Ketika Tanganku ‘Berkata’ Sayang

Dapur adalah tempat dimana saya mencurahkan perhatian sangat istimewa. Aktivitas kantor yang mengharuskan saya bekerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore bukan alasan untuk senantiasa menyajikan makanan bergizi bagi anak semata wayang. Pagi sebelum berangkat saya memasak untuk sarapan, siang Rey makan di chatering sekolah dan malam harinya sepulang kerja saya akan memasak lagi. Makanan yang saya sajikan selalu fresh dimasak sesaat sebelum dikonsumsi agar nutrisinya terjaga (kami tidak pernah mengonsumsi makanan yang dihangatkan. Sekali masak untuk sekali makan)

Bahan makanan dipilih yang berkualitas baik, dijaga kebersihannya dan cara pengolahan yang tepat selalu saya pelajari agar bukan ampas yang masuk dalam tubuh. Karena cara memasak yang salah akan berakibat nutrisi makanan rusak, itulah kenapa saya tidak sembrono mempercayakan makanan yang dikonsumsi sehari-hari kepada asisten rumah tangga dan menghindari membeli makanan matang yang saya ngga yakin higienitas dan cara pengolahannya, saya juga anti menggunakan bahan penyedap serta menghindari penggunaan minyak berlebih (memilih olive oil karena lebih baik untuk kesehatan).

Bagi saya masak di rumah bukan ‘asal jadi’ tapi harus yang terbaik agar Rey insyaAllah dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Selain itu memasak menurut saya merupakan salah satu bentuk curahan kasih sayang.

image

my homemade dimsum

image

Baked potatoes with italian spices siap dipanggang

image

tim ayam jamur ala hongkong

image

cheese stick, kami ga suka ngemil tapi sekali2 bolehlah bikin camilan

image

mi sup ayam ala medan dan teh hijau Jepang (ocha)

image

mi siram pangsit basah (isi ayam dan udang)

image

egg tart portugis kesukaan Rey

image

zuppa soup sesaat akan masuk oven

image

pompom potato

image

lempah ikan ala pulau bangka

image

fruit mocktail with spices sauce

image

kupilih nasi merah dari pada nasi putih

image

Ngga harus nasi sebagai asupan karbo yang kami konsumsi sehari2

image

tumis keciwis, sayur dan buah wajib ada dalam menu harian kami

image

a simply bfast : omellete

image

my signature dish, grill salmon norwegia with honey

image

salah satu sarapannya Rey, aku senang menyajikan makanan dengan tampilan cantik diatas meja

blue snow ice

blue snow ice

chicken taco

chicken taco

cream soup asparagus served with garlic bread

soup asparagus served with garlic bread

my homemade dori lasagna

my homemade dori lasagna

prawn fiesta

prawn fiesta

quesadilla

quesadilla

kerapu masak kuah asam pedas

kerapu masak kuah asam pedas

sushi kriuk

sushi kriuk

tomato cheese

tomato cheese

 

image

baked potatoes with melted chesse

 

image

cream soup

Biarlah Menjadi Catatan di Langit

image

Uwais layak dijadikan panutan oleh Rey. Tentu setelah meneladani Rasulullah dan para sahabat

Begitu banyak pertanyaan ditujukan kepada saya terkait perubahan yang cukup drastis tentang pilihan pakaian yang saya kenakan sekarang ini. Diantaranya, “Kenapa harus berpakaian begitu sih, Del?”….”Ada apa sih, Del?”….”Sayang dong Adel, wajah cantik dan body bagusmu sekarang nggak kliatan lagi”….”Kamu masuk aliran apa sih kok bajunya gombrang begitu?”….Dan masih banyak pertanyaan maupun ungkapan kekecewaan sebagian teman tentang keputusan saya.

Selain pertanyaan dan ungkapan kekecewaan, tidak kalah banyak ucapan selamat yang saya terima karena mereka turut bahagia dengan hijrah yang saya lakukan. Kini saya makin mengetahui mana teman yang mendukung dalam hal kebaikan dan mana yang sebaliknya.

08 Agustus 2014, tanpa mimpi dan tanpa tanda apapun juga saya akhirnya memutuskan untuk menutup aurat sesuai syariat Islam. Walau terlahir bukan dari keluarga muslim, tapi semakin hari saya kian menyadari bahwa islam adalah agama yang saya yakini menjadi tuntunan hidup di dunia dan untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat.

Melihat Rey beranjak baliqh saat amalannya mulai dicatat, terketuklah hati saya sebagai seorang ibu yang ingin menjadi teladan. Bahwa akhirat harus ditempatkan menjadi prioritas utama dibanding segala gemerlap dunia. Dunia ini hanya tempat singgah yang sangat tidak layak diperjuangkan melebihi keberadaan kami kelak di sisi Allah.

“Kita nggak pernah tau siapa yang akan lebih dulu menghadap Allah, bisa mami bisa juga Rey duluan. Untuk itu kita sekarang harus bersama-sama berjuang mempersiapkan bekal. Mami lahir dari orang tua non muslim dan mami ‘merangkak’ meraih hidayah Allah hingga akhirnya kini pada keyakinan tidak ada hal terindah selain perjumpaan dengan Allah, Rasul-rasul-Nya, para sahabat, para tabi’in dan orang-orang sholeh lainnya kelak di akhirat. Camkan oleh Rey….Mami ngga ingin Rey menjadi ini atau itu, hanya satu yang mami mau : jadilah ANAK SHOLEH yang taat dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah juga Rasulullah. Ngga perlu memamerkan kesuksesan dunia dihadapan mami karena sekarang bagi mami….SUKSES ADALAH BAGAIMANA KITA MAMPU BERJUANG MENGEDEPANKAN AKHIRAT DARIPADA DUNIA. Ingat itu ya sayang, jangan terjebak oleh gemerlap dunia. Masa lalu mami penuh dengan liku dan itu ngga perlu terjadi pada Rey, karenanya ikutilah petunjuk Allah dan Rasulullah niscaya kita akan selamat di dunia dan akhirat”. (Cuplikan percakapan saya dengan Rey yang akhirnya mengalihkan langkah kami ke depan.  Dunia bukan tujuan tapi hanya alat untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat)

Bahwa wanita berjilbab belum tentu ‘beriman’ memang benar, tapi alhamdulillah bagi saya hikmah berjilbab syar’i telah mampu membalikkan banyak hal dalam hidup . Adel yang dulu dengan ‘segala perniknya yang kelam’, kini mulai membuka lembaran baru dengan taubatan nasuha.

Pertobatan saya diawali dengan :

1. Senang menghabiskan waktu di rumah untuk memasak makanan terbaik untuk Rey (dulunya saya pilih membeli masakan matang di warung/resto)

2. Menata rumah dan merawat aneka tanaman sehingga menjadikan rumah sebagai tempat terindah bagi kami. Sejauh apapun kami traveling, rumah merupakan tempat terbaik bagi kami

3. Mulai menyederhanakan penampilan. Tidak lagi berpakaian seksi dan melonggarkan isi lemari dengan membagi baju-baju yang tidak lagi sesuai syariat

4. Memilih teman yang punya semangat sama, tidak mau lagi bergaul akrab dengan orang-orang yang bisa merusak akidah

5. Menutup akun fesbuk sebagai salah satu langkah menghindari ikhtilat dengan lelaki non mahram (ajnabi) sekalipun di dunia maya

6. Tidak melayani interaksi atau komunikasi intensif yang tidak bermanfaat baik dengan lawan jenis maupun sesama wanita

7. Memilih giat belajar ilmu agama dan berupaya menjalankan apa-apa yang baru diketahui setelah membaca Al qur’an dan Hadits-hadits shahih

8. Bekerja mencari nafkah, tentunya tidak ingin dikotori dengan perbuatan-perbuatan yang membuat Allah murka

9. Niatkan semua Lillah ta’ala dan memohon dikuatkan untuk tetap istiqomah menjalankan syariat islam sesuai sunnah yang telah dicontohkan Rasulullah

10. Menjadi ibu terbaik bagi Rey adalah prioritas utama, semoga ini menjadi ‘penerang jalan’ saya  di akhirat kelak

image

homemade zuppa soup fresh from my oven

image

wijaya kusuma ini mekar di tengah malam dan aku rela begadang demi menyaksikan performa cantiknya yang hanya mekar dalam kurun waktu singkat. Selain wijaya kusuma di taman rumahku ada bunga adenium, aglonema, gelombang cinta, jemani, sansivera, dll

image

next akan belajar merawat bunga anggrek

image

adenium merahku sedang mekar

Biarlah semua proses hijrah ini menjadi catatan di langit sehingga tidak perlu diumbar kepada banyak pihak. Yang pasti saya memohon dengan sangat, mulai saat ini maafkan bila saya selalu menarik diri dari pergaulan yang tidak sesuai syariat islam. Adel kini bukan Adel yang dulu, mohon dengan sangat untuk dapat memaklumi. Saya meneladani apa yang dilakukan oleh seorang Tabi’in yang dimuliakan Allah dan mendapat sebutan dari Rasulullah sebagai Penghuni langit, dialah Uwais Al Qarni yang tak dikenali di bumi tapi sangat terkenal di  langit. Dan harapan terbesar saya pada Rey agar kelak dia bisa mencontoh Uwais Al Qarni yang senantiasa menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah juga Rasulullah. Kecintaan Uwais kepada sang bunda menempatkannya sebagai salah seorang Tabi’in paling mulia dimata Allah.

image

Tidak lagi senang mengumbar aurat

Kemuliaan di mata Allah harus diperjuangkan dengan seluruh jiwa raga, sebaliknya kemuliaan di mata manusia hanyalah fatamorgana yang sama sekali tak layak diperebutkan.

image

Apriyanti ling2, terima kasih kiriman buku2nya. Ini menjadi tuntutan hidupku ke depan

image

Ngga sanggup lagi aku berjalan dengan congkak melanggar perintah Allah dimana kakiku berpijak pada bumi ciptaanNya

Hijrah saya adalah penghambaan mendalam kepada sang Pencipta, bentuk cinta kepada Rasulullah, tanda bakti kepada orang tua dan ungkapan sayang yang begitu besar kepada Reyhan. Hijrah mustahil tanpa hidayah Allah, hidayah mustahil tanpa dijemput.

Terima kasih untuk adik-adkku tercinta yang menjadi inspirasi, teman-teman yang menguatkan, dan tentunya Reyhan yang mendukung maminya. Barakallahu Fikum

Gunung Fuji dan Gunung Papandayan

Fuji Summit. Jam 1 dini hari kami menuju puncak setelah bbrp jam istirahat di penginapan

Fuji Summit. Jam 1 dini hari kami menuju puncak setelah bbrp jam istirahat di penginapan

Kisah perjalanan saya dan Rey yang belum sempat dibagikan kepada pembaca disini diantaranya petualangan kami ke : Johor Bahru, Kualalumpur, Solo, Jogjakarta, Kebumen, dan beberapa kota yang sempat kami datangi di negara sakura pada Juli lalu yaitu Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hiroshima.

Sebelum menuliskan tips perjalanan diatas, saya justru terlebih dahulu ingin membagi pengalaman pendakian ke Gunung Fuji Jepang pada Juli lalu dan Gunung Papandayan Garut yang kami lakukan pada 31 Okrober 2014.

sisa salju Fuji di saat summer

sisa salju Fuji di saat summer

Kali ini saya hanya ingin membandingkan antara kondisi pendakian gunung tertinggi di Jepang 3776 mdpl dan gunung Papandayan Garut Jawa Barat 2665 mdpl.Tentu perbandingan ini hanya berasal dari kacamata saya yang notabene seorang pendaki pemula sehingga bukan merupakan kesimpulan tapi hanya didasari keinginan berbagi.

di pos 8 kami menginap beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan jam 1 dini hari

di pos 8 kami menginap beberapa jam sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak jam 1 dini hari

Berikut perbandingan ‘kasar’ ala saya :

1. Tenda. Gunung Fuji (GF) tidak perlu membawa tenda karena selalu ada penginapan di setiap pos pemberhentian (station). Soal harga tentu sesuai dengan predikat Jepang sebagai salah satu negara termahal di dunia. Gunung Papandayan (GP) : Harus membawa tenda karena tidak ada penginapan

2. Rambu di GF sangat lengkap, baik tentang jarak tempuh maupun waktu tempuh. Letak rambu juga sangat strategis yang ditempatkan di sangat banyak lokasi sehingga tidak akan ada cerita nyasar walaupun pendaki pemula. GP, rambu minim sehingga cukup rawan tersesat

3. Toilet . GF toiletnya bersih dengan kloset duduk dan selalu ada disetiap pos pemberhentian (dengan tarif tertentu). GP toilet darurat tanpa pintu dan tanpa kloset (hanya terbuat dari adukan semen)

4. Warung makan. GF, banyak warung dengan menu beragam dan ruangan tertutup rapat. Uniknya waktu makan dibatasi agar pendaki tidak punya ‘modus’ berlama-lama di dalam ruangan. GP, ada beberapa warung pada pos pemberhentian tapi bukan dalam bentuk rumah makan tapi hanya kios-kios sehingga pembeli hanya bisa duduk di luar kios

5. Trekking. GF memiliki beberapa trekking yang disesuaikan dengan kemampuan pendaki. Mulai pendaki pemula hingga mahir difasilitasi dengan baik oleh pemerintah Jepang. Dan trekking turun berbeda dengan trekking naik. GP, trekking hanya satu jalur sehingga terjadi ‘kepadatan’ bila pendaki yang hendak naik dan hendak turun berpapasan pada satu lokasi

6. Pengaman Trekking. GF disisi kanan dan kirinya terdapat pengaman sehingga resiko kecelakaan sangat minim. GP, tidak ada satupun pengaman yang saya temukan pada semua jalur pendakian

7. Guide. GF tidak ada guide dan tidak dikenakan tarif pendakian. GP, bagi pendaki pemula sangat disarankan menggunakan guide dan diwajibkan membuat surat ijin pendakian yang dikeluarkan oleh aparat yang ditunjuk

8. Porter. GF, tidak ada porter. Tapi di stasiun 5 terdapat loker-loker yang bisa disewa untuk menyimpan barang-barang yang tidak akan dibawa menuju puncak. GP, bisa menyewe porter dengan kesepakatan harga. Porter tersebut ada yang jalan  kaki, ada pula yang menggunakan sepeda motor hingga ke pos tertentu

9. Keindahan alam. GF, pemandangan alam saat pendakian tidak terlalu mengagumkan. GP, memiliki keindahan yang mampu menggetarkan hati. Mulai bebatuan alam, bunga edelweiss, hutan mati, dan aneka pohon nan rindang.

10. Transportasi umum. GF, titik pendakian pada stasiun 5 dapat dicapai dengan menggunakan transportasi umum (bus). GP, lokasi awal pendakian (Camp David) tidak bisa ditempuh menggunakan transportasi umum

emaknya Rey @dead forest mount Papandayan

emaknya Rey @dead forest mount Papandayan

Membersamai Rey untuk dekat dengan alam ciptaan Allah

Membersamai Rey untuk dekat dengan alam ciptaan Allah

Itulah pengalaman saya dan Rey yang baru pertama kali mendaki gunung di Jepang dan menikmati indahnya matahari terbit pada ketinggian 3776 mdpl. Sedangkan pendakian gunung Papandayan kami bergabung dengan Jasmapala Purbaleunyi (Jasa Marga Pencinta Alam) yang merupakan komunitas pencinta alam di kantor tempat saya bekerja.

sunrise @papandayan

sunrise @papandayan

“Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang berakal” (QS. Ali-Imran 3:190).

Tadabur alam makin mendekatkan saya pada sang pencipta, nikmatnya sholat tahajud dibawah langit yang berhiaskan ribuan bintang tentu tak dapat diungkapkan dengan kata-kata bagaimana rasanya. Diri ini sungguh sangat lemah tak berdaya tanpa petunjuk dan kasih sayang Allah. Itulah yang saya ajarkan kepada Rey, setelah kami melanglang buana ke kota-kota metropolitan di sebagian penjuru dunia pada akhirnya kenikmatan hakiki pada saat sujud diatas tanah beratapkan langit.

(Info detail tentang gunung fuji akan ditulis secara terpisah)

Maaf, Sementara Konten Dalam Proses Editing

Kepada pembaca atau pencari info tentang traveling, mohon maaf untuk sementara waktu kisah perjalanan saya dan Rey terpaksa ditutup dalam rangka proses editing (menghapus foto-foto diri yang masih berpakaian tidak sesuai syariat). Insyaallah nantinya cerita perjalanan kami ke beberapa negara di 3 benua akan hadir kembali sebagai ajang berbagi informasi bagi traveler yang berencana melakukan perjalanan secara independent seperti yang selalu kami lakukan.

Hal ini perlu dan penting karena saya telah ‘hijrah’ menggunakan jilbab syar’i sehingga sangat tidak benar memajang foto-foto lama yang masih mengumbar aurat. Mohon maklum adanya.

wpid-060914.jpg

Terima Kasih Masa Lalu

200914-1

TERIMA KASIH MASA LALU

 

Hitam…

Membuatku belajar tentang gelap

Membuatku berupaya mencari cahaya

 

Bukan lilin

Bukan lampu pijar

Bukan pula fanoos nan indah di tanah Kairo

 

Kuhanya mencari setitik cahaya

Dalam malam kubersujud

Dalam sujud kumeratap

Dalam ratap kubertobat

Dalam tobat kumenghamba

 

Tidaklah aku akan kembali kepada-Mu tanpa hidayah

Tidaklah kusempurnakan jilbab tanpa iman

 

(Agustus 2014, masih terus berproses)

 

 

Singapura (yang ke-sekian kalinya)

Negara ini sudah sangat tidak asing disambangi oleh WNI baik yang bertujuan wisata maupun bisnis atau sekedar ingin belanja, hangout bahkan tidak sedikit yang hanya transit sebelum melanjutkan penerbangan/perjalanan ke negara lain.

Kali ini saya dan Rey termasuk orang yang sekedar ingin menghabiskan akhir pekan sekalian bertujuan mencari sepatu hiking yang konon di negara ini memiliki koleksi lebih lengkap dari pada di tanah air.

Pada 21 Februari lalu dengan menaiki pesawat Jetstar VF 206 dari Soekarno Hatta pukul 22.00 WIB sampai di Terminal 1 Changi pukul 00.45 hari berikutnya. Kami memutuskan bermalam di terminal 2 Changi. Terminal 2 menjadi pilihan agar mudah naik MRT pada pagi harinya.

Ng-gembel di Changi

Ng-gembel di Changi

Bermalam di bandara bukan hal baru bagi kami karena saat traveling ke Eropa kami juga memilih tidur di beberapa Bandara karena penerbangan Ryan Air dan Easy Jet yang berbandrol promo selalu diterbangkan tengah malam atau dini hari. Selain menghemat waktu, menginap di bandara juga dapat menghemat uang dan tenaga. Hal tersebut lumrah dilakukan oleh sebagian besar traveler dengan berbagai pertimbangannya masing-masing.

AKOMODASI

Sabtu pagi kami membasuh wajah dan sholat subuh di  Changi, baru sekitar pukul 6 pagi bergegas menuju lantai basement untuk naik MRT. Dengan kartu EZlink yang diberi oleh teman kantor, saya dan Rey naik MRT dan akan turun di Stasiun Little India. Stasiun dengan aroma khas ini adalah pemberhentian terdekat menuju hostel Hangout Mount Emily dimana kami akan menginap.

taman ini tepat di depan hostel

taman ini tepat di depan hostel

Hostel ini saya pesan melalui Hostelling International seharga SGD141 (include membership yang berlaku di seluruh dunia). Perjalanan menuju Hangout mt. Emily memerlukan ‘perjuangan’ lho karena jalannya menanjak dan jaraknya cukup jauh dari stasiun sehingga hostel ini cocok bagi pelancong tanpa koper besar.

Privat room. disini ada pilihan sharing room juga

Privat room. disini ada pilihan sharing room juga

pemandangan unik menuju Hostel. Rumah mungil klasik dg bentuk jendela yg sama tapi warnanya beda-beda

pemandangan unik perjalanan menuju stasiun dari hostel. Rumah mungil klasik dg bentuk jendela yg sama tapi warnanya beda-beda

Perjuangan menuju Hostel terbayar sangat layak karena kami disambut oleh staf yang ramah, bahkan kami diijinkan cek in lebih awal (saat itu pukul 8 pagi), kami juga langsung berhak menikmati fasilitas free wifi juga minuman (teh/kopi). Rasanya seperti mendapat durian runtuh, kamipun langsung leyeh-leyeh sejenak di kamar mungil nan bersih dengan fasilitas AC, privat bathroom namun tanpa TV (TV, komputer, meja billiard tersedia di area dinning room dimana para traveler dari berbagai negara bisa saling berkenalan dan bercengkerama).

DESTINASI

Setelah melepas lelah di kasur empuk hostel, sekitar pukul 10.30 kami menuju Marina Bay Sands, di area baru andalan Singapura tersebut saya ingin mengajak Rey untuk mendatangi beberapa atraksi wisata yaitu Garden By The Bay, Art Science Museum, Helix Bridge, OCBC Bridge, Super trees, dll.

Dari semuanya yang paling menyenangkan bagi Rey saat memasuki Art Science Museum, mulai 25 Januari – 27 Juli 2014 mengusung tema DINOSAURS Dawn To Extinction. Tiket masuk untuk dewasa SGD24, akan berbeda tarifnya bagi warga Singapura atau pelancong yang menginap di MBS Hotel. Oya awalnya saya berencana menginap di hotel mewah tersebut yang berharga sekitar 2 juta/malam karena ingin menikmati sensasi berenang di infinity pool-nya. Saya akhirnya membatalkan kamar yang telah dipesan melalui http://www.booking.com karena Rey protes, “Ngapain buang-buang duit Mami. Mending nginep di hotel biasa aja jadi uang lebihnya bisa buat belanja. Rey juga ngga akan mau berenang disana, serem ah ama ketinggiannya. Kecuali kalo mami mau berenang sendiri”.

selalu excited....@Art Science Museum

selalu excited….@Art Science Museum

menuju pintu masuk Sea Aquarium

menuju pintu masuk Sea Aquarium

malming di Merlion Park

menyatukan atraksi andalan Singapura ke dalam satu frame : Spore flyer, Helix Bridge, Art Science Museum, Esplanade, MBS, Merlion

Selain mengunjungi beberapa atraksi di MBS kami juga melihat aneka ikan di SEA Aquarium yang dinobatkan sebagai akuarium terbesar di dunia dengan harga tiket masuk SGD38. Dan malamnya kami bersama wisatawan lainnya dari berbagai negara menyaksikan atraksi laser di puncak MBS dari Merlion Park.

Colombia Hiking Shoes, insyaallah akan kami pake mendaki gunung Fuji Jepang

Colombia Hiking Shoes, insyaallah akan kami pake mendaki gunung Fuji di Jepang

Minggu sebelum kembali ke tanah air kami mampir ke Orchard Road untuk membeli sepatu hiking, alhamdulillah di Takashimaya tengah berlangsung promo sehingga harga yang kami bayar jauh lebih murah dibanding membelinya di tanah air.

Perjalanan singkat ini tidak memiliki kesan khusus karena banyak orang pasti pernah mengalami apa yang kami lakukan, satu hal yang menjadi hikmah adalah sepulang ke Bandung saya langsung merombak taman mungil halaman rumah yang selama ini terbengkalai. Hati kecil saya malu kepada Singapura yang memiliki keindahan dan keasrian Garden by The Bay, kenapa saya yang tinggal di Bandung sebagai penyandang kota kembang kok taman rumahnya sangat gersang.

halaman rumahku sebelum ke Singapura

halaman rumahku sebelum ke Singapura

Efek positif malu pada Singapura

Efek positif malu pada Singapura

cahaya lampu warna ungu krn kupake toples tupperwar. Ini menginspirasi teman membuat lampu taman dari toples tupperware hehe

cahaya lampu warna ungu krn kupake toples tupperware. Ini menginspirasi teman membuat lampu taman dari toples tupperware juga hehe

kolam ikan di ruang tengah rumahku, blom berani memelihara banyak ikan

kolam ikan di ruang tengah rumahku, blom berani memelihara banyak ikan

kalo gini ga malu kan menyebut diri tinggal di kota kembang hehe

image
Alhamdulillah kini taman mungil rumah saya tampak asri dan cantik sehingga mengundang banyak komentar teman diantaranya, “Nah kalau begini kan cantik, cocok dengan penghuninya dong”. “Terima kasih Singapura”, batin saya setiap melihat bunga mekar beraneka warna dan ikan-ikan lincah berlarian di kolam yang letaknya di ruang tengah rumah. Kemanapun kaki ini melangkah untuk plesir, rumah selalu menjadi tempat yang saya rindukan karena RUMAHKU SURGAKU…DAPURKU DUNIAKU…ANAKKU JIWAKU.

Jelajah Nusantara (9) : Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau

Apa perbedaan Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau?, hayo….yang mengaku WNI tulen bisakah menjelaskan perbedaan kedua wilayah tersebut. Ngaku ah…saya sendiri baru mengetahui perbedaannya setelah akhir Desember tahun lalu saat menginjakkan kaki disana hehe (parah…). Berikut saya kutip dari wikipedia yang menerangkan bahwa Propinsi Riau dan Propinsi Kepulauan Riau adalah wilayah yang berbeda.

Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur Pulau Sumatera, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah timur Sumatera dan sebelah selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004. Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru. Kota besar lainnya antara lain Dumai, Selat Panjang, Bagaisiapiapi, Bengkalis, Bangkinang dan Rengat.

Kepulauan Riau merupakan provinsi baru hasil pemekaran dari provinsi Riau. Provinsi Kepulauan Riau terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002 merupakan Provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga.

Desember tahun lalu tepatnya tanggal 16-20 saya ada agenda rapat koordinasi dari kantor di Pulau Batam, jadwal tersebut bertepatan dengan rencana plesir saya dan Rey ke Pekanbaru karena telah mengantongi tiket promo Air Asia Bandung-Pekanbaru/PP keberangkatan 14 Desember 2013 yang saya beli pada 14 Januari 2013 seharga Rp. 778.400,00  include bagasi 15 kg. Dengan begitu akhirnya saya memutuskan mengajak Rey ke Batam menemani saya Rapat karena dia sudah selesai ujian semester sehingga tidak ada lagi pelajaran di sekolahnya, hanya saya melewatkan acara pengambilan progress report pada Sabtu 21 Desember. Saya langsung membuat itinerary ke Provinsi Riau dan Provinsi Kepri,  perjalanan tersebut akan kami lakukan sebelum rakor dilanjut usai rakor sementara peserta lainnya kembali ke kota masing-masing.

A. Provinsi Riau

Mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Sabtu 14 Desember pukul 07.20 pagi setelah penerbangan selama kurang lebih 1 jam 40 menit dari Bandung kami langsung menuju toilet sebelum mengambil bagasi. Toiletnya bersih dan seperti biasa saya selalu senang berbincang dengan petugas kebersihan untuk mengetahui motivasi apa yang membuat mereka begitu terampil menjaga kenyamanan ruang yang sering disebut banyak orang sebagai ‘area belakang’ ini.

siap2 berburu trans metro

siap2 berburu trans metro

Ibu Mimin yang bertugas pagi itu mengatakan bahwa pekerjaan ini dia lakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas sehingga dia sendiri tidak akan tahan bila melihat toilet kotor dan berantakan. Nalurinya akan langsung tergerak merapikan dan membersihkannya terlepas dari tingkah polah sebagian  orang yang memandang rendah profesi dirinya.

1. Hotel

Di ibu kota provinsi Riau ini saya memutuskan untuk menginap semalam di hotel Grand Tjokro yang terletak di jl. Jendral Sudirman no. 51. Lokasi strategis dan bangunan baru dengan desain minimalis menjadi pertimbangan pemilihan hotel ini. Saat itu saya membeli voucher kamar superior di groupon seharga Rp. 375.000,00, lebih murah lima puluh ribu rupiah dibanding public rate, lumayan hehe.

2. Transportasi

Dari bandara kami menggunakan trans metro menuju hotel dengan tarif Rp. 3.000,00/orang. Menemukan halte bus trans metro menuju Jl. Jendral Sudirman perlu perjuangan yang cukup berat lho. Keluar dari pintu kedatangan kami belok kanan dan terus menyusuri area parkir kendaraan hingga menemukan sebuah pintu gerbang yang terkunci gembok. Setelah saya amati pintu tersebut bisa kami lewati karena rantainya cukup panjang sehingga badan ramping saya dan Rey bisa menyelinap diantara pagar besi tersebut.

trans metro pekanbaru

trans metro pekanbaru

Urat malu saya dan Rey memang sudah putus karena beberapa taksi yang menghampiri dengan lantang kami tolak  dan langkah  terus diayun menuju halte Simpang Tiga.

2 hari 1 malam keberadaan kami di provinsi Riau cukup puas menjajal berbagai moda transportasi umum seperti angkutan kota, trans metro, bus umum dan elf. Kami menggunakan elf ketika memutuskan ke kota Bangkinang untuk menonton festival kesenian daerah. Elf dari Pekanbaru ke Bangkinang tarifnya Rp. 15.000,00/orang namun menjadi gratis karena kami berdua dibayari oleh seorang bapak setengah baya yang menggemari traveling juga seperti kami. Saya dan Rey diajak mampir ke  rumahnya di kota Bangkinang selepas melihat festival seni. Berkenalan dengan istri, anak dan keluarga lainnya. Kembali ke Pekanbaru kami diberi tumpangan gratis oleh Bapak Muslim yang kebetulan mereka sekeluarga hendak menuju Pekanbaru menghadiri pernikahan salah seorang kerabat. Traveling = menambah saudara = feeling great.

Oya ciri khas transportasi umum baik di Pekanbaru, Bangkinang maupun Batam adalah alunan musik remix yang memekakakan telinga tapi namanya pendatang ya kami hanya pura-pura budeg aja selama membaur di dalamnya hehe. Selain irama gaduh, interiornya juga hmm….istilah apa yang tepat untuk menggambarkan banyak barang yang digantung misal boneka lusuh, sticker di seluruh body mobil, bahkan ada angkot yang bagian dalamnya dihiasi oleh patung tengkorak seukuran tubuh saya. ALAMAK….

3. Kuliner

Setelah menitipkan koper dan sebelum memulai eksplorasi kota Pekanbaru kami mencari tempat makan terlebih dahulu untuk sarapan. Sesuai saran supir angkutan umum yang kami naiki akhirnya memilih makanan khas melayu di RM. Ampera Cha-cha dengan menu andalannya adalah ikan salai. Ikan salai dan sayuran disini semuanya dimasak santan, enak sih di lidah tapi hati saya tetap kurang sreg menimbang kandungan kolesterol dan lemak yang terpaksa dibiarkan meluncur masuk ke dalam perut hikz. “Lupakan sementara healthy food ya Rey, kita sikat aja makanan ini”, seru saya kepada bujang ganteng yang berada dihadapan sambil memulai suapan pertama.

ikan salai, dkk

ikan salai, dkk

serba 8000/porsi

serba 8000/porsi

Harga makanan disini sangat murah, Rp. 8.000,00/porsi sudah termasuk nasi, lauk dan segelas teh manis.

Selain Ampera Cha-cha, esok harinya kami makan siang di pondok lesehan Ulak’an. Disini kami memesan ikan bakar dan ayam bakar, cita rasanya cukup enak walau ikannya tidak fresh dan ngeri melihat banyaknya minyak yang ada di setiap masakan.

enak tapi serem ama minyaknya

enak tapi serem ama minyaknya

Saat mendatangi kota Bangkinang dimana tengah berlangsung festival seni kami sempat mencicipi beberapa kuliner setempat, yang unik sebutan sate di Bangkinang bukan berdasarkan bahan dasar misal sate ayam, sate kambing atau sate sapi. Awalnya saya bingung kenapa dijual sate kacang atau sate tepung, jawaban kebingungan saya sirna setelah si penjual mengatakan bahwa penamaan tersebut berdasarkan bumbunya misal sate kacang artinya sate ayam/sate kambing/sate sapi bumbu kacang sedangkan sate tepung berarti bumbunya semacam sate padang kalau di Bandung. Hmm…That’s why I love traveling, menambah wawasan dan pengalaman :) .

4. Destinasi

a. Masjid Agung An Nur Pekanbaru

Masjid Agung An Nur dibangun pada tahun 1963 dan selesai pada tahun 1968 dan saat ini merupakan salah satu yang termegah di Indonesia. Bangunannya dipengaruh dari gaya arsitektur Melayu, Turki, Arab dan India. (sumber : wikipedia).

ruang sholat masjid An Nur

ruang sholat masjid An Nur

Terdapat eskalator untuk menuju ruang sholat di lantai 2 yang dioperasikan pada waktu-waktu tertentu misal sholat jumat, sholat idul fitri, sholat idul adha atau bila ada perayaan khusus. Bangunan megah berwarna hijau ini sangat menonjol diantara bangunan lainnya di kawasan itu yang merupakan jantung kota Pekanbaru.

Disini kami menunaikan sholat dzuhur sebelum menuju kota Bangkinang

b. Masjid An Namira

Di masjid bergaya arsitektur klasik ala Eropa ini kami beserta keluarga pak Muslim menunaikan sholat maghrib. Keunikan An Namira adalah keberadaan toko-toko di depannya yang berdesain serupa dengan masjid. Suasana ini mengingatkan saya pada sudut-sudut kota Verona-Italia dimana saya dan Rey menyusuri jalan menuju patung Juliet.

hiks kamera saya tdk bisa menangkap

sesaat setelah sholat maghrib

c. Tugu Zapin

Tugu yang berlokasi di pertigaan Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Gajahmada ini dibangun pada 28 Desember 2011 dan menghabiskan dana sekitar Rp 4,497 M. Awalnya masyarakat Riau khususnya Pekanbaru bersikeras untuk menolak pembangunan Tugu Zapin karena dinilai oleh sebagian orang mempertontonkan gerakan erotis si penari wanita. Patung tersebut menggantikan Tugu Pesawat Terbang sebagai ikon kota yang melambangkan perlawanan masyarakat Riau kepada para penjajah

Adalah I Nyoman Nuarta sang pemahat dari Bali ini pasti telah mendengar begitu banyak kontroversi mengenai hasil karyanya terkait kemolekan tubuh si penari wanita, namun hingga kini patung sepasang penari tersebut masih berdiri megah di jantung kota Pekanbaru.

d. Yang terlewatkan
Destinasi tujuan yang terlewatkan alias tidak sempat kami kunjungi padahal ada di daftar yang saya tulis adalah : Candi Muara Takus (batal karena sulitnya transportasi umum kesana dan mahalnya tarif sewa mobil), Museum Sang Nila Utama (sudah tutup saat kami datang), tempat wisata keluarga Alam Mayang (Menurut Rey tidak menarik).
B. Provinsi Kepulauan Riau
1. Hotel
Minggu 15 Desember 2013 kami menginap di Rama hotel Batam, tarif Rp. 160.000,00/malam yang saya beli melalui http://www.booking.com.
sampe batam modal tukar poin garuda

sampe batam modal tukar poin garuda

Kami menginap disini semalam sebelum bergabung bersama teman-teman kantor saya di The BCC Hotel pada senin 16 Desember hingga Jumat 20 Desember. Rama hotel saya pilih dengan pertimbangan waktu tiba di Batam adalah malam hari setelah penerbangan dengan pesawat Garuda dari Pekanbaru. Tiket pesawat ini saya peroleh dengan menukar mileage sehingga saya hanya membayar pajak bandara Rp. 40.000,00/orang.

bawa konsol game ps3 dari rumah utk main di hotel sementara emaknya rakor

bawa konsol game ps3 dari rumah utk main di hotel sementara emaknya rakor

Fasilitas Hotel Rama cukup memenuhi kebutuhan kami hanya untuk mandi dan tidur semalam, keunggulannya adalah jarak menuju sup ikan yongki bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Di kota Batam kami menginap di 3 hotel yang berbeda :

- Rama Hotel (kawasan Nagoya)
- The BCC Hotel (kawasan Nagoya)
- Sky View Hotel (Batam kota)
2. Transportasi
Selama di Kepri (Kepulauan Riau) saya menggunakan beberapa moda transportasi, diantaranya :
a. Taksi
- Dari bandara Hang Nadim ke Hotel Rama Rp. 90.000,00.(Argo non blue bird)
- Dari Hotel Rama ke The BCC Hotel Rp. 40.000,00 (tanpa argo)
- Dari The BCC Hotel ke pelabuhan Punggur Rp. 105.000,00 (blue bird)
- Sky view hotel ke bandara Rp. 78.000,00 (blue bird)
b. Angkutan kota
Moda transportasi ini kami gunakan untuk perjalanan di dalam kota Batam dan menuju kota Batam sepulang dari pulau Bintan (pelabuhan Punggur). Tarif angkutan umum di Batam menurut saya paling mahal seluruh Indonesia, Rp. 20.000,00/orang dari Punggur ke kawasan Nagoya. Sedangkan tarif dalam kota berkisar Rp. 6.000,00-Rp. 10.000,00, dibandingkan dengan kota lain bahkan kota Bandung sekalipun tarif angkot hanya Rp. 3.000,00 untuk jarak dekat.
c. Ferry
- Batam ke Bintan selama kurang lebih 60 menit menggunakan ferry Baruna dengan tarif Rp. 55.000,00/orang tambah pass penumpang Rp. 5.000,00/orang.
- Bintan ke Batam menaiki speedboat dengan tarif Rp. 42.000,00/orang (waktu tempuh 15 menit).
- Menyeberang ke Pulau Penyengat dengan perahu nelayan Rp. 12.000,00/orang.
ruang kabin ferry baruna

ferry baruna

d. Sewa Mobil dan Bentor

- Sewa mobil di Bintan plus driver Rp. 250.000,00. BBM Rp.150.000,00. No kontak (ibu Yati : 08126164440)
- Sewa mobil di Batam plus driver Rp. 250.000,00. BBM Rp. 150.000,00 No kontak (Renold : 085264297444)
- Sewa bentor di pulau Penyengat Rp. 30.000,00

Sewa mobil di kedua kota tersebut sangat memuaskan sehingga bisa saya rekomendasikan untuk pelancong lainnya

e. Ojek
Dari pemberhentian angkot/Damri menuju gerbang masuk Ocarina dan sebaliknya kami menaiki ojek dengan tarif Rp. 10.000,00/motor. No kontak untuk sewa ojek (Ardi : 081261715714).

f. Damri

Menggunakan Damri saat kami hendak menuju pantai Ocarina-Batam, tarif Rp. 4.000,00/orang. Trayek Damri di Batam tidak banyak sehingga warga mayoritas menggunakan angkutan umum.
g. Pesawat
Merelakan tiket AA Pekanbaru-Bandung hangus lalu saya memutuskan naik pesawat Garuda untuk pulang ke Bandung dari pada Lion Air, padahal Garuda mendarat di Jakarta sedangkan Lion Air mendarat di Bandung. Rey telanjur sering menonton berita tentang pilot Lion Air yang bermasalah sehingga enggan menumpang salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia ini.
end of a long trip

end of a long trip

3. Kuliner

a. Sup ikan Yongki, makanan ini adalah salah satu favorit saya. Pertama kali menyantap makanan berkuah ini di Jakarta belasan tahun lalu.
nyum nyum...sop ikan yongki batam

nyum nyum…sop ikan yongki batam

b. Mi Tarempa, kuliner ini dikenalkan oleh pak Renold driver mobil yang kami sewa. Ini menjadi santapan favorit lainnya setelah Sup ikan Yongki

mi tarempa : murah dan enak

mi tarempa : murah dan enak

mi tarempa dan sup ikan

mi tarempa dan sup ikan

c. RM. Fatmawati di pantai Ocarina, suasana yang menjadi daya tarik makan disini karena berada di bibir pantai sehingga terkesan romantis hehe. Kalau rasa makanannya sih so-so aja.

RM. Singgah Selalu Bintan

RM. Singgah Selalu Bintan

d. RM. Singgah Selalu Tanjungpinang Bintan, kami sarapan disini selepas perjalanan menggunakan ferry dari pulau Batam. Harga makanannya relatif murah dan rasanya enak. Bertiga dengan driver saya hanya membayar sebesar Rp. 70.000,00.

4. Destinasi
a. Kawasan Nagoya-Batam, pusat jual beli alat elektronik di Batam. Tempat ini sudah sangat tidak asing sehingga saya tidak akan mengulas secara detail. Saya disini membeli kamera mirrorless lengkap dengan lensanya sedangkan Rey membeli ponsel Sony Experia Z. Tentang harga?, ngapain jauh-jauh beli di Batam kalau harganya lebih mahal dari pada di Jawa hehe..
b. Pantai Ocarina-Batam, biasa disebut Mega Wisata Ocarina ini adalah sebuah tempat wisata pantai yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Januari 2009. Ocarina berada di lahan seluas 40 hektar berada di tepian Teluk Kering, dan komplek perumahan mewah Costarina.

Minggu pagi 22 Desember 2013 sebelum malamnya take off menuju Jakarta, saya mengajak Rey melihat aktivitas warga Batam menghabiskan akhir pekan. Walau sebelumnya kami pernah memasuki kawasan ini untuk bersantap di RM. Fatmawati yang berada di bibir pantai Ocarina namun kesan yang didapat sungguh berbeda.

warga berwisata di ocarina

warga berakhir pekan di ocarina

Tampak rombongan keluarga kecil maupun keluarga besar berlibur di ancol-nya Batam ini pada minggu pagi. Banyak permainan yang ditawarkan seperti sewa sepeda, ayunan, giant wheel, patung-patung shio, dll. Untuk masuk kawasan ini hanya perlu membayar tiket Rp. 10.000,00/orang.

c. Mega Mall-Batam, disini kami menghabiskan sabtu malam dengan menikmati hidangan di food court dan menonton film di XXI. Kami berlaga layaknya warga lokal, bersantai menikmati setiap sudut sekitar mall terbesar di Kepulauan Riau ini. Yang menggembirakan di Sabtu ini adalah kabar bahwa Rey ranking 1, absen mengambil progress report tapi hati kami riang gembira. Begitu banyak orang bertanya bagaimana prestasi sekolah Rey jika sering diajak emaknya plesir, tentu saya tidak pernah menanggapinya dengan kalimat pembelaan karena alhamdulillah sampai detik ini Rey bisa bertanggungjawab terhadap cita-citanya dan menunjukkan prestasi yang baik. Dia selalu mendapat peringkat ‘atas’ di sekolahnya serta  mewakili sekolah dalam lomba english speech, olimpiade matematika, dll.
Saya selalu mengingatkan, “Masa depan Rey ada di tangan Rey, mami hanya mendukung dan mengarahkan. Bercita-cita menjadi seorang ilmuwan bukan hal yang mudah, Rey harus bertanggungjawab dan disiplin serta fokus untuk meraihnya. Mami ajak Rey traveling sebagai salah satu cara membuka selebar-lebarnya wawasan dan pengalaman untuk bekal Rey nantinya hidup jauh dari mami. Setahun lagi Rey bersama mami dan itu takkan mami sia-siakan karena setahun sangat singkat. Saatnya nanti Rey sekolah di luar negeri harus selalu ingat Tuhan dan takutlah pada-Nya. Mami jauh, papi mungkin sibuk tapi Allah SWT selalu dekat jadi jangan pernah berpikir ada sejengkal tanah yang luput dari penglihatan-Nya”. Rey selalu terdiam dan mengangguk perlahan, semoga dapat tertanam dalam ingatannya dan menjadi motivasi meraih cita-cita. You’r centre of my life son….
nonton film ronin @mega mall

nonton film ronin @mega mall

d. Sekupang-Batam, Di KTM Resort terdapat patung Dewi Kwan Im yang menjadi salah satu tujuan kedatangan wisatawan etnis Tionghoa. Posisi patung ini awalnya berada di dataran tertinggi KTM namun karena adanya protes dari berbagai pihak patung dipindahkan. Protes tersebut dilayangkan karena patung tampak jelas terlihat dari Singapura sehingga dianggap sebagai ikon kota Batam oleh para wisatawan.

KTM Resort sekupang

KTM Resort sekupang

e. Pantai Nongsa-Batam, disebut sebagai salah satu pantai terindah di pulau Batam. Kami hanya sebentar berada disini karena hujan mengurungkan langkah kami menuju pantai yang berpasir putih ini. Namun keindahannya hingga kini terekam dengan jelas dalam ingatan saya, sungguh Indonesia memiliki alam yang luar biasa.

privat beach @nongsa-batam

privat beach @nongsa-batam

f. Kaos T-Obenk Batam, saya dan Rey memesan kaos disini yang bergambar foto pilihan masing-masing. Info lengkap ada disini : http://t-obenk.blogspot.com/

nunggu pesanan kaos

nunggu pesanan kaos

g. Pulau Penyengat-Bintan, cukup meyewa bentor seharga Rp. 30.000,00 kami bisa menjelajah pulau Penyengat.Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Tanjung Pinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Pulau ini dapat dituju dengan menggunakan perahu bot atau lebih dikenal bot pompong. Dengan menggunakan bot pompong, memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau. Salah satu objek yang bisa kita liat adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Pulau penyengat dan komplek istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu situs warisan dunia. (sumber : wikipedia)

komp makam Raja Ali

komp makam Raja Ali

h. Pantai Trikora-Bintan, disini kami hanya singgah untuk berfoto sebelum melanjutkan perjalanan menuju pantai Lagoi. Sepenglihatan saya Pantai Trikora bila dikelola secara optimal bisa menjadi objek wisata andalan, sayangnya disini tampak semuanya tidak tertata padahal bebatuan yang ada disini tak kalah indah dari pantai di pulau Belitung (Laskar Pelangi).

i. Pantai Lagoi-Bintan, ini adalah destinasi utama pulau Bintan sehingga layak ada jargon, belum ke Bintan kalau tidak ke Lagoi. Yup…eksklusivitas Lagoi dengan harga yang dipatok menggunakan Dollar Singapore sangatlah pantas. Hampir semua kawasan pantai Lagoi menjadi ‘hak paten’ hotel-hotel atau resort yang berada disana. Privat Beach tersebut hanya bisa dikunjungi atau dinikmati fasilitasnya oleh tamu hotel jadi kami pengunjung yang tidak menginap harus cukup puas ‘ngiler’ melihat semua itu.

Kelembutan pasir putihnya dan gemulainya deburan ombak disini menjadi lokasi favorit turis mancanegara untuk melakukan berbagai aktivitas mulai snorkeling, diving, surving, jetski, dll. Saya hanya terpana dan mengumpat dalam hati, “Kenapa keindahan ini hanya bisa dinikmati oleh segelintir manusia yang notabene bukan WNI”.

Saya dan Rey masih beruntung karena bisa masuk ke salah satu resort dan sekejap merasakan atmosfir sekitar pantai, beda halnya dengan warga lokal yang untuk masuk saja mereka dilarang kalaupun diijinkan mereka diperbolehkan menginjakkan kaki di sisi pantai yang terasing (tempat parkirnya pun dibedakan), sungguh mengenaskan.

j. Jembatan Barelang-Batam (singkatan dari BAtam, REmpang, dan gaLANG) adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Masyarakat setempat menyebutnya “Jembatan Barelang”, namun ada juga yang menyebutnya “Jembatan Habibie”, karena beliau yang memprakarsai pembangunan jembatan itu untuk menfasilitasi ketiga pulau tersebut yang dirancang untuk dikembangkan menjadi wilayah industri di Kepulauan Riau. Ketiga pulau itu sekarang termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam. Apabila Kota Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan Jembatan Barelang (Barelang Bridge).

Nama Jembatan Barelang yang di berikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu.

Jembatan Barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri. Dibangun untuk memperluas wilayah kerja Otorita Batam (OB) sebagai regulator daerah industri Pulau Batam. Pembangun jembatan Trans Barelang telah menyedot anggaran Otorita Batam (OB) sebesar Rp 400 Miliar yang dibangun dalam masa enam tahun (1992 – 1998). Enam buah jembatan megah ini merupakan proyek vital sebagai penghubung jalur Trans Barelang yang membentang sepanjang 54 kilometer.

Jembatan Barelang terdiri dari enam buah jembatan.Keenam buah jembatan Barelang tersebut terdiri dari:

  1. Jembatan Tengku Fisabilillah (jembatan I), jembatan yang terbesar
  2. Jembatan Nara Singa (jembatan II)
  3. Jembatan Raja Ali Haji (jembatan III)
  4. Jembatan Sultan Zainal Abidin (jembatan IV)
  5. Jembatan Tuanku Tambusai (jembatan V)
  6. Jembatan Raja Kecik (jembatan VI). (sumber : wikipedia)

k. Pulau Galang biasa disebut kampung Vietnam. Pulau Galang menjadi saksi kelam sejarah dan tragedi para pengungsi Perang Vietnam.

monyet menyambut kami di pulau galang

monyet menyambut kami di pulau galang

barak pengungsi

barak pengungsi

Ini merupakan peninggalan dari pengungsi warga Vietnam yang menolak peperangan. Mereka dibantu oleh UNHCR PBB untuk dibuatkan fasilitas seperti tempat ibadah, rumah sakit dll.

gereja @pulau galang

gereja @pulau galang

banyak juga pengungsi yg dimakamkan di pulau galang

banyak juga pengungsi yg dimakamkan di pulau galang

Tetapi kisah mereka tidak sepenuhnya happy ending, karena terdapat juga tempat penggemblengan kaum muda dan penjara, karena banyak juga tindakan kriminal. Di pulau ini dulu banyak terjadi pembunuhan dan pemerkosaan. Stress dan depresi kerap menghantui setiap orang. (sumber : detik.travel.com)

………………………………….

Saya dan Reyhan adalah traveler yang bukan sok miskin dengan pemilihan segala sesuatu yang ‘serba murah’ bukan pula turis manja yang selalu enggan keluar dari ‘zona nyaman-nya’. Saya hanya ingin mengajak Rey merasakan sisi lain kehidupan agar dia memiliki empati, rasa sayang dan ringan tangan membantu kaum papa (dalam pelaksanaannya biarlah hanya Tuhan yang tahu agar terhindar dari sifat Riya). Alhamdulillah sejak lahir dia belum pernah merasakan hidup kekurangan materi sedikitpun, tapi itu bukan berarti saya akan memanjakannya karena hidup memerlukan daya juang. Bahwa kami memilih angkot bukan karena tidak punya mobil, bukan pula karena tidak mampu bayar taksi. Memilih budget hotel bukan tidak memiliki rumah yang nyaman dengan segala fasilitas didalamnya, bukan pula memaksa sok borju agar diangggap sebagai ‘orang berkelas’. Memilih pesawat low cost bukan tak mampu bayar pesawat berharga mahal bukan pula kami tidak pernah naik pesawat reguler.

Sering saya katakan kepada Rey :“Tidak perlu menjadi miskin untuk bisa merasakan apa yang dirasakan kaum papa, karenanya kita harus pandai bersyukur dengan semua yang kita miliki. Sebaliknya tidak perlu ‘ngoyo’ apalagi menghalalkan segala cara untuk menimbun harta karena sejatinya orang kaya adalah orang yang selalu bersyukur atas semua karunia Tuhan. Jadilah manusia yang selalu merasa cukup, bukan berarti malas berusaha karena usaha adalah kewajiban sedangkan hasil serahkan kepada Allah SWT. Setiap perjalanan kita adalah proses belajar, belajar yang menyenangkan. So..bersiaplah untuk agenda travel kita selanjutnya”.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 446 other followers