malam, artinya baru sampe bandara Manado kami harus langsung balik lagi ke Makassar dong. Kalau ambil jadwal Jumat ngga mungkin juga karena saya baru terbang ke Makassar hari Sabtu pagi dari Jakarta.

sms dari AA yg sempat membuat gundah

sms dari AA yg sempat membuat gundah

Saya biarkan saja sms tersebut karena toh masih lama menuju akhir September, dari pada mumet dan jengkel karena harus mengubur impian untuk menikmati alam bawah laut Bunaken.

itinerary makassar-manado

itinerary baru makassar-manado

itinerary baru jakarta-makassar

itinerary baru jakarta-makassar

Alhamdulillah sekitar bulan Agustus costumer care AA menelepon saya menawarkan perubahan penerbangan dari Jakarta yang sebelumnya Sabtu menjadi Jumat sehingga saya memiliki waktu lebih panjang di Manado. Girang dan langsung saya histeris tanpa babibu menyetujui penawaran tersebut, apalagi semua itu tanpa dikenakan biaya apapun. Oh….Air Asia memang TOP BANGET :D. Jadilah saya ambil cuti sedangkan Rey ijin sehari tidak masuk sekolah dan kami semangat lagi membuat itinerary lebih detail, yuhuuuu…..

2. Cipaganti Travel

Seperti biasa saya menggunakan jasa travel Cipaganti untuk menuju bandara Soeta karena kenyamanan layanan jasa ini menjemput kami di rumah. Dengan harga Rp. 380.000/2 orang, worth it banget.

3. Damri Bandara

jauh lebih murah drpd taksi argo kuda

jauh lebih murah drpd taksi argo kuda

apa yg dipikir kondektur dibelakang kami itu ya haha

apa yg dipikir kondektur dibelakang kami itu ya haha

'cabin room' Damri

‘cabin room’ Damri

Setiba di bandara Sultan Hasanuddin kami langsung menuju pool Damri. Walau banyak calo yang menawarkan jasa taksi atau sewa mobil kami dengan santai berjalan terus menuju lantai dibawah terminal kedatangan. Tarif Damri menuju kota Makassar Rp. 25.000/orang.

4. Becak

Kami menggunakan jasa ini untuk mengitari kawasan pantai losari, menuju tempat makan, dan beberapa lokasi wisata sekitar. Tarif becak disana sangat wajar antara Rp. 10.000-Rp. 15.000

5. Taksi

Di Makassar tidak ada armada taksi Blue Bird sehingga kami menggunakan taksi lokal yang menurut supir, pemilik perusahaan taksi tersbut adalah mantan wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Tarif taksi dari kota menuju bandara Rp. 115.000,- (argo kuda tentunya hahaha) belum termasuk bayar tol sebesar Rp. 15.000.

Taksi terpaksa saya pilih karena keterbatasan waktu kami di kota Anging Mamiri ini. Landing pukul 10.05 dan kami harus terbang lagi sore harinya menuju Manado pukul 17.20 sehingga efektif waktu yang dimiliki hanya sekitar 5 jam (a very short travel).

B. Tempat Wisata

1. Pantai Losari

Belum ke Makassar kalau tidak menginjakkan kaki di pantai Losari, salah satu ikon terpopuler di ibukota Sulawesi Selatan. Kami kesini bukan sekedar untuk menikmati belaian angin di tepi pantai ini karena nongkrong siang hari tentu bukan pilihan yang tepat dibawah terik matahari yang menyengat.

jalanan menuju pantai losari

jalanan menuju pantai losari

Berlari agar ngga krtinggalan sholat Jumat

Berlari agar ngga ketinggalan sholat Jumat

sesi narsis haha

sesi narsis haha

berpose dg inisial nama wanita yg Rey suka :)

berpose dg inisial nama wanita yg Rey suka :)

sore hingga malam kawasan ini menjadi tempat hangout kaum muda

sore hingga malam kawasan ini menjadi tempat hangout kaum muda

Kami terus berjalan dari pemberhentian Damri menuju masjid yang melewati pantai losari.  Tampak roda-roda penjual berbagai makanan yang masih ‘belum beroperasi’ di sepanjang pantai ini, karena mereka mulai berjualan pada sore hingga malam.

2 Masjid Amirul Mukminin

Masjid terapung yang dibangun oleh Jusuf Kalla ini merupakan daya tarik lainnya untuk pelancong yang datang ke pantai Losari, kebetulan hari kami tiba adalah Jumat sehingga saya menemani Rey yang menjalankan sholat Jumat.

lampunya beda dg yg ada dimasjid2 lain

lampunya beda dg yg ada dimasjid2 lain

Sinar matahari yang menyengat hingga terasa perih ke pori-pori wajah tak saya hiraukan. Duduk bersama ibu-ibu lainnya disamping masjid nan cantik yang tidak terlalu luas ini membuat jamaah sholat jumat meluber hingga ke teras masjid.

3. Fort Rotterdam

Setelah Rey selesai sholat jumat dan saya sholat dzuhur, dengan menaiki becak kami menuju Fort Rotterdam.

brasa di Holland :D

brasa di Holland :D

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. Awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin konstruksi benteng ini diganti menjadi batu padas yang bersumber dari Pegunungan Karst yang ada di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. (sumber : wikipedia)

C. Kuliner

Inginnya sih saya bisa menyantap pisang epe, es pisang ijo, ikan bakar, otak-otak seperti yang sering kami nikmati di RM, Sulawesi di Bandung. Namun waktu yang terbatas membuat saya mengerucutkan pilihan kepada coto. Yah tentu hanya Rey yang menikmati masakan daging berkuah gurih ini karena saya tidak suka makan daging :) .

pantesan Rey bilang enak

pantesan Rey bilang enak

Setelah bertanya kepada salah seorang pemuda di masjid Amirul Mukminin akhirnya saya mengantar Rey untuk makan siang di Coto Nusantara dengan harga perporsi Rp. 20.000,-. Rey bilang sih enak, walo saya melihatnya saja nggak bernafsu :).

lahapnya rey makan coto nusantara

lahapnya rey makan coto nusantara

aku sih makan ini aja sisa sarapan masak dari rumah

aku sih makan ini aja sisa sarapan yg kumasak dari rumah

Warung coto nusantara ini tidak mewah, bahkan dari luar pintunya tertutup rapat oleh semacam terpal warna putih sehingga bila kami tidak ditunjukkan oleh abang becak mungkin akan sulit menemukannya. Dari kedeserhanaan tempat ternyata layanan dan hidangan yang disajikan bisa saya acungi jempol. Pramu saji sangat lincah dan cepat melayani pelanggan, saat kami tiba (jam makan siang) tidak ada kursi kosong sehingga harus rela menunggu.

Karena tidak makan coto jadi saya makan mi goreng sisa sarapan di Soeta yang sengaja saya masak di rumah sambil menunggu boarding untuk penerbangan ke Manado

D. Souvenir

kami beli souvenir disini

kami beli souvenir disini

Sebagai kolektor souvenir dari setiap destinasi wisata yang kami datangi tentu menjadi agenda penting mengunjungi toko souvenir. Berada tidak jauh dari benteng Rotterdam kami diantar oleh abang becak, disini saya membeli minyak tawon dan souvenir. Tidak banyak yang dibeli mengingat perjalanan kami masih panjang yaitu Manado dan Bunaken.

E. Left Luggage (Penitipan Tas)

tiket left luggage

left luggage ticket

Adanya layanan ini di bandara Hasanuddin sangat memudahkan perjalanan kami menuju kota. Dengan tarif Rp. 15.000/tas sungguh sangat murah dibanding saya harus menyeret trolley sepanjang pantai losari hehe. Kondisi ini mengingatkan saya akan petualangan kami ke Eropa yang selalu mencari tanda koper di bandara-bandara yang kami singgahi.

II. Manado

Kota ini tepatnya hanya tempat singgah untuk menuju ke pulau Bunaken, disini kami bermalam di Hotel Boulevard. Lokasi hotel ini sangat strategis, dekat dari pantai Boulevard dan Mall Manado Town Square dengan tarif Rp. Rp. 235.000/malam

kantuk dan lelah mendera saat kami tiba di Manado

kantuk dan lelah mendera saat kami tiba di Manado

kamar hotel @boulevard

kamar hotel @boulevard

Landing pukul 19.05 selepas terbang selama 1 jam 45 menit dari Makassar membuat kami memilih untuk beristirahat setiba di hotel karena hari itu kami berada di 4 kota sekaligus : jam 01.00 berangkat dari Bandung, subuh di Jakarta, siang di Makassar dan malam di Manado….Ini rekor lompatan kami dalam sehari untuk 4 kota hahaha. Untuk menghemat waktu, dari bandara kami menggunakan taksi dengan pertimbangan Damri yang tampak sepi penumpang terparkir di seberang jalan pintu kedatangan.

menikmati sarapan bubur manado di hotel

menikmati sarapan bubur manado di hotel

Taksi bandara Sam Ratulangi Manado cukup banyak pilihan, blue bird diperbolehkan membawa penumpang dengan aturan antri sesuai ketentuan yang dibuat oleh pihak bandara. Kami akhirnya mendapat giliran naik taksi selain blue bird dengan tarif Rp. 80.000 sampai hotel.

Tidak banyak yang kami lihat dan lakukan di Manado, karena prioritas kami ke Sulawesi Utara adalah Pulau Bunaken. Namun kami sempat makan nasi kuning Saroja yang legendaris.

bungkus nasi kuningnya unik

bungkus nasi kuningnya unik

Yang paling khas dari nasi kuning saroja ialah rasa ikan cakalangnya. Rizal, juru masak khusus ikan cakalang mengatakan, “Ikan cakalang sebelum dimasak dengan lengkuas, jahe, gula merah, dan cabe keriting. Setelah itu digoreng dan ditambah kecap sedikit. Biar makin enak, kita buat sambil bershalawat pada Allah.”

Rasa ikan cakalang berpadu dengan nasi yang pulen dan hangat membuat nasi kuning ini makin mantap. Apalagi dengan sambal dan daging sapi yang dimasak sambal goreng, rasanya makin wah. Ikan cakalang olahan warung nasi kuning ini juga tak berbau amis, jadi cukup “ramah” dengan yang tak doyan ikan.

Selain bisa dimakan di tempat, nasi kuning ini bisa juga dibawa sebagai oleh-oleh. “Kalau untuk dibawa jadi oleh-oleh, kita bungkus pakai daun woka, sejenis janur. Nasinya kita dinginkan dulu sebelum dibungkus jadi tidak bau. Daun woka juga tidak akan mengubah rasanya,” kata Khadijah yang biasa melayani langsung pembeli.

Warung Nasi Kuning Saroja didirikan oleh pasangan suami istri Salma Simen dan Abubakar tahun 70-an. Pemilihan “Saroja” punya kisah sendiri. “Tadinya namanya Saraja, singkatan nama anak Hj Salma, Saidah, Rafiah dan Jafar. Tapi biar bagus, dan Pak Abubakar punya lagu kesukaan judulnya ‘Seroja’, namanya jadi Seroja,” kata Saidah, putri pertama pendiri warung ini.

Saidah mengatakan, saat pendirian, warung nasi kuning belum seramai saat ini. Namun berkat ketekunan Salma dan Abubakar, kini dalam sehari warung nasi kuning ini bisa memasak lebih dari 100 kg beras serta 150 butir telur, dan hampir selalu habis. Warung nasi kuning ini menjadi usaha yang menghidupi seluruh keluarga.

Ketika ditanya tentang berapa keuntungan dalam sehari dan bagaimana pembagiannya, Saidah enggan menjawab. Sepertinya, kesuksesan memang tidak dinilai dari jumlah dibagi, tetapi dari berapa kali anggota keluarga besar ini naik haji.

“Kita semua sudah naik haji. Bapak dan ibu bahkan sudah 10 kali naik haji. semua dari nasi kuning ini,” ucap Saidah.

histeria di dapur saroja yg serempak bilang "nggak percaya", saat tau Rey adalah anakku hahaha

histeria di dapur saroja yg serempak bilang “nggak percaya”, saat tau Rey adalah anakku hahaha

Warung Nasi Kuning Saroja pernah memenangkan penghargaan MURI sebagai pembuat nasi kuning terbanyak. Warga Manado mengenalnya sebagai salah satu nasi kuning terenak yang ada di kota itu. Jadi, suatu ketika bila Anda mengunjungi Manado, pantaslah bagi Anda untuk mencoba nasi kuning yang melegenda ini.(sumber : kompas.com).

Dan yang paling penting bagi saya, nasi kuning saroja adalah salah satu makanan di Manado yang dijamin halal.

III. Bunaken

A. Transportasi

1. Taksi

Menuju Bunaken via dermaga bersehati dari hotel sebenarnya bisa menggunakan angkutan kota namun karena kami hendak membungkus nasi kuning Saroja di pusat kota Manado jadi pilihan jatuh pada taksi. Setelah membungkus nasi kuning kami diantar oleh taksi blue bird ke pasar Bersehati dimana kami akan naik public boat menyeberang ke pulau Bunaken. Tarif taksinya tentu bukan argo kuda sehingga harga yang saya bayar hanya Rp. 30.000. Alhamdulillah pak Muslim yang menjemput kami juga di pasar Bersehati sekembali dari Bunaken untuk menuju Bandara. Argo Bersehati-Bandara sebesar Rp. 100.000 termasuk tol dan mampir sebentar ke toko souvenir. Pak Muslim bisa dihubungi via HP no : 085340041710.

2. Public Boat

Memutuskan menyeberang ke Bunaken menggunakan transportasi umum ini dibanding sewa kapal karena saya ingin mengenal lebih dekat warga lokal. Di dalam public boat kami berjumpa dan berkenalan dengan warga setempat sambil bersenda gurau. Tarif Rp. 20.000/orang. Jadwal keberangkatan dari Manado-Bunaken jam 1 siang sedangkan dari Bunaken-Manado jam 8 pagi. Public boat ini hanya beroperasi sehari sekali dan libur pada akhir pekan.

public boat @pasar bersehati

public boat @pasar bersehati

kayak gini lho penampakan dermaga bersehati

kayak gini lho penampakan dermaga bersehati

keseruan di dalam public boat

keseruan di dalam public boat

public boat yg kami naiki sbg alat transportasi warga bunaken-manado/pp. warga bunaken belanja utk kebutuhan hdpnya dari pasar bersehati-manado

public boat yg kami naiki sbg alat transportasi warga rute bunaken-manado/pp. warga bunaken belanja utk kebutuhan hdpnya dari pasar bersehati-manado

Di kapal ini hanya kami turis domestik, selebihnya adalah warga lokal dan turis asing. Turis domestik lebih suka menyewa kapal dan tidak menginap di Bunaken, mereka memilih pergi pagi dari Manado dan kembali sore hari.

nyantai nunggu kapal berangkat

nyantai nunggu kapal berangkat

public boat lebih banyak diisi barang drpd org. aku jd bisa tiduran hehe

public boat lebih banyak diisi barang drpd org. aku jd bisa tiduran hehe

kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama

kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama

Saya kok lebih tertarik pada travel style para bule yang senang bertualang dalam setiap perjalanannya, dengan begitu kami mempunyai pengalaman baru, wawasan bahkan teman baru.

3. Ojek

Sesampainya di perkampungan pulau Bunaken kami dipandu oleh ‘nakhoda’ kapal untuk selanjutnya jalan kaki atau bisa juga naik ojek menuju homestay yang telah saya pesan. Alhamdulillah setiap langkah kami menjadi sebuah momen yang tak terlupakan, saat menyusuri jalan setapak menuju homestay kami dipanggil oleh salah seorang warga untuk mampir ke rumahnya dan menawari menginap tanpa dikenai bayaran. Duh…ibundanya Nilka, belakangan saya tahu itu nama seorang wanita seumur saya yang sangat baik hati dan akhirnya mengantar kami ke homestay setelah dengan sangat terpaksa saya menolak secara halus tawaran menginap di rumahnya.

senda gurau dg keluarga Nilka

senda gurau dg keluarga Nilka

Nilka, hingga kini kami berkomunikasi

Nilka, hingga kini kami berkomunikasi

Ketika hendak membayar jasa ojek dengan jumlah yang cukup besar, wanita berkulit sawo matang tersebut mengembalikannya sambil tersenyum dan berucap, “Saya senang berkenalan dengan Adel.” Hmm….inilah yang saya suka, persaudaraan selalu terjalin tanpa rencana dan hingga kini kami masih terus berkomunikasi via telepon. Bergaul dengan kaum papa bagi saya jauh lebih menyenangkan dan membahagiakan karena mereka tulus dan bisa menjadi ladang amal.  Sebaliknya saya tidak suka berkumpul dengan orang-orang borju yang selalu berlomba memamerkan harta dan segala sesuatu berbau materi, duh….. semua itu nggak akan dibawa mati tapi kok masih sangat banyak manusia yang tertipu oleh kilau dunia. Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan melindungi saya dan Rey dari segala tipu daya manusia, jin, maupun syetan yang bisa menjauhkan kami dari ridho-Nya.

B. Akomodasi

Daniel Homestay tarif Rp. 200.000/orang dengan fasilitas makan 3x menjadi pilihan saya untuk menginap semalam di Pulau Bunaken. Tampak mayoritas turis asing, hanya saya, reyhan dan 1 orang lelaki asal Makassar bersama temannya warga Malaysia yang berkulit sawo matang tinggal disini, selebihnya berkulit putih dan berambut pirang :) .

makan nasi kuning saroja dulu setiba di homestay

makan nasi kuning saroja dulu setiba di homestay

sebungkus dg lauk lengkap Rp. 17.000,-

sebungkus dg lauk lengkap Rp. 17.000,-

gini ini model kamarnya. pake kelambu krn banyak nyamuk

gini ini model kamarnya. pake kelambu krn banyak nyamuk

“This place like a paradise,” kalimat itu yang terucap dari mayoritas turis bule itu kepada saya ketika kami makan di meja yang sama. Yah….walau menuju pulau nan indah ini kami harus melihat pemandangan sampah berserakan, air beraroma tak sedap, pasar yang kotor, namun semua itu terbayar dengan segala keindahan salah satu destinasi andalan negri ini.

dengan Noor turis asal Belgia

dengan Noor traveler asal Belgia

pose dulu bareng traveler asal Spanyol

pose dulu bareng traveler asal Spanyol

Rey dg kru homestay

Rey dg kru homestay

“Mami itu apa ya dibalik pohon, warna item dan gerak-gerak,” tanya Rey menunjuk ke arah pohon kelapa yang terletak di depan dinning room. “Itu anjing, Rey,” jawab saya singkat. Rey tidak puas dengan jawaban saya dan terus melihat kearah binatang berbulu hitam itu yang akhirnya diketahui adalah seekor babi hutan karena terlihat dari monyongnya dan cara jalannya. Saya langsung berteriak histeris namun kru homestay berkata bahwa di pulau ini binatang tersebut bergaul secara damai kok dengan binatang lainnya seperti anjing, ayam, dll.

@dinning room

@dinning room

suasana ini yg bikin nyaman

suasana ini yg bikin nyaman

Dari seluruh ketenangan, kenyamanan, keindahan dan eksotisme pulau Bunaken, hanya keberadaan binatang-binatang tersebut yang mengganggu bagi saya, padahal mereka sama sekali ngga peduli dengan kehadiran saya dalam arti sama sekali tidak menyalak, tidak mengejar bahkan tidak melirik (iya kali hehe), tapi saya aja yang ke-GR-an takut hahaha.

C. Tempat Wisata

Saya memesan tur di homestay sekalian dengan transportasi serta kelengkapan lainnya untuk memudahkan petualangan kami, diantaranya : Dolphin tour, snorkeling, baju snorkeling, under water camera, sewa boat untuk tur dan untuk kembali ke Manado, 2 orang pemandu wisata. Total yang saya bayar Rp. 2.000.000 (include menginap semalam plus makan 3x sehari untuk 2 orang), di hitung-hitung jauh lebih murah dibanding membeli paket tur di Manado.

1. Dolphin Tour

Matahari masih bersembunyi dibalik awan, cottage-cottage yang diinapi oleh para bule masih senyap, anjing-anjing dipinggir pantai masih terlelap, namun saya dan Reyhan sudah keluar kamar. Selepas sholat subuh kami tidak membuang waktu untuk menikmati detik-detik pergantian waktu di pulau nan damai ini dengan melangkah keluar cottage menuju dinning room.

yg sempet tertangkap kamera bututku

yg sempet tertangkap kamera

gerombolan lumba2 yg mengelilingi kapal kami

gerombolan lumba2 yg mengelilingi kapal kami

histeria anak dan emak

histeria anak dan emak

berjalan dari homestay menuju 'parkir' kapal nelayan

berjalan dari homestay menuju ‘parkir’ kapal nelayan

Ruangan tempat kami berkumpul saat tiba waktunya makan ini masih sepi, waktu masih  menunjukkan pukul 5.30 sehingga sarapan belum tersedia. Seorang bapak tua yang bertugas memasak langsung menawari kami roti dan selainya sementara dia masih dalam proses memasak nasi goreng. Layanan homestay ini sungguh jempol, semua krunya sigap, tanggap dan ramah.

Sekitar pukul 7 kami langsung menuju kapal tradisional untuk ‘berburu’ lumba-lumba. Sekian lama perjalanan dan saya hampir putus asa sehingga mengajak bang Odi untuk menuju lokasi snorkeling. Namun dia bergeming dan meyakinkan saya bahwa lumba-lumba akan kami temui. Sepanjang perjalanan saya berdoa untuk diberi kesempatan melihat mahluk Tuhan di alam bebas ini, atraksi lumba-lumba di taman hiburan tentu tidak aneh tapi menyaksikannya di lautan lepas tentu suatu yang luar biasa batin saya. Dan…..Alhamdulillah doa saya dikabulkan, dihadapan kami tampak gerombolan lumba-lumba mengelilingi kapal tradisional yang kami tumpangi. Mereka bergantian meloncat di udara seolah berseru, “Liat GW bisa gaya ginian, lo pasti ngga bisa kan hahaha,” begitulah saya menerjemahkan tingkah polah entah berapa ratus ekor mengelilingi kapal kami.

Reyhan histeris dan emaknya pasti ngga kalah noraknya, bahkan bang Odi si pemandu wisata mengatakan bahwa selama puluhan tahun menemani wisatawan baru kali ini melihat lumba-lumba dengan jumlah yang sangat banyak dan bertingkah polah sangat lincah. Dia pun turut histeris karenanya :) .

2. Snorkeling

karunia Tuhan untuk negrii ni

karunia Tuhan untuk negrii ni

Alhamdulillah diberi kesempatan untuk melihat langsung keindahan ini

Alhamdulillah diberi kesempatan untuk melihat langsung keindahan ini

naik kapal tradisional sensasinya jauh lebih asik drpd naik speedboat

naik kapal tradisional sensasinya jauh lebih asik drpd naik speedboat

Ini adalah aktivitas wajib bila mengunjungi pulau Bunaken. Kami benar-benar puas khususnya Reyhan yang berani hingga ke tengah lautan untuk melihat lebih dekat lagi segala mahluk hidup di dalamnya. Kalau tidak diingatkan tentang waktu Rey maunya terus dan terus berada di dalam air.

brusaha enjoy walo takut air hehe

brusaha enjoy walo takut air hehe

nyengir walo keder :p

nyengir walo keder :p

guide-nya sangat membantu

guide-nya membantu Rey hingga ke dasar

“Mami sih payah, kesini dong bareng Reyhan. Ikan dan karangnya jauh lebih bagus dan banyak daripada di disitu,” begitu anak semata wayang meledek emaknya.

mendadak narsis

mendadak narsis

masih bergaye

masih bergaye

betah bener Rey di dalem air

betah bener Rey di dalem air

akhirnya mau juga keluar dari air

akhirnya mau juga keluar dari air

Sungguh karunia Tuhan yang tak terkira untuk negri ini, sebelum mengunjungi Bunaken saya menempatkan Queenstown-New Zealand sebagai lokasi wisata alam favorit saya namun sekarang kedudukannya tergeser oleh Bunaken. Benar apa yang dikatakan para bule di homestay bahwa “This place like a paradise.”

3. Souvenir

Tetep kudu alias harus atau wajib membeli souvenir disini. Saya mengoleksi magnet kulkas dari semua daerah yang kami kunjungi selain itu miniatur ikon suatu daerah untuk dipajang di lemari yang saya peruntukkan menyimpan segala pernik-pernik hasil berburu saat traveling. Selain souvenir di taman laut Bunaken kami juga menikmati pisang goreng yang dimakan dengan sambal goreng. Yah kayak ayam goreng gitu cara makannya kalau di Bandung hehe.

nyam nyam sebelum nyebur

nyam nyam sebelum nyebur

titip barang sebelom tidur di bandara hasanuddin

titip barang sebelom tidur di bandara hasanuddin

memulihkan energi krn besok langsung beraktivitas

memulihkan energi krn besok langsung beraktivitas. (ngegembel di bandara hasanuddin)

numpang setrika seragam kerja dan seragam sekolah di ruang left luggage

numpang setrika seragam kerja dan seragam sekolah di ruang left luggage

Alhamdulillah Minggu sore kami telah kembali ke Manado dan langsung menuju bandara untuk menunggu jadwal penerbangan ke Makassar. Bermalam di bandara Hasanuddin Makassar selanjutnya pukul 04.30 terbang ke Jakarta. Pukul. 05.30 (lebih awal dari jadwal) kami telah mendarat di terminal 3 Soeta dan langsung melanjutkan perjalanan ke Bandung. Rey ke sekolah, emaknya langsung ngantor. Capek? tentu….tapi karena hepi kami menjalaninya dengan riang gembira dan Alhamdulillah hingga hari ini kami diberi kesehatan yang tetap prima.

udah pake seragam saat cek in

udah pake seragam saat cek in penerbangan makassar-jakarta

"my school bus is AIRBUS"

“my school bus is AIRBUS”

@T3 Soeta. Rey lgs sekolah, emaknya lgs ngantor

@T3 Soeta. Rey lgs sekolah, emaknya lgs ngantor

liat org2 bawaannya pd 'beranak', kami sih tetep dg jumlah dan berat tas yg sama

liat org2 bawaannya pd ‘beranak’, kami sih tetep dg jumlah dan berat tas yg sama

Masih teringat pepatah mensana in corpore sano (Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat), bagi kami itu bisa juga berlaku sebaliknya : BILA JIWA SEHAT MAKA TUBUH AKAN KUAT. Salam traveling. Yeay….we’r travel addict :D .

Kota Kinabalu (Sabah-Malaysia) : 3B, Bertanya Berujung Berteman

@rumah terbalik

@rumah terbalik

Pada Januari 2010 saya dan Reyhan mengunjungi Kuala lumpur dan dalam perjalanan menggunakan monorel menuju hotel Capitol yang berada di kawasan Bukit Bintang kami dibantu oleh Natasha gadis cantik peranakan Portugis. Interaksi kami tercipta karena saya bertanya tentang rute monorel menuju Bukit Bintang yang alhamdulillah menghasilkan pertemanan, itulah kenapa saya membuat judul tulisan ini 3B, Bertanya Berujung Berteman (suka-suka GW dong haha)

Selanjutnya komunikasi kami terhubung via facebook, SMS atau telepon. Namun sungguh sangat menyesal beberapa kali kunjungan gadis berkacamata ini ke Bandung kami tidak bisa bertemu karena saya selalu ada kegiatan di luar kota.

Alhamdulillah promo fare Bandung-Brunei mempertemukan kami kembali setelah saya melihat peta bahwa jarak Brunei dan Kota Kinabalu dimana Natasha tinggal tidaklah jauh.

Transportasi dan Akomodasi

Sudah saya tulis pada posting sebelumnya (Kota Miri), bahwa keputusan menggunakan pesawat Malaysia Airlines dibandingkan bus maupun ferry dari Bandar Seri Begawan karena mendapat tiket promo yang lebih murah dan waktu tempuh yang lebih cepat dari pada menggunakan 2 transportasi diatas.

terbang dg MAS, memuaskan

terbang dg MAS, memuaskan

Landing di bandara international Kota Kinabalu (KK) yang merupakan bandara kedua terbesar dan tersibuk di Malaysia setelah KLIA membuat bulu kuduk saya berdiri. Bukan karena melihat kuntilanak, suster ngesot, pocong atau tokoh-tokoh horor lainnya yang vulgar berperan di layar lebar dalam negri yang justru bukan membuat penontonnya takut tapi malah MUAK bahkan JIJIK. Sepeserpun takkan pernah saya mengeluarkan uang untuk membeli tiket bioskop film murahan dan tidak mendidik seperti itu.

terminal kedatangan KK Intl airport

terminal kedatangan KK Intl airport

terminal keberangkatannya sepintas mirip Hongkong Airport

terminal keberangkatannya sepintas mirip Hongkong Airport

Wah….kok jadi nglantur atau curcol tentang film ‘horor’ nasional ya hehehe, mending balik lagi kenapa bulu kuduk saya harus berdiri ketika mata menyapu segala hal yang ada di bandara KK. Sambil mengagumi kecantikan desain interior bandara ini, terutama kebersihannya, fasilitasnya, kelengkapan informasinya, dll, saya menggerutu dengan nada menahan geram kepada Reyhan, “Brengs** kenapa sih bandaranya harus jauh lebih bagus dibanding bandara-bandara yang ada di Indonesia ya Rey. Apalagi bandara Husein Bandung yang sama sekali nggak layak berpredikat international airport, malu bangetlah kalo orang Malaysia pada datang ke Bandung dan melihat bandaranya jelek dan sumpek gitu”. Reyhan ternyata mempunyai penilaian yang sama dan menanggapi kegeramannya saya, “Pejabat di Indonesia sibuk korupsi jadi mana sempet mikir benerin bandara. Yang penting kan fulus dan fulus”. Hmm….saya mengangguk sambil bergumam ntah terdengar atau tidak oleh Rey, “Padahal bandara merupakan pintu masuk orang asing ke dalam negri, nggak perlu mewah sih tapi yang penting bersih, rapi dan luasnya bisa menampung penumpang pesawat dengan baik. DI Bandung sih turun dari pesawat langsung berdesakan untuk ambil bagasi dan antrian proses imigrasi kayak penerima BLT (Bantuan Langsung Tunai). MEMALUKAN!!

Transportasi dan akomodasi di KK kami benar-benar dimanjakan oleh Natasha sehingga tidak ada sama sekali cerita tentang pengalaman menggunakan angkutan massal dan pilihan hotel disini karena kami selalu diantar dan menginap di rumah Natasha.

Atraksi Wisata

Setelah sahur  dengan menyantap makanan hasil olahan maminya Natasha kami langsung sholat subuh dan paginya kami menuju Gunung Kinabalu. Seperti salinan dari wikipedia di bawah ini menunjukkan asal muasal dinamakan KK yang sebelumnya berjuluk kota Jesselton.

Kota Kinabalu berasal dari nama Gunung Kinabalu  yang terletak sekitar 50 kilometer ke arah timur laut kota. Kinabalu berasal dari nama Aki Nabalu yang bermaksud “tempat yang dihormati”. Aki pula bermaksud “nenek moyang” atau “datuk”, dan Nabalu adalah nama untuk gunung dalam bahasa Dusun.Terdapat juga sumber yang mengatakan bahwa istilah ini berasal dari Ki Nabalu; Ki bermaksud “ada” atau “wujud”, dan Nabalu bermaksud “semangat orang mati”.

Kota adalah kata Melayu untuk “kubu”, “pekan”, atau “kota”. Ia juga digunakan secara resmi pada beberapa pekan lain di Malaysia, dan juga kota, sebagai contoh, Kota Bahru, Kota Tinggi, dan Kota Kemuning. Kata Kota juga digunakan secara tidak resmi untuk merujuk kepada setiap pekan atau kota. Oleh itu, terjemahan langsung nama Kota Kinabalu ke dalam bahasa Inggris ialah “Kinabalu City” (sumber : wikipedia).

1. Rumah Terbalik

Dalam perjalanan menuju Gunung Kinabalu, Natasha mengajak kami mampir ke atraksi baru di KK yaitu Rumah Terbalik.

menjelang masuk rumah terbalik yg tdk boleh memotret dalamnya

menjelang masuk rumah terbalik yg tdk boleh memotret dalamnya

kebaikan Natasha takkan terlupakan

kebaikan Natasha takkan terlupakan

Satu-satunya ‘rumah terbalik’ dan yang pertama di Malaysia kini menjadi tarikan pelancong di Sabah.

Menurut pengendali Trekker Lodge, rumah unik di kaki Gunung Kinabalu itu telah menarik lebih daripada 3,000 pelawat, selepas hampir enam minggu ia dibuka kepada orang ramai.

Malaysia Book of Records mengesahkan rumah itu adalah satu-satunya seumpamanya di negara ini.

Dari bumbung ke lantai termasuk sebuah kereta Kancil yang diletakkan di garaj, semuanya dalam kedudukan terbalik.

Rumah itu dibina di Tamparuli dengan kos sebanyak RM500,000 oleh usahawan Alexander Yee, yang mengusahakan sebuah lodge pelancongan di Sukau, pantai timur Sabah.

“Pelancong asing dan tempatan tertanya-tanya mengenai rumah ini dan berkunjung ke sini sejak ia dibuka (pada 1 Februari),” kata Yee semasa majlis pembukaan rasmi rumah terbalik itu ole Menteri Pelancongan, Kebudayaan dan Alam Sekitar negeri, Datuk Masidi Manjun pada malam jumaat.

Yee berkata, rumah yang berkeluasan 140 kaki persegi itu diibaratkan sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan, yang direka berdasarkan gaya gabungan etnik Sino-Dusun dan Dusun.

Beliau berkata, ia dilengkapi dengan pelbagai seni kraf dan asli selain kelengkapan rumah seperti peti sejuk dan set sofa di mana semuanya berada dalam keadaan terbalik. (sumber : http://mstar.com.my)

tiket masuk, yg keduanya Natasha bayarin. thanks :)

tiket masuk, yg keduanya Natasha bayarin. thanks :)

"Mami gimana nih Rey kebelet BAB hahaha"

“Mami gimana nih Rey kebelet BAB hahaha”

Rumah terbalik ini tidaklah luas, namun ide kreatifnya perlu di apresiasi. Disana kami memasuki sebuah rumah dengan cerita penghuni fiksi dimana seluruh perabotnya diposisikan melawan gravitasi bumi. Didalam rumah kami dilarang mengambil gambar namun ada objek yang disediakan oleh pengelola untuk dokumentasi seperti mobil, toilet dan tanaman hidup yang posisinya semua terbalik.

Salut kepada pemerintah setempat yang menjadikan wahana sederhana ini sebagai salah satu daya tarik KK terlebih bagi pengunjung Gunung Kinabalu sehingga perjalanan menjadi tidak menjemukan.

2. Kinabalu Park

Waktu yang terbatas membuat impian saya untuk bisa mendaki Gunung Kinabalu terkubur. Kami hanya menikmati sejuknya udara di kaki gunung dan menyaksikan para pendaki dari berbagai belahan dunia hendak menuju puncak di Kinabalu Park.

tangga penghubung tempat parkir dg kinabalu park

tangga penghubung tempat parkir dg kinabalu park

"Rey nggak mau ikut ah kalo mami mau mendaki"

“Rey nggak mau ikut ah kalo mami mau mendaki”

moga someday kita bisa mendaki bareng ya, Sha

moga someday kita bisa mendaki bareng ya, Sha

Insyaallah suatu hari nanti saya dan Natasha ada waktu untuk bisa mendaki gunung ini bersama-sama. Rencana tersebut tidak diamini Rey karena dia takut ketinggian, “Mami aja yang mendaki gunung, Rey nggak mau ah,” ucapnya menanggapi rencana saya. Padahal beberapa waktu lalu saya berhasil mengeksekusi tiket promo Jakarta-Tokyo/PP untuk musim panas tahun depan yang salah satu agendanya adalah mendaki puncak gunung Fuji hehehe.

3. Pasar Kota Kinabalu

ntah gimana rasanya kopi tenom ini hehe

ntah gimana rasanya kopi tenom ini hehe

Kami tidak mengunjungi pasar filipina seperti mayoritas wisatawan yang berkunjung ke KK karena saya memang tidak berniat membeli souvenir. Saya memilih pasar tradisional yang terletak di pusat kota untuk membeli kopi tenom dan teh sabah khas KK untuk teman-teman di tanah air, (kami sih bukan penyuka kopi).

4. Masjid Bandaraya Kota Kinabalu

Keunikan masjid ini saya perhatikan ada pada tempat wudlu dimana terdapat kursi-kursi yang mungkin diperuntukkan bagi mereka yang kesulitan untuk berwudlu sambil berdiri.

sholat sambil ngadem dulu

sholat sambil ngadem dulu

baru nemu disini tempat wudlu yg ada tempat duduknya

baru nemu disini tempat wudlu yg ada tempat duduknya

Keunikan lainnya masjid ini karena dulunya adalah sebuah gereja seperti tertulis di http://as-syatibiyah.blogspot.comMasjid Bandar Kota Kinabalu suatu waktu dahulu adalah merupakan tempat gereja kristian. Lalu gereja ini telah dibeli oleh arwah Tun Datu Mustafa Bin Datu Harun dan dijadikan Masjid ditengah-tengah bandar Kota Kinabalu”.

Sebenarnya masih banyak atraksi wisata di KK namun karena prioritas utama kedatangan kami disana untuk bertemu dengan Natasha dan keluarga membuat eksplorasi atraksi wisata diabaikan. Pertemanan kami yang tercipta di KL sentral 3 tahun lalu jauh lebih penting tentunya sehingga menikmati kebersamaan dengan saling berbagi cerita menjadi bagian paling menyenangkan.

Kuliner

Seperti di Bandar Seri Begawan, di KK kami juga tidak melewatkan untuk menikmati hidangan buka puasa yang banyak dijual di bazaar ramadhan.

ES bandung. di bandung bahkan ga ada nama minuman es bandung hehe

ES bandung. di bandung ga ada nama minuman es bandung hehe

es ABC semacem es campur. Not bad cuma es batunya banyak banget hikz

es ABC semacem es campur. Not bad cuma es batunya banyak banget hikz

ada paparazi @bazaar ramadhan KK hahaha

ada paparazi @bazaar ramadhan KK hahaha

Rey cukup banyak mengajukan permintaan untuk beli ini dan itu termasuk es Bandung minuman yang sebenarnya hanya terbuat dari air susu encer yang dicampur dengan sirup dan es. Alhasil Rey hanya mencicip sedikit saat tiba waktu berbuka dan tidak menghabiskan minuman itu.

Kami membungkus martabak, cakue, es tebu, kue-kue (jajan pasar), laksa, dll. Kesemua itu kami bawa ke sebuah restoran sea food yang direkomendasikan oleh Natasha untuk kami berbuka puasa disana.

nah lho banyak bgt kan menu buka puasa kami hehe

nah lho banyak bgt kan menu buka puasa kami hehe

pramusaji yg baik bgt, mengijinkan kami menyantap makanan yg dibawa dr bazaar

pramusaji yg baik bgt, mengijinkan kami menyantap makanan yg dibawa dr bazaar

Yang paling enak dari semua makanan yang tersaji baik dari bazaar dan resto adalah tumis sabah veggie. Hmm,,,hingga kini tekstur dan rasa sayur berwarna hijau ini sangat melekat dilidah saya, suatu hari nanti bila ada kesempatan kembali ke KK tidak boleh melewatkan sabah veggie :) .

Dan yang tidak kalah menyenangkan ketika kami menyantap hasil olahan maminya Natasha. Ayam goreng rempahnya sangat enak sehingga menginspirasi saya membuat makanan serupa di rumah. Mami Natasha piawai di dapur, bahkan pada Ramadhan lalu ibu cantik yang membuat saya terkesima itu turut meramaikan bazaar ramadhan yang diadakan di sekitar rumahnya.

Terima kasih Natasha, salam hormat untuk keluarga dan semoga persahabatan kita tidak pernah pudar. Biarlah begitu banyak orang Indonesia ‘membenci’ warga malaysia dan begitu sebaliknya karena isu-isu sosial politik kedua negara, namun bagi saya kamu adalah teman yang menyenangkan. Kapanpun akan ke Bandung lagi, semoga saya bisa menjadi tuan rumah yang tidak kalah baik denganmu.

Miri (Serawak-Malaysia) : Sejarah Tambang Minyak Pertama di Malaysia

Kota Miri dari Canada Hill

penampakan Kota Miri dari Canada Hill

Singgah semalam di kota kecil negara bagian Serawak Malaysia yang mungkin tidak dikenal oleh kebanyakan orang Indonesia ini karena mendapat promo fare Malaysia Airlines menuju Kota Kinabalu (Sabah-Malaysia) seharga MYR98/person yang jauh lebih murah dibandingkan bila menggunakan Royal Brunei Airlines dari Bandar Seri Begawan seharga 5 kali lipat harga diatas. Kota Kinabalu merupakan kota ketiga dari rangkaian perjalanan kami pada awal Ramadhan 1434 H lalu.

Sama sekali tidak menyesal mengunjungi kota yang dijuluki Bandaraya Peranginan ini karena disini kami bisa melihat sejarah tambang minyak pertama yang dimiliki Malaysia dan  hal itu membuat denyut ekonomi kota kedua terbesar di Serawak ini berdetak sangat baik.

Transportasi

1. Bus

Pusat kota yang biasa disebut bandaraya kami tempuh dari Brunei setelah disarankan oleh driver untuk turun di bus stop sebelum terminal bus antar negara. Dari sana kami naik bas seharga MYR1,5/person menuju terminal bandar miri dan menyambung naik bas no 33A dengan tarif MYR1/person lalu turun di Bintang Mall yang selanjutnya jalan kaki menuju hostel. Tips : siapkan uang pas setiap naik bas dalam kota karena kondektur tidak memberi uang kembalian.

@terminal Bandaraya Miri

@terminal Bandaraya Miri

tiket city bus miri

city bus miri ticket

Naik bis kota merupakan pilihan utama dibanding taksi setiap mengunjungi suatu daerah. Miri dengan jumlah penduduk sekitar 300.000 jiwa memiliki jaringan transportasi umum yang cukup baik (harus ngedumel lagi dengan kondisi transportasi publik di negara sendiri, Huuuuh!!). Kami nyaman naik dan turun city bus untuk menjangkau beberapa lokasi wisata tujuan seperti : Taman Awam, Tamu Muhibah, Miri Handycraft Centre, Bintang Mall, dengan tarif flat MYR 1/person.

2. Pesawat

Pulang dan pergi Miri-Kota Kinabalu kami menumpang pesawat milik pemerintah Malaysia. Promo fare MYR98/person/one way sungguh sangat ekonomis dibandingkan naik Royal Brunei Airlines bahkan naik ferry atau bus sekalipun dari Bandar Seri Begawan. Pelayanan pramugari MAS sangat baik, kami diberi pilihan minum dan snack. Setelah habis sambil membersihkan kantung bekas snack pramugari menawari apakah akan menambah minum atau snack lagi.

Rey mengisi kuesinor di pesawat MAS

Rey mengisi kuesinor di pesawat MAS

Hmmm…. saya kok jadi terlintas membandingkan dengan layanan pesawat pemerintah  negri sendiri yang sama sekali tidak memberi layanan serupa saat kami terbang dengan tujuan domestik (tidak menawari penumpang yang mau tambah minuman atau snack). Lain halnya bila terbang dengan tujuan internasional, kami juga memiliki pengalaman yang baik dengan Garuda.

3. Taksi

Grand old lady sebagai landmark utama yang dimiliki kota Miri harus di tempuh menggunakan taksi karena tidak ada angkutan umum menuju lokasi tambang minyak pertama Malaysia ini, tarif nya MYR35/PP dari Mall Bintang Plaza. Selain itu saya juga memilih taksi saat menuju bandara Miri dengan tarif MYR22 dari mall yang sama. Sedangkan tarif airport taxi menuju terminal bandar sebesar MYR26.

Akomodasi

Kami memesan Coco House via HostelBookers seharga MYR 72. Hostel ini lokasinya hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki dari Bintang Mall, mall terbesar di kota Miri. Desainnya minimalis dengan bangunan baru yang sangat apik dan nyaman. Fasilitas : AC, privat bathroom and toilet, toilet kit, breakfast, free wifi.

tampak luar coco house hostel

tampak luar coco house hostel

desain kamar minimalis

desain kamar minimalis

bathroom and toilet-nya bersih

bathroom and toilet-nya bersih

Tidak ada TV dalam kamar yang kami pesan karena itu tidak diperlukan saat traveling. Bila ingin kamar yang ada TV tentu harus membayar lebih :) .

Simcard

Tidak seperti di Brunei, di Malaysia harga perdana simcard sangat terjangkau. Pada lawatan sebelumnya saya selalu menggunakan Digi, kali ini saya mencoba operator lain yaitu U mobile dengan harga MYR8 sekalian top up MYR10. Harga sms dan telepon ke Indonesia sangat ekonomis walau saya tidak  mencatat persisnya tapi sepulang ke tanah air pulsanya masih ada :) .

tarifnya cukup ekonomis

tarifnya cukup ekonomis

Kuliner

Kami makan sahur awal Ramadhan di Bandar Seri Begawan tapi buka puasa di Miri. Suasana puasa di kota kecil ini tidak jauh berbeda dengan Bandung, warga non muslim biasa saja menyantap makanan baik di halte bus, mall maupun tempat wisata. Situasi tersebut sama sekali tidak mengganggu karena saya dan Rey sudah berniat bahwa traveling dimanapun saat ramadhan harus tetap menjalankan ibadah ini. Bukan kali pertama kami puasa di negri orang, alhamdulillah Ramadhan tahun lalu kami tetap lancar menjalankan kewajiban sebagai umat muslim di Phuket.

buka puasa, sluuuurp...laksanya yummi

buka puasa, sluuuurp…laksanya yummi

jumlah ini yg saya bayar utk buka puasa dan sahur

jumlah ini yg saya bayar utk buka puasa dan sahur

teh asal inggris ini emang wow rasanya

twinings, teh asal inggris ini emang wow rasanya

Bintang Mall menjadi tempat pilihan kami untuk berbuka puasa, selain dekat dari hotel, pilihan makanannya juga beragam. Masakan ala Eropa, Jepang, Thailand dan fast food ditawarkan oleh resto-resto dengan desain menarik.  Tampak turis-turis asing dengan santai menikmati sore yang tenang sambil menikmati hidangan diiringi musik bersahutan dari satu resto dengan resto lainnya.

Atraksi Wisata

1. Grand Old Lady

Ini adalah tujuan utama kami ke kota Miri karena merupakan sejarah tambang minyak pertama negara Jiran. Kini pertambangan tersebut tidak lagi beroperasi dan pemerintah setempat menjadikannya salah satu objek wisata unggulan dengan mendirikan museum Petroleum.

@grand old lady

@grand old lady

@museum petroleum

@museum petroleum

Muzium Petroleum Miri terletak di atas bukit Kanada yang betul-betul berada di tengah-tengah Bandaraya Miri. menurut sejarah pada masa dahulu, di antara tahun 70-an dan 80-an, kawasan ini merupakan kawasan setinggan yang rata-ratanya didiami oleh golongan pendatang dan penduduk tempatan dengan aktiviti perlombongan yang giat dijalankan. Pada masa dahulu, semasa era pendudukan Jepun, tapak perlombongan Miri pernah dibom oleh pihak british bagi melumpuhkan pergerakan dan kekuatan tentera Jepun di Miri. pelbagai lagi sejarah yang dikaitkan dengan tapak petroleum Miri ini memandangkan tapak ini merupakan tapak petroleum yang pertama di Malaysia. Namun, pada masa kini kawasan ini berubah wajah. Tempat ini telah dinaiktaraf sebagai satu tinggalan dan warisan berharga untuk negara. Muzium ini kemudiaannya diselia dibawah Jabatan Muzium Negeri Sarawak di Kuching. Dihadapan muzium ini terdapat kawasan yang pernah dijadikan kawasan perlombongan yang dikenali kini sebagai the Grand Old Lady. The Grand Old Ladyn ini merupakan sebagai telaga minyak yang pertama di Malaysia. Kawasan petroleum ini digelar sebagai The Grand Old Lady kerana ianya merupakan tapak perlombongan minyak yang pertama seumpamanya di rantau ini khususnya di Malaysia dan menjadi induk kepada kesemua telaga minyak di Malaysia khususnya. The Grand Old Lady adalah pelantar minyak pertama kali ditemui dan didirikan di Miri. The Grand Old Lady juga adalah salah satu monumen sejarah di Miri dan merupakan tapak asal Muzium Petroleum di Miri. selain itu juga, The Grand Old lady Miri juga merupakan tugu terkenal yang telah menghasilkan tong dan tong minyak untuk jangka masa 62 tahun iaitu dari tahun 1910 hingga tahun 1972. Muzium Petroleum Miri ini dibuka kepada orang ramai secara rasmi pada 20 Mei 2005. Pembukaan Muzium ini telah dirasmikan oleh Ketua Menteri Sarawak iaitu Dato Seri Taib Bin Mahmod. Selepas pembukaannya, Muzium petroleum ini mula dibuka pada setiap hari kecuali hari Isnin dan setiap cuti umum. Muzium petroleum ini juga dibuka dari pukul 9.00 pagi sehingga 4.30 petang dan yuran kemasukan adalah percuma. (sumber : wikipedia)

2. Tamu Muhibbah

Tidak asik rasanya kalo kunjungan ke suatu daerah bila tidak mblusukan di pasar tradisional. Ini sama sekali bukan niru gaya Jokowi hehehe, karena tujuan kami tentu berbeda. Aku selalu senang memasuki pasar tradisional karena menemukan cermin interaksi alami antar manusia. Kesederhaan, keriangan, keributan menjadi pemandangan yang tidak bisa saya temukan di mall-mall atau pusat keramaian lainnya. Tak jarang mereka bersenda gurau sambil bertransaksi.

@tamu muhibbah

@tamu muhibbah

Kedatangan kami kesana juga menjadi pusat perhatian, bahkan banyak pedagang yang mengenali kami dari Indonesia. Kami terlibat percakapan singkat sebelum akhirnya saya dan Rey meninggalkan pasar ini tanpa membeli apapun.

3. Taman Awam Miri

Miri mempunyai 14 taman awam dan tempat rekreasi. Antaranya ialah Taman Bulatan Miri (taman tasik), Luak Bay Esplanade (taman pesisir pantai), Taman Selera (kawasan perkelahan), Taman Awam Miri (taman tema) dan Miri city fan yang paling terkenal di kalangan penduduk tempatan dan pelancong. Miri City Fan atau Taman Kipas Miri, ialah sebuah taman 10.4 hektar yang terletak di pusat bandar, pernah dianugerahkan sebagai taman bandaraya berlandskap terbaik di Malaysia pada tahun 2001. (sumber : wikipedia)

rey takut menyeberangi jembatan gantung @taman awam

rey takut menyeberangi jembatan gantung @taman awam

rey leyeh-leyeh dulu melepas lelah

rey leyeh-leyeh dulu melepas lelah

seahorse lambang kota Miri

seahorse lambang kota Miri

Dari ke-14 taman itu kami hanya sempat leyeh-leyeh sambil ngabuburit di taman awam. Memasuki taman ini tidak dipungut biaya namun sama sekali tidak tampak kumuh atau kotor seperti taman-taman sejenis di kota kelahiran saya. Fasilitas yang tersedia juga cukup lengkap ada kolam renang anak, playgound, jembatan gantung, saung-saung tempat makan, dll.

pamer keberanian nyebrang jembatan gantung ke reyhan hahaha

pamer keberanian nyebrang jembatan gantung ke reyhan hahaha

Alhamdulillah di komplek perumahan saya (kota baru parahyangan bandung) taman seperti ini tersedia namun secara umum di kota Bandung saya tidak temukan taman yang nyaman untuk wisata keluarga tak berbayar. Mall-mall menjulang tinggi lebih mendominasi dengan arena permainan didalamnya yang tidak semua orang mampu membayar.

4. Miri Handycraft Centre

Membeli souvenir adalah wajib untuk melengkapi koleksi yang tertata rapi di lemari khusus pajangan benda-benda iconic mungil yang dibeli saat melakukan perjalanan. Harga souvenir disini sama dengan barang serupa di negara lain.

Yang paling menyenangkan justru di kota kecil ini saya menemukan paper squezeer (alat menghaluskan lada) yang sering dipakai oleh para chef di acara favorit saya, Asian Food Channel. Sebelumnya saya pernah mencari alat ini di Bangka yang konon sebagai salah satu penghasil lada terbesar di dunia, namun hasilnya nihil.

Miri merupakan salah satu kota penghasil lada terbesar di Malaysia, tak salah bila berbagai makanan yang dihasilkan menggunakan lada sebagai bahan penunjangnya misal kue kering rasa lada, permen lada, dodol atau semacam jenang rasa lada, dll.

5. Bintang Mall

Mall ini adalah yang terbesar di kota Miri, bangunannya baru dengan desain arsitektur yang menarik. Penataan toko dan ruang lainnya seperti toilet dan musholla cukup baik membuat kami tidak kesulitan saat akan sholat ashar maupun maghrib.

toilet dan musholla @bintang mall

toilet dan musholla @bintang mall

musholla-nya nggak besar tapi cukup bersih @bintang mall

musholla-nya nggak besar tapi cukup bersih @bintang mall

Produk elektronik, fashion dan makanan yang ditawarkan menurut saya cukup beragam untuk kategori kota kecil yang hanya berpenduduk 300.000 jiwa.

Selalu ada pembelajaran dari setiap perjalanan, di Miri kami tentunya belajar tetap istiqomah menjalankan ibadah puasa di tengah udara panas, lelah karena banyak jalan kaki dan lingkungan dengan pemandangan penduduk non muslim (etnis china) menyantap makanan di tempat-tempat umum. Selain itu Miri memperlihatkan kepada kami bahwa walau sebagai kota kecil yang bahkan mungkin tidak dikenal banyak orang tetap dikelola secara serius objek-objek wisatanya, publik transportasi yang baik, pasar yang  bersih, rambunya informatif dan yang paling menarik disini banyak dibangun taman kota yang asri dan menjadi tempat wisata keluarga gratis yang nyaman.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 344 other followers